Sabtu, 24 Agustus 2013

Ternyata WR Supratman Orang Ahmadiyah

Ramainya pemberitaan tentang ahmadiyah, membuat semua orang mencari tahu tentang Ahmadiyah. Ada yang cukup puas dengan informasi yang berasal "katanya" saja, namun tidak sedikit juga yang berusaha mencari informasi tentang AHmadiyah dari sumbernya seperti datang ke pusatnya di jl. Balikpapan I/ 10 Jakarta Pusat atau membuka situs resminya di http://ahmadiyya.or.id yang berbahas Indonesia atau situs http://alislam.org
Banyak informasi yang sangat mengejutkan dari Ahmadiyah ini, seperti ternyata WR. Supratman yang menciptakan lagu Indonesia Raya adalah anggota jemaat Ahmadiyah. Dan ternyata Ir. Soekarnopun sangat mengagumi Ahmadiyah serta tak luput juga sang Buya Hamka yang meski berseberangan dengan ajaran Ahmadiyah, namun dengan kebesaran jiwanya hormat pada kiprah Ahmadiyah dalam syiar Islam ke seluruh pelosok dunia.
Berikut komentar tokoh Nasional tentang Ahmadiyah dari berbagai sumber :
Sobri Lubis - Sekjen FPI.
"Bunuh, bunuh, bunuh, BUNUH! PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! Ahmadiyah halal darahnya! Persetan HAM! Tai kucing HAM! Allahu Akbar" Video Tablig Akbar, FUI, Banjar , 14 Feb 2008
http://www.youtube. com/watch? v=U7RLCXNdKF4

Kiai NU se-Cirebon Tolak Pembubaran Ahmadiyah.
Kiai-kiai sepuh yang tergabung dalam Forum Kyai Peduli Khittah Nahdatul Ulama 26 Cirebon menyatakan sikap menolak, Mereka menyayangkan Bakorpakem yang menyatakan ajaran Ahmadiyah. sesat, tanpa terlebih dulu mengetahui pengertian sesat menurut agama. "Nanti jangan-jangan semua aliran Islam yang masih ada oleh Bakorpakem dinyatakan sesat," ujar KH Syarif Usman Yahya*.
http://www.detiknew s.com

Todung Mulya Lubis - Pengacara Senior.
Pernyataan yang menuding Ahmadiyah sesat adalah pernyataan arogan, Negara tidak punya hak masuk domain pribadi. Kita akan melawan setiap pembubaran organisasi.
http://www.detiknew s.com

Amien Rais - Mantan Ketua MPR RI/PP Muhamadiyah.
"Ahmadiyah bukan gerakan politik. Beberapa stasiun televisi mereka di Eropa hanya bicara tentang ajaran,Islam, akhlak, dan ekonomi.Di Pakistan mereka tetap eksis. Mereka naik haji ke Mekkah dan Madinah,juga tetap salat lima waktu. Bahkan setahu saya, banyak jenderal angkatan laut, darat, dan udara
di Pakistan orang Ahmadiyah. Bahkan pemenang Nobel Fisika, Dr Abdussalam, juga orang Ahmadiyah. Jadi mereka itu sekumpulan orang intelektual. Bahkan, kalau mau jujur, yang
menyiarkan agama Islam di Eropa, ya, orang-orang Ahmadiyah lewat stasiun televisi dan stasiun radio.
http://www.tempoint eraktif.com 28 April 2008

GUS DUR SIAP MEMBELA AHMADIYAH
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid akan membela Ahmadiyah. Gus Dur siap menjadi saksi ahli dan mendampingi Ahmadiyah dalam proses hukum. "Ahmadiyah harus dilindungi," kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama "Mereka harus dilindungi menurut undang-undang dasar kita. Kalau mereka tidak berani, tetap saja itu kewajiban,"
http://Metrotvnews. com

Prof. Dr. Hamka, tidak asing lagi bagi masyarakat kita, seorang alim terkemuka, berpengaruh dan termasuk orang yang menentang Ahmadiyah.* Namun demikian Prof. Dr. Hamka "DIPAKSA" oleh hati nuraninya untuk berkata dan menulis tentang KEBENARAN dan Jasa Ahmadiyah seperti berikut: "Adapun Kaum Ahmadi (Ahmadiyah) dan Usahanya Menyebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka Menafsirkan Qur'an ke dalam bahasa-bahasanya yang hidup di Eropa. Padahal di zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur'an. Penafsiran Qur'an dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang Menginginkan Kebangkitan Ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam.
Dari Pelajaran Agama Islam, hal. 199, cetakan pertama 1956, Penerbit Bulan Bintang.

Goenawan Muhamad - Redaktur Senior Tempo
SKB Ahmadiyah jangan dikeluarkan karena bertentangan dengan kebebasan beragama . Jika Ahmadiyah dibubarkan , satu lagi bagian penting Negara dikhianati
http://www.detiknew s.com

Ir. Soekarno - Presiden RI Pertama
"Ahmadiyah adalah besar pengaruhnya, juga di luar India. Ia bercabang di mana-mana, ia menyebarkan banyak kerpustakaannya ke mana-mana. sampai di Eropa dan Amerika orang baca ia punya buku- buku, sampai di sana ia sebarkan
punya propagandis- propagandis. Corak ia punya Sistem adalah memprogandakan Islam dengan cara apologetis, yakni mempropagandakan Islam dengan mempertahankan Islam itu terhadap serangan-serangan dunia Nasrani; mempropagandakan Islam dengan membuktikan kebenaran Islam di hadapan kritikannya dunia Nasrani, ya ... Ahmadiyah adalah salah satu faktor penting di dalam pembaharuan pengertian Islam di
India, dan satu faktor penting pula di dalam memPROPAGANDAdakan Islam di benua Eropa khususnya, di kalangan kaum intelektuil seluruh dunia umumnya.

H. Agus Salim dan H.O.S Cokroaminoto
"Kongres Serikat Islam 26-29 januari 1928 di Jogjakarta memperingati hari S.I. 15 tahun. Sebagai dimaksudkan dahulu itu, diadakan juga Majelis Ulama itu, tetapi Muhammadiyah tidak mau turut duduk di Majelis itu sebenarnya Majelis S.I. adanya, jadi di luar organisasi ini, tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Qur'an yang sedang dikerjakan oleh Cokroaminoto. Dari penerbitan-penerbit an pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu didasarkan atas Tafsir Ahmadiyah. Lantaran ini timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Qur'an, yaitu dari kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan moderen (di antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru, dan kaum Theosofi), Tafsir Ahmadiyah-lah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar".
Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakkan- pergerakan Rakyat Indonesia, 1946, cetakan kelima, halaman 47, Penerbit Pustaka Rakyat

BAKOR PAKEM DITUNTUT DIBUBARKAN
Aliansi Kebangsaan mendesak pemerintah membubarkan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem). Lembaga tersebut dianggap sebagai peninggalan Orde Baru yang mengabaikan hak azasi manusia. Desakan tersebut disampaikan dalam konfrensi pers di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI, Jakarta, Ahad (4/5). Aliansi Kebangsaan terdiri berbagai gabungan organisasi dan aktivis nonpemerintah. Antara lain, Todung Mulya Lubis, Asfinawati dari LBH Jakarta, Patra M Zen dari YLBHI. Menurut Aliansi Kebangsaan, rekomendasi yang dikeluarkan Bakor Pakem tidak berdasar hukum, melainkan hanya berdasar tafsir agama dari pihak tertentu. Bakor Pakem dinilai tidak memiliki kewenangan untuk menyatakan suatu ajaran terlarang atau tidak. Dalam kasus Ahmadiyah, Bakor Pakem dianggap telah melanggar hak asasi seseorang untuk berkeyakinan, berserikat dan mendapat kepastian hukum serta perlakuan yang tidak diskriminasi. Karena itulah, Aliansi Kebangsaan akan melancarkan protes apabila Ahmadiyah benar-benar dilarang.(BEY)
http://Metrotvnews. com

Tanggapan Anand Krishna terhadap Ketua MPR Hidayat Nurwahid tentang kalimat "Umat yang lain yang berbeda Tuhan dengan umat Islam kan tidak ada masalah,".
http://hnw.or. id/?op=isi&id=4749
Bapak Ketua MPR yang saya muliakan, sepertinya ada kekeliruan dalam berita tersebut diatas, dimana Bapak dikutip: "Umat yang lain yang berbeda Tuhan dengan umat Islam kan tidak ada masalah," Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Bapak tidak percaya akan adanya dua atau tiga atau empat tuhan, masing-masing agama memiliki tuhan sendiri.
Kutipan ini memberi kesan seolah Bapak menduakan Tuhan. Ini jelas tidak mungkin. Mohon Bapak mengambil tindakan untuk meralatnya, karena sekali lagi saya yakin Bapak tidak akan pernah memberi pernyataan seperti itu. jauh lebih terhormat dan mulia bila Bapak SELALU MEMPOSISIKAN DIRI SEBAGAI KETUA MPR MILIK SELURUH BANGSA, bukan milik partai tertentu atau golongan tertentu.
ppiindia@yahoogroup s.com ppiindia
http://www.anandkri shna.org anandkrishna
Salam Indonesia!



sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/05/06/brk,20080506-122605,id.html

About Me


chkme

SEO Reports for surga-mu.blogspot.com

Website Perdamaian

 

Copyright © 2009 by Ajaran Islam