<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997</id><updated>2011-08-26T06:56:09.986-07:00</updated><category term='Al-Qur&apos;an'/><category term='Info'/><category term='Artikel'/><category term='Islam'/><category term='Nabi Muhammad saw'/><category term='Khutbah'/><category term='Kristologi'/><category term='Renungan'/><category term='Berita'/><title type='text'>Ajaran Islam</title><subtitle type='html'>Media Online mengenal Islam
Sebagai agama damai rahmatan lil 'alamin</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://surga-mu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-5251100262352360982</id><published>2011-04-10T16:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T17:00:32.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQRzRtknYRxMRKcQ98bwCJG52DrFuxS2zrJhbAtptmN-0QFPFiVxpLR1b4"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 87px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQRzRtknYRxMRKcQ98bwCJG52DrFuxS2zrJhbAtptmN-0QFPFiVxpLR1b4" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2011/02/16/kol,20110216-324,id.html"&gt;TEMPO Interaktif&lt;/a&gt;, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dituturkan ahli tafsir dan sejarawan muslim terkemuka pada abad ketiga Hijriah, Imam Ibn Jarir Al-Tabari (838-923), dalam kitabnya Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Sejarah Para Rasul dan Raja) atau yang dikenal sebagai Tarikh al-Tabari, Musailamah bukanlah sosok yang sepenuhnya asing bagi Nabi. Beberapa bulan sebelum berkirim surat, Musailamah ikut dalam delegasi dari Yamamah yang menemui beliau di Madinah dan bersaksi atas kerasulannya. Delegasi inilah yang kemudian membawa Islam ke wilayah asal mereka dan membangun masjid di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima surat dari Musailamah yang mengaku nabi, Rasul tidak lantas memaksanya menyatakan diri keluar dari Islam dan mendirikan agama baru, apalagi memeranginya. Padahal gampang saja kalau beliau mau, karena saat itu kekuatan kaum muslim di Madinah nyaris tak tertandingi. Mekah saja, yang tadinya menjadi markas para musuh bebuyutan Nabi, jatuh ke pelukan Islam. Yang dilakukan Rasul hanyalah mengirim surat balasan ke Musailamah: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Pengasih. Dari Muhammad, utusan Allah, ke Musailamah sang pendusta (al-kazzab). Bumi seluruhnya milik Allah. Allah menganugerahkannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Keselamatan hanyalah bagi mereka yang berada di jalan yang lurus.” Rasul menempuh dakwah dengan cara persuasi dan bukan cara kekerasan. Musailamah memang dikutuk sebagai al-Kazzab, tapi keberadaannya tidak dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah Nabi wafat, ceritanya jadi lain. Umat Islam yang masih shocked karena ditinggal pemimpinnya berada dalam ancaman disintegrasi. Sejumlah suku Arab menyatakan memisahkan diri dari komunitas Islam di bawah pimpinan khalifah pertama, Abu Bakr al-Shiddiq. Sebagian dari mereka mengangkat nabi baru sebagai pemimpin untuk kelompok mereka sendiri. Musailamah dan sejumlah nabi palsu lain, seperti Al-Aswad dari Yaman dan Tulaikhah bin Khuwailid dari Bani As’ad, menyatakan menolak membayar zakat, suatu tindakan yang pada masa itu melambangkan pembangkangan terhadap pemerintah pusat di Madinah. Abu Bakr lalu melancarkan ekspedisi militer untuk menumpas gerakan pemurtadan oleh para nabi palsu tersebut, yang menurut dia telah merongrong kedaulatan khalifah dan membahayakan kesatuan umat. Perang Abu Bakr ini dikenal sebagai “perang melawan kemurtadan (hurub al-ridda).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, “perang melawan kemurtadan” inilah yang diadopsi begitu saja oleh para pelaku kekerasan terhadap Ahmadiyah tanpa disertai pemahaman yang mumpuni terhadap duduk perkaranya. Penyerangan brutal di Banten minggu lalu, yang menewaskan tiga warga Ahmadiyah, secara luas memang telah dikecam bahkan oleh banyak kalangan muslim sendiri, entah dengan alasan menodai citra Islam yang damai, merusak kerukunan beragama, atau melanggar hak asasi kaum minoritas. Tapi bagi para pelaku penyerangan dan yang membenarkannya, seperti FPI, apa yang mereka lakukan semata-mata demi membela Islam dari noda pemurtadan. Jemaah Ahmadiyah dianggap telah murtad karena mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, dan karena itu mesti dikeluarkan secara paksa dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteri Agama, dan pihak-pihak yang mengaku tidak menyetujui anarkisme terhadap Ahmadiyah, yang terus memaksa agar Ahmadiyah menjadi agama baru di luar Islam, sebenarnya juga memakai pendekatan “perang melawan kemurtadan” secara gegabah. Dalam hal ini, perbedaan MUI dan Menteri Agama dengan kaum penyerang Ahmadiyah hanya terletak dalam hal metode, tapi tidak dalam tujuan. Saya sebut ironis karena majelis ulama, yang berlabel “Indonesia” di belakang, ternyata merubuhkan prinsip kebinekaan Indonesia. Ironis karena seorang menteri yang merupakan hasil pemilu demokratis ternyata mempunyai pandangan yang melenceng dari konstitusi demokratis yang menjamin hak setiap warga menjalankan agama sesuai dengan keyakinannya. Yang paling ironis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membiarkan saja semua itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari itu, kalau kita tinjau dari sudut doktrin dan sejarah Islam pun, pemakaian kerangka “perang melawan pemurtadan” untuk menyikapi Ahmadiyah sejatinya sama sekali tak berdasar. Patut diingat, sebutan “perang melawan kemurtadan” bukanlah kreasi Abu Bakr sendiri, melainkan penamaan belakangan dari para sejarawan muslim. Disebut demikian barangkali karena yang diperangi saat itu memang arus pemurtadan yang terkait dengan munculnya sejumlah nabi palsu. Dan gerakan nabi palsu pada masa itu berjalin berkelindan dengan upaya menggembosi kedaulatan kekhalifahan. Penolakan membayar zakat bukan hanya pelanggaran terhadap rukun Islam, tapi juga sebentuk aksi makar. Ini karena, berbeda dengan ibadah salat yang hanya melulu menyangkut hubungan hamba dan Tuhannya, urusan zakat berkaitan dengan negara. Tambahan pula, para nabi palsu tersebut juga membangun kekuatan militernya sendiri. Musailamah, misalnya, menggalang tidak kurang dari 40 ribu anggota pasukan untuk melawan pasukan muslim dalam perang Yamamah, sampai-sampai armada muslim di bawah Khalid bin Walid sempat kewalahan pada awalnya. Karena itu, perang Abu Bakr melawan kemurtadan mesti dibaca sebagai sebuah tindakan yang lebih bersifat politis ketimbang teologis, yakni berhubungan dengan penumpasan terhadap kelompok pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, “perang melawan kemurtadan” versi khalifah Abu Bakr tidak bisa begitu saja diterapkan dalam konteks Indonesia sekarang. Taruhlah memang jemaah Ahmadiyah telah murtad karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Tapi bukankah sejauh ini mereka belum pernah membangun kekuatan militer untuk merongrong umat Islam dan pemerintahan yang sah seperti Musailamah pada masa khalifah Abu Bakr? Bukankah sejauh ini warga Ahmadiyah hanya menuntut untuk diberi ruang menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya? Kalau memang begitu, apakah tidak keliru kalau mereka diperlakukan seperti para pemberontak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari perspektif kaidah fiqh “hukum berporos pada alasan”, gerakan pemurtadan oleh para nabi palsu pada masa Abu Bakr memang wajib diperangi, karena saat itu kemurtadan identik dengan pemberontakan yang mengancam kedaulatan khalifah dan integrasi umat. Adapun kalau sekadar murtad saja tanpa dibarengi pemberontakan, hukum yang berlaku tentu tidak sama. Pada titik inilah kita bisa mengacu pada peristiwa korespondensi antara Nabi Muhammad dan Musailamah seperti saya paparkan di awal tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah pemahaman tentang metodologi hukum Islam mutlak diperlukan dalam melihat pokok soalnya. Tanpa pengetahuan yang mumpuni tentang metodologi hukum Islam, keputusan yang muncul dan tindakan yang diambil mungkin saja tampak sesuai dengan ajaran syariat, tapi bisa jadi esensinya bertentangan dengan maqashid al- syari’ah (tujuan-tujuan syariat) yang lebih bersifat universal, seperti perlindungan terhadap hak-hak dasar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, satu-satunya dalil Al-Quran tentang kemurtadan sama sekali tidak menyeru kaum muslim untuk memerangi kaum murtad semata-mata karena kemurtadannya. Simaklah Surat Ali Imran ayat 90. Ayat ini tidak menyinggung soal perlunya menggunakan cara-cara kekerasan dan paksaan terhadap si murtad, karena Tuhanlah yang akan menjadi hakim atas perbuatannya di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka Qurani semacam inilah kita bisa mengerti kenapa Nabi tidak menghukum Musailamah, yang tanpa tedeng aling-aling mengaku sebagai nabi. Bukan karena beliau mendiamkannya--toh Nabi melabelinya dengan gelar “Al-Kazzab”. Menurut saya, nabi bersikap seperti itu karena, dalam Al-Quran, hukuman terhadap si murtad memang sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah SWT. Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia biasa yang bertugas menyampaikan risalah Ilahi. Beliau bukan Tuhan yang turun ke bumi. Itulah sebabnya Al-Quran menegaskan tidak ada paksaan dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Nabi saja demikian sikapnya, alangkah lancangnya Front Pembela Islam (FPI), MUI, dan Menteri Agama yang merasa punya hak untuk mengambil alih wewenang Tuhan untuk mendaulat diri mereka sebagai hakim atas orang-orang yang dianggap murtad seperti terlihat dalam sikap mereka terhadap jemaah Ahmadiyah. Di sinilah saya kira umat Islam mesti memilih dalam bersikap, mau mengikuti cara-cara FPI, MUI, dan Menteri Agama, atau meneladan sikap Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) &lt;br /&gt;Akhmad Sahal, Kader NU, kandidat PhD Universitas Pennsylvania&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-5251100262352360982?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5251100262352360982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5251100262352360982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2011/04/nabi-palsu-sikap-nabi-dan-ahmadiyah.html' title='Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-607436223481900154</id><published>2010-11-28T05:31:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T05:34:29.037-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Rahasia Basmallah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lcw_m82NNRU/TPJZ6WJOJrI/AAAAAAAAAEM/1chCK3iMuI0/s1600/c9ad9eecb062b89785e3a5be8223aa96.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 108px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lcw_m82NNRU/TPJZ6WJOJrI/AAAAAAAAAEM/1chCK3iMuI0/s320/c9ad9eecb062b89785e3a5be8223aa96.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544592950158042802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Basmalah atau Bismillah adalah bacaan yang sudah lazim di kalangan umat Islam. Bacaan itu biasanya diucapkan ketika membaca kitab suci Alquran maupun ketika akan memulai satu hal, misalnya makan, duduk, memulai pekerjaan dll.&lt;span class="fullpost"&gt; Bacaan tersebut adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- bismillahir-Rahmaanir-Rahiim --&lt;br /&gt;"Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Maha Penyayang"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam Alquran dengan Terjemahan dan Tafsir singkat terbitan Jemaat Ahmadiyah (1997) pada halaman 5 tertulis:&lt;br /&gt;Ba' [di awal basmalah] itu [merupakan] kata depan yang dipakai untuk menyatakan beberapa arti dan arti yang lebih tepat di sini, ialah "dengan." Maka kata majemuk bism itu akan berarti "dengan nama". Menurut kebiasaan orang Arab, kata iqra' atau aqra'u atau naqra'u atau isyra' atau asyra'u atau nasyra'u harus dianggap ada tercantum sebelum bismillah, suatu ungkapan dengan arti "mulailah dengan nama Allah", atau "bacalah dengan nama Allah" atau "aku atau kami mulai dengan nama Allah", atau "aku atau kami baca dengan nama Allah." Dalam terjemahan ini ucapan bismillah diartikan "dengan nama Allah," yang merupakan bentuk lebih lazim (Kamus Lane).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ism mengandung arti : nama atau sifat (Kamus Aqrab). Di sini kata itu dipakai dalam kedua pengertian tersebut. Kata itu menunjuk kepada Allah, nama wujud Tuhan; dan kepada Ar-Rahman (Maha Pemurah) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang), keduanya nama sifat Tuhan.&lt;br /&gt;Allah itu nama Dzat Maha Agung, Pemilik Tunggal semua sifat kesempurnaan dan sama sekali bebas dari segala kekurangan. Dalam bahasa Arab kata Allah itu tidak pernah dipakai untuk benda atau zat lain apa pun. Tiada bahasa lain memiliki nama tertentu atau khusus untuk Dzat Yang Maha Agung itu. Nama-nama yang terdapat dalam bahasa-bahasa lain, semuanya nama-penunjuk-sifat atau nama pemerian (pelukisan) dan seringkali dipakai dalam bentuk jamak; akan tetapi, kata "Allah" tidak pernah dipakai dalam bentuk jamak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata Allah itu "ism dzat," tidak "musytak," tidak diambil dari kata lain, dan tidak pernah dipakai sebagai keterangan atau sifat. Karena tiada kata lain yang sepadan, maka nama "Allah" dipergunakan di seluruh terjemahan ayat-ayat Alquran. Pandangan ini didukung oleh para alim bahasa Arab terkemuka. Menurut pendapat yang paling tepat, kata "Allah" itu, nama wujud bagi Dzat yang wajib ada-Nya menurut Dzat-Nya Sendiri, memiliki segala sifat kesempurnaan, dan huruf al adalah tidak terpisahkan dari kata itu (Kamus Lane).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ar-Rahman (Maha Pemurah) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang) keduanya berasal dari akar yang sama. Rahima artinya, ia telah menampakkan kasih-sayang; ia ramah dan baik; ia memaafkan, mengampuni. Kata Rahmah menggabungkan arti riqqah, ialah "kehalusan" dan ihsan, ialah "kebaikan," "kebajikan" (Mufradat). Ar-Rahman dalam wazan (ukuran) fa'lan, dan Ar-Rahim dalam ukuran fa'il. Menurut kaedah tatabahasa Arab, makin banyak jumlah huruf ditambahkan pada akar kata, makin luas dan mendalam pula artinya (Kasysyaf). Ukuran fa'lan membawa arti kepenuhan dan keluasan, sedang ukuran fa'il menunjuk kepada arti ulangan dan pemberian ganjaran dengan kemurahan hati kepada mereka yang layak menerimanya (Muhith).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, di mana kata Ar-Rahman menunjukkan "kasih sayang meliputi alam semesta", kata Ar-Rahim berarti "kasih sayang yang ruang lingkupnya terbatas, tetapi berulang-ulang ditampakkan." Mengingat arti-arti di atas, Ar-Rahman itu Dzat Yang menampakkan kasih sayang dengan cuma-cuma dan meluas kepada semua makhluk tanpa mempertimbangkan usaha atau amal; dan Ar-Rahim itu Dzat Yang menampakkan kasih sayang sebagai imbalan atas amal perbuatan manusia, tetapi menampakkannya dengan murah dan berulang-ulang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata Ar-Rahman hanya dipakai untuk Tuhan, sedang Ar-Rahim dipakai pula untuk manusia. Ar-Rahman tidak hanya meliputi orang-orang mukmin dan kafir saja, tetapi juga seluruh makhluk. Ar-Rahim terutama tertuju kepada orang-orang mukmin saja. Menurut Sabda Rasulullah s.a.w., sifat Ar-Rahman umumnya bertalian dengan kehidupan di dunia ini, sedang sifat Ar-Rahim umumnya bertalian dengan kehidupan yang akan datang (Muhith). Artinya, karena dunia ini pada umumnya adalah dunia perbuatan, dan karena alam akhirat itu suatu alam tempat perbuatan manusia akan diganjar dengan cara istimewa, maka sifat Tuhan Ar-Rahman menganugerahi manusia alat dan bahan, untuk melaksanakan pekerjaannya dalam kehidupan di dunia ini, dan Sifat Tuhan Ar-Rahim mendatangkan hasil dalam kehidupan yang akan datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segala benda yang kita perlukan dan atas itu kehidupan kita bergantung adalah semata-mata karunia Ilahi dan sudah tersedia untuk kita, sebelum kita berbuat sesuatu yang menyebabkan kita layak menerimanya, atau bahkan sebelum kita dilahirkan; sedang karunia yang tersedia untuk kita dalam kehidupan yang-akan-datang, akan dianugerahkan kepada kita sebagai ganjaran atas amal perbuatan kita. Hal itu menunjukkan bahwa Ar-Rahman itu Pemberi Karunia yang mendahului kelahiran kita, sedang Ar-Rahim itu Pemberi Nikmat-nikmat yang mengikuti amal perbuatan kita sebagai ganjarannya.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw. Mengenai Basmalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa segala amal itu akan terputus pahalanya kecuali jika disebut nama Allah. Nama Allah lazim disebut ketika membaca basmalah.&lt;br /&gt;Bismillah-ir-Rahman-ir-Rahim adalah ayat pertama tiap-tiap Surah Alquran, kecuali Al Bara'ah (At-Taubah) yang sebenarnya bukan Surah yang berdiri sendiri, melainkan lanjutan Surah Al-Anfal. Ada suatu hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang maksudnya, bila sesuatu Surah-baru diwahyukan, biasanya dimulai dengan bismillah, dan tanpa bismillah, Rasulullah s.a.w. tidak mengetahui bahwa Surah baru telah dimulai (H.R. Abu Daud). Hadis ini menampakkan bahwa&lt;br /&gt;bismillah itu bagian Alquran dan bukan suatu tambahan,&lt;br /&gt;Surah Bara'ah itu, bukan Surah yang berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Hadis itu menolak pula kepercayaan yang dikemukakan oleh sementara orang bahwa, bismillah hanya merupakan bagian Surah Al-Fatihah saja dan bukan bagian semua Surah Alquran. Selanjutnya, ada riwayat Rasulullah s.a.w. pernah bersabda bahwa, ayat bismillah itu bagian semua Surah Alquran (Bukhari dan Quthni).&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penulisan nomor ayat Al-Quran berdasarkan Hadits Nabi Besar Muhammad shollAllahu ‘alaihi wa sallamriwayat sahabat Ibnu Abbas rodhiyAllahu ‘anhu yang menunjukkan bahwa basmalah pada setiap awal surat adalah ayat pertama surat itu.&lt;br /&gt;كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَعْرِفُ فَصْلَ السُّوْرَةِ حَتَّى يَنْزِلَ عَلَيْهِ بِسْمِ اللهِ الرَّحمْـاـنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shollAllahu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui pemisahan surat itu sehingga bismillaahir-rochmaanir-rochiimturun kepadanya.” (HR Abu Daud, “Kitab Sholat”; dan Al-Hakim dalam “Al-Mustadrok”)&lt;br /&gt;Berdasarkan hal diatas, penulisan ayat-ayat Alquran di dalam Cinta-Islam, jika dicocokkan dengan mushaf-mushaf Alquran Usmani, harus dikurangi satu ayat.&lt;br /&gt;Hikmah Basmalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah ditempatkannya bismillah pada permulaan tiap-tiap Surah mempunyai arti seperti berikut:&lt;br /&gt;Alquran itu khazanah ilmu Ilahi yang tidak dapat disentuh tanpa karunia khusus dari Tuhan, "Tiada orang boleh menyentuhnya, kecuali mereka yang telah disucikan" (56 : 80). Jadi, bismillah telah ditempatkan pada permulaan tiap Surah untuk memperingatkan orang Muslim bahwa, untuk dapat masuk ke dalam Khazanah ilmu Ilahi yang termuat dalam Alquran; dan untuk mendapat faedah darinya ia hendaknya mendekatinya bukan saja dengan hati yang suci, melainkan ia harus pula senantiasa mohon pertolongan Tuhan.&lt;br /&gt;Ayat bismillah itu, mempunyai pula tujuan penting yang lain. Ayat itu ialah kunci bagi arti dan maksud tiap-tiap Surah, karena segala persoalan mengenai urusan akhlak dan rohani, dengan satu atau lain cara, ada pertaliannya dengan dua Sifat Ilahi yang pokok, yaitu Rahmaniyah (Kemurahan) dan Rahimiyah (Kasih-Sayang). Jadi tiap-tiap Surah pada hakikatnya, merupakan uraian terperinci dari beberapa segi Sifat-sifat Ilahi yang tersebut dalam ayat ini.&lt;br /&gt;Basmalah Bukan Bajakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tuduhan bahwa kalimah bismillah, itu diambil dari Kitab-kitab Suci sebelum Alquran. Kalau Sale mengatakan bahwa, kalimah itu diambil dari Zend Avesta, maka Rodwell berpendapat bahwa, orang-orang Arab sebelum Islam mengambilnya dari orang-orang Yahudi, dan kemudian dimasukkan ke dalam Alquran.&lt;br /&gt;Kedua paham diatas nyata sekali salah. Hal ini terbukti bahwa,&lt;br /&gt;Tidak pernah dida'wakan oleh orang-orang Islam bahwa, kalimah itu dalam bentuk ini atau sebangsanya tidak dikenal sebelum Alquran diwahyukan.&lt;br /&gt;Keliru sekali mengemukakan sebagai bukti bahwa, karena kalimah itu dalam bentuk yang sama atau serupa kadang-kadang dipakai oleh orang-orang Arab sebelum diwahyukan dalam Alquran, maka kalimah itu tidak mungkin asalnya dari Tuhan. Sebenarnya Alquran sendiri menegaskan bahwa, Nabi Sulaiman a.s. memakai kalimah itu dalam suratnya kepada Ratu Saba (27 : 31). Apa yang dida'wakan oleh orang-orang Islam - sedang da'wa itu, tidak pernah ada yang membantah, ialah bahwa, di antara Kitab-kitab Suci, Alquran adalah yang pertama-tama memakai kalimah itu dengan caranya sendiri. Pula keliru sekali mengatakan bahwa, kalimah itu sudah lazim di antara orang-orang Arab sebelum Islam, sebab kenyataan yang sudah diketahui ialah bahwa, orang-orang Arab mempunyai rasa keseganan menggunakan kata Ar-Rahman sebagai panggilan untuk Tuhan. Pula, jika kalimah demikian dikenal sebelumnya, maka hal itu malah mendukung kebenaran ajaran Alquran bahwa, tiada satu kaum pun yang kepadanya tidak pernah diutus seorang Pemberi Ingat (35 : 25), dan juga bahwa, Alquran itu adalah khazanah semua kebenaran yang kekal dan termaktub dalam Kitab-kitab Suci sebelumnya (98 : 5). Alquran tentu menambah lebih banyak lagi dan apa pun yang diambilalihnya, Alquran memperbaiki bentuk atau pemakaiannya, atau memperbaiki kedua-duanya.&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta'ala memberikan taufiq kepada kita untuk selalu mengingat nama-Nya dengan menyebut nama-Nya ketika akan melakukan sesuatu yang bermanfaat. Amin. []&lt;br /&gt;Sumber: Alquran dengan terjemahan dan tafsir terbitan Jemaat Ahmadiyah Indonesia   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-607436223481900154?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/607436223481900154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/607436223481900154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2010/11/rahasia-basmallah.html' title='Rahasia Basmallah'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lcw_m82NNRU/TPJZ6WJOJrI/AAAAAAAAAEM/1chCK3iMuI0/s72-c/c9ad9eecb062b89785e3a5be8223aa96.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-3492255080801922429</id><published>2009-09-07T00:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T00:41:21.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ibadah Puasa, Medium Toleransi Berbasis Iman</title><content type='html'>Paulus Shenouda III, pemimpin tertinggi Kristen Koptik Alexandria, Mesir menulis sebuah artikel tentang puasa di harian&lt;br /&gt;al-Ahram, Mesir (16/9) tentang al-Shawm: Syurutuhu wa fawaiduhu (Puasa: Syarat-syarat dan manfaatnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menulis, "Dari hati yang terdalam, saya mengucapkan selamat berpuasa bagi umat Islam di Mesir dan seluruh penjuru&lt;br /&gt;dunia Islam. Yang mana puasa telah merekatkan hati kita, lebih-lebih mendekatkan hati kita dengan Allah.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan puasa kita diterima dan diberkahi Allah."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan itu betul-betul menyentuh relung hati terdalam. Di satu sisi semakin membenarkan firman Tuhan di dalam&lt;br /&gt;al-Quran, bahwa puasa merupakan tradisi agama-agama sebelum Islam. Puasa merupakan medium untuk mencapai&lt;br /&gt;singgasana ketakwaan. Puasa adalah medium toleransi (QS al-Baqarah [2]: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus Shenouda menulis dengan sangat baik tentang hakikat puasa dan maknanya bagi kehidupan sehari-hari. Menurut&lt;br /&gt;dia, puasa pada hakikatnya bukanlah ritual yang membawa keutamaan pada jasad jasmani. Keutamaan puasa terletak&lt;br /&gt;pada upaya seseorang untuk meninggalkan ketamakan duniawi menuju keutamaan ruhani. Dengan demikian, puasa&lt;br /&gt;bukanlah menahan lapar belaka. Puasa lebih dari itu, itu jalan menuju asketisme batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, bilamana seseorang dalam puasanya tidak mencapai puncak hakikat, sesungguhnya ia belum memahami esensi&lt;br /&gt;puasa. Pernyataan Paulus Shenouda di atas menemukan momentumnya dalam tradisi Islam. Dalam sebuah hadisnya,&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW senantiasa mengingatkan umatnya agar mengenali dan memahami esensi puasa. Ia bersabda,&lt;br /&gt;Berapa banyak orang berpuasa, tapi puasanya hanya sekadar menahan lapar dan dahaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis itu sebenarnya ingin mengatakan, sumber segala masalah adalah ketamakan dunia. Berapa banyak masalah&lt;br /&gt;kemanusiaan yang disebabkan oleh ketamakan akan kekuasaan dan kekayaan. Sebab itu, puasa harus mampu&lt;br /&gt;melampaui ketamakan menuju kebersihan dan kepuasan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya ketamakan duniawi tidak akan ada batasnya. Sementara kepuasan batin akan mampu dicapai setelah&lt;br /&gt;mampu melakukan olahbatin, seperti puasa. Puasa akan mengingatkan dan menyadarkan setiap makhluk Tuhan tentang&lt;br /&gt;adanya "yang lain" yang lebih penting daripada "aku" yang tamak dan rakus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, puasa merupakan ajaran yang sangat esensial dalam agama-agama. Sebab agama-agama hadir dalam rangka&lt;br /&gt;melawan ketamakan duniawi yang dilakukan penguasa-penguasa diktator. Yahudi, Kristen dan Islam adalah&lt;br /&gt;agama-agama yang hadir untuk membela kemanusiaan dan melawan ketidakadilan, ketamakan, dan kebiadaban yang&lt;br /&gt;dilakukan penguasa pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen Armstrong menyatakan agama-agama merupakan transformasi agung (the great transformation), yang membawa&lt;br /&gt;ajaran tentang kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian. Masalahnya, pemeluk agama sering kali lupa akan esensi dari&lt;br /&gt;agama mereka, yaitu dengan cara menjadikan agama sebagai justifikasi dan legitimasi bagi kepentingan mereka. Karena&lt;br /&gt;itu, pada akhirnya agama jauh dari poros aksisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shenouda menambahkan dalam tulisannya, puasa tidak akan sempurna bilamana tidak disertai dengan pertobatan.&lt;br /&gt;Bilama seseorang yang berpuasa sudah mampu memahami hakikat puasa, ia akan melakukan pertobatan. Di sini, salah&lt;br /&gt;satu buah dari puasa adalah kejernihan pikiran dan hati-nurani. Puasa akan menyegarkan dan mencerahkan pikiran dan&lt;br /&gt;hati-nurani, sehingga mampu menjadi oase bagi upaya pembangunan masyarakat yang mempunyai keadaban dan&lt;br /&gt;peradaban adiluhung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya, puasa akan mampu membangun kesadaran tentang pentingnya membantu kaum lemah, meningkatkan&lt;br /&gt;kebaikan dan mengetuk pintu sedekah. Setelah puasa naik ke singgasana nilai-nilai ketuhanan, pada akhirnya puasa&lt;br /&gt;turun ke bumi untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, puasa mempunyai keutamaan yang luar biasa. Puasa dapat menjadi salah satu harapan untuk&lt;br /&gt;memperbaiki rapuhnya tatanan kemanusiaan. Di tengah menguatnya ambisi kepentingan yang berbasis bendera&lt;br /&gt;kelompok dan golongan tertentu, puasa diharapkan dapat menjadi kunci utama bagi terbentuknya kesadaran tentang&lt;br /&gt;adanya "yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shenouda telah menjadi salah satu contoh penting bagi tafsir otentik terhadap pilar agama. Puasa merupakan common&lt;br /&gt;platform di antara agama-agama agar saling mengingatkan tentang esensi di balik ajaran yang terdapat dalam setiap&lt;br /&gt;agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Toleransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Shenouda dalam tulisannya di atas bukanlah hal baru. Bagi masyarakat Mesir hal itu sudah menjadi&lt;br /&gt;bagian integral dari relasi antaragama. Sudah menjadi tradisi, setiap bulan puasa, pemuka Kristiani khususnya kalangan&lt;br /&gt;Koptik, mengundang kalangan Muslim untuk berbuka puasa di gereja. Begitu pula gayung bersambut dilakukan kalangan&lt;br /&gt;Muslim, yaitu dengan cara mengundang kalangan non-Muslim untuk ikut menyemarakkan acara kebudayaan islami,&lt;br /&gt;seperti forum dialog ilmiah (al-muntada al-tsaqafi), yang biasanya dilaksanakan oleh kementerian urusan wakaf. Tradisi&lt;br /&gt;toleransi semacam ini telah menjadi khazanah kultural yang dapat menjadi batu-bata bagi kukuhnya bangunan toleransi di&lt;br /&gt;Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini tesis yang menyatakan, pemuka agama merupakan manifestasi dari umat betul-betul menemukan momentumnya.&lt;br /&gt;Pemuka agama merupakan teladan bagi toleransi di tengah keragaman umat. Toleransi pada hakikatnya merupakan&lt;br /&gt;ajaran yang inheren dalam setiap agama, karenanya tidak perlu dikhawatirkan bilamana muncul hubungan dialogis antara&lt;br /&gt;agama-agama. Justru sebaliknya, yang harus dikhawatirkan adalah bilamana agama-agama selalu dikonfrontasikan&lt;br /&gt;dengan dalih sejarah dan pandangan abad kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Mesir, tradisi toleransi yang sudah mendarah-daging membuat mereka tidak perlu payung peraturan untuk&lt;br /&gt;membangun toleransi. Sebab esensi agama-agama bukanlah institusi atau kulit luar dari agama, melainkan ajaran-&lt;br /&gt;ajaran yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Air, tradisi toleransi yang bersifat praksis sebagaimana ditunjukkan Paulus Shenouda III di atas, telah mulai&lt;br /&gt;dirintis Sinta Nuriyah. Dengan pelbagai kalangan Kristiani di Bandung, Jawa Barat, ia dundang untuk acara buka bersama&lt;br /&gt;mereka. Hal itu menjadi tanda baik bagi tumbuhnya benih-benih toleransi di masa mendatang. Sebab cara yang demikian&lt;br /&gt;makin memberikan pencerahan pada publik, bahwa dengan puasa keinginan untuk membangun kerukunan dan toleransi&lt;br /&gt;sebenarnya harus senantiasa tumbuh. Puasa pada intinya ingin membangun kesadaran tentang pentingnya menyadari&lt;br /&gt;perbedaan dan melampauinya untuk membangun praksis toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, memaknai puasa harus mampu diinternalisasi dalam kehidupan nyata, terutama dalam kehidupan&lt;br /&gt;berbangsa dan bernegara. Dalam sebuah negara yang dihuni beragam agama, suku dan afiliasi politik, ajaran spesifik&lt;br /&gt;keagamaan seperti puasa harus mampu menggugah kesadaran publik tentang pentingnya toleransi dalam rangaka&lt;br /&gt;membangun pemahaman yang baik tentang pentingnya pluralisme di dalam negara yang menjunjung tinggi persamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi berbasis iman seperti nilai-nilai adiluhung puasa akan semakin menyadarkan kita semua, bahwa&lt;br /&gt;agama-agama harus bergandengan tangan untuk mengambil faedah yang sebanyak-banyaknya dari setiap pilar&lt;br /&gt;ajarannya. Lebih-lebih dalam ajaran yang juga dianut dan dilakukan agama-agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus Shenouda III memberikan teladan baik pada kita, pada hakikatnya agama-agama mempunyai kesamaan visi&lt;br /&gt;tentang pentingnya menjadikan agama sebagai elan vital bagi terwujudnya kemanusiaan di tengah-tengah keragaman&lt;br /&gt;publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi adalah ajaran yang mendarah-daging dalam agama-agama. Sebab itu, tugas setiap agamawan yaitu menggali&lt;br /&gt;ajaran toleransi sebanyak dan sesering mungkin, sehingga pelbagai konflik dan kebencian yang kerap kali digunakan&lt;br /&gt;sebagian kelompok yang mengatasnamakan agama dapat diatasi dengan menggunakan tradisi dan doktrin yang terdapat&lt;br /&gt;di dalam agama. Dengan demikian, agama dapat men-jadi jalan menuju pembebasan dari pandangan dan sikap&lt;br /&gt;intoleran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Zuhairi Misrawi&lt;br /&gt;Penulis adalah Direktur Moderate Muslim Society (MMS); buku terbarunyayang akan terbit, Al-Quran Kitab Toleransi:&lt;br /&gt;Inklusivisme, Pluralisme dan Multikulturalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.suarapembaruan.com/News/2007/09/20/Editor/edit01.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-3492255080801922429?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3492255080801922429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3492255080801922429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2009/09/ibadah-puasa-medium-toleransi-berbasis.html' title='Ibadah Puasa, Medium Toleransi Berbasis Iman'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-7808470357406903100</id><published>2009-05-08T05:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T05:51:35.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jadikan Toleransi Sebagai Modal</title><content type='html'>Para pendiri bangsa telah menciptakan Indonesia sebagai negara yang masyarakatnya penuh toleransi dengan menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai asas dan pedoman hidup bersama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keragaman identitas bangsa Indonesia yang sejak awal disadari pendiri bangsa itu kini mulai dinafikan seiring dengan perkembangan dunia yang semakin mengglobal dan kepemimpinan bangsa yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Zuhairi Misrawi, Koordinator Program Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, modal toleransi yang telah dikukuhkan itu masih menjadi toleransi yang pasif. Sebuah bentuk toleransi yang hanya didasari pada kepentingan bersama untuk hidup damai dan harmonis di antara perbedaan agama, ras, suku, budaya, dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu saja tidak cukup. Toleransi pasif harus dikembangkan menjadi toleransi yang aktif. Kebersamaan yang telah terwujud harus menjadi modal dan jembatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Toleransi mampu mewujudkan demokrasi dan menyelamatkan bangsa dari keterpurukan dan kemiskinan,” katanya. Toleransi harus menjadi spirit untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial, politik, dan budaya yang menjerat bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intoleransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kini mulai terjadi kemunduran atas rasa dan semangat kebersamaan yang sudah dibangun. Intoleransi menebal yang ditandai dengan meningkatnya rasa benci dan saling curiga di antara sesama anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hegemoni mayoritas atas minoritas semakin menebal, menggantikan kasih sayang, tenggang rasa, dan semangat untuk berbagi. Kualitas, visi, dan filosofi mulai dikalahkan oleh kuantitas, arogansi, dan provokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intoleransi muncul akibat hilangnya komitmen politik untuk menjadikan toleransi sebagai jalan keluar mengatasi berbagai persoalan yang membuat bangsa terpuruk. Bangsa Indonesia tak yakin toleransi mampu menjadi solusi atas problematika hidup berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif keagamaan, semua kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar dari setiap agama adalah toleransi. Akibatnya, yang muncul adalah kecenderungan intoleransi dan konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Padahal, agama bisa menjadi energi positif untuk membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perkembangan politik, sosial, dan ekonomi global turut memengaruhi menguatnya intoleransi di Indonesia. Sikap konsumtif masyarakat, termasuk dalam pemikiran, membuat bangsa lebih yakin dengan nilai dan ajaran dari luar negeri dibandingkan dengan kemampuan bangsa sendiri untuk menciptakan nilai yang pas bagi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sebenarnya relatif lebih toleran karena Indonesia memiliki kesepakatan politik dan peraturan yang mengatur tentang toleransi. Namun, kebijakan toleransi itu tidak ditopang dengan nilai toleransi yang cukup. Akibatnya, kesetaraan dan kesempatan yang sama untuk membangun bangsa belum dirasakan seluruh anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menguatnya intoleransi tidak segara diatasi negara, Indonesia dapat menjadi negara zero tolerance yang menafikan keragaman. Berbagai peradaban dunia telah membuktikan pengabaian toleransi dalam kehidupan berbangsa dan kegagalan kebijakan politik melindungi keragaman negara dapat menjadikannya sebagai negara gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan mampu menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara damai, Indonesia memiliki modal yang besar untuk mengembangkan pemikiran keagamaan yang konstruktif bagi demokrasi dan toleransi. Ditambah dengan nilai budaya yang beragam, Indonesia dapat menjadi produsen pemikiran Islam moderat dan dakwah yang damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan itu semakin besar akibat kegagalan negara-negara Barat dalam mengembangkan demokrasi dan toleransi. Klaim atas kebenaran dan kebencian kelompok mayoritas atas minoritas semakin menguat seiring dengan gencarnya perang melawan terorisme global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara Muslim sendiri, semangat untuk menghargai kelompok lain justru semakin berkurang. Sebagian besar negara Muslim juga masih disibukkan oleh persoalan-persoalan domestik yang mengekang kemajuan yang didambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Model keislaman di Indonesia yang berhasil membangun demokrasi dalam tataran nilai dan praktis mulai dilirik masyarakat global,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki institusi mandiri yang mampu menyokong pengembangan pemikiran agama yang moderat. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan yang memiliki visi kebangsaan yang kuat dapat memainkan perannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren-pesantren yang dimiliki NU serta sekolah-sekolah yang dimiliki Muhammadiyah dapat menjadi basis pengembangan pemikiran yang tidak hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat doktrinal, tetapi juga sejarah, filsafat, dan norma keagamaan. Jika nilai-nilai keagamaan yang dikembangkan lembaga- lembaga itu dirumuskan dalam konteks modern, maka nilai-nilai itu akan menjadi sedekah yang sangat berarti dari umat Islam Indonesia bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas-minoritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan mayoritas-minoritas selalu mengemuka saat membincangkan toleransi. Namun, hal ini dapat diatasi jika prinsip kesetaraan dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetaraan akan terwujud jika dilandasi semangat keterbukaan yang akan membuka wawasan dan hati serta menghilangkan kebencian dan kecurigaan terhadap pihak lain. Kesetaraan juga akan tercapai jika tiap pihak mengakui perbedaan dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara sebenarnya memiliki tanggung jawab terbesar untuk mewujudkan kesetaraan di antara seluruh warganya. Namun, peran ini belum dijalankan negara dan justru diperankan oleh kelompok masyarakat madani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan Zuhairi atas prinsip kesamaan manusia tanpa memandang identitas tak terlepas dari pendidikannya di pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Prenduan, Sumenep, KH Muhammad Idris Jauhari, selalu mengajarnya untuk bebas berpikir dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulannya dengan berbagai kelompok masyarakat lintas agama dan bangsa semakin membuka cakrawalanya akan arti penting toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-7808470357406903100?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7808470357406903100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7808470357406903100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2009/05/jadikan-toleransi-sebagai-modal.html' title='Jadikan Toleransi Sebagai Modal'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-479571618093809146</id><published>2009-05-08T02:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T02:36:02.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Who is Allah?</title><content type='html'>''Listen, O those who can, to what God desires from you. And what He desires is only that you become solely His and do not associate any partners with Him, neither in the heavens nor on the earth. Our God is that God who is alive even now as He was alive before.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He speaks even now as He used to speak before. And even now He hears as He used to hear earlier. It is a false notion that in these times He does hear but does not speak. But He hears and speaks, too. All His Attributes are eternal and everlasting. None of His Attributes is in abeyance, nor will it ever be. He is the One without any associate Who has no son, nor has He any wife. He alone is the peerless Who has no one like Him. And He is the One Who is unique in that none of His Attributes are exclusively possessed by anyone besides Him. He is the One Who has no equal. He is the One Who has no one to share with Him His Attributes. And He is the One no Power of Whose is less than perfect. He is near, though He is far and He is far, though He is near.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He can reveal Himself to Ahl-e-Kashf in personification, but He has no body, nor any shape. He is above all, but it cannot be said that there is anything beneath Him. He is on 'Arsh, but it can't be said that He is not on the earth. He is the sum total of all Perfect Attributes and He is the Manifestation of every True Praise. He is the source of all that is Good and encompasses all Powers and He is the source of all Beneficences. He is the One to Whom everything returns. He is the Lord of all realms. He possesses every Perfection and is free from all defects, imperfections and weakness. It is His sole prerogative that all those who belong to the earth as well as all those who belong to the heavens should worship Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As far as He is concerned nothing is impossible for Him. All souls and their potentialities, and all particles and their potentials are His and only His creation. Nothing comes into existence without His agency. As for Him He reveals Himself through His Powers, His Omnipotence and His Signs. We can attain Him only through Him. He always reveals His Person to the righteous and shows them His Omnipotence—and this is the only means by which He is recognized and by which that way is recognized which is favoured by Him. He sees without physical eyes and hears without physical ears and speaks without a physical tongue. Likewise it is His work to bring a thing into existence from nothingness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, in the visions of dream you see how He creates a world without matter and shows you every mortal and nonexistent being as having existence. Thus are all His Powers. Ignorant is he who denies His Powers. Blind is he who has no knowledge of His profound and inconceivable Powers. He can, and does, everything that He intends to, except those things which violate His Majesty or which are in conflict with His Promises and Verdicts. He is unique in His Being, in His Attributes, in His Actions and in His Powers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All doors to reach Him are closed except the one door which the Noble Qur'an has opened. And all Prophethoods and all Books of the past are such as now there is no need left to follow them independently. Because the Prophethood of Muhammad (sa) comprises them all and encompasses them all. And except it [the Prophethood of Muhammad (as) ] all routes to God are closed. Each and every truth which leads to God is in it alone. Neither any truth will come after this, nor there was a truth which is not present in it. And for this reason all Prophethoods have ended with this Prophethood. And so it should have been: for a thing which has a beginning must also have an end. But this Prophethood of Muhammad (sa) in its intrinsic beneficence is not deficient. Rather its beneficence far surpasses the beneficence of other prophethoods. Following the Prophethood of Muhammad (sa) is the easiest route through which one can reach God. Obedience to it wins greater gifts of Divine love and Divine communion than ever before.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-479571618093809146?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/479571618093809146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/479571618093809146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2009/05/who-is-allah.html' title='Who is Allah?'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-6926778079897494918</id><published>2009-05-01T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T22:31:13.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Islam</title><content type='html'>“ISLAM”, adalah sebuah nama yang diberikan oleh Allah kepada agama ini (Quran 5:4), kata Islam berasal dari kosakata Arab yang secara harfiah berarti ketaatan dan damai. ISLAM berasal dari akar kata "SALIMA": damai, kesucian, ketundukan dan ketaatan. Jadi 'Islam' itu berarti jalan orang-orang yang taat kepada Allah dan yang membuat perdamaian dengan Allah dan makhluk-Nya. Yang disebut Muslim.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukanlah sebuah agama baru. Pesan islam pada dasarnya adalah pesan yang sama dengan pesan dan bimbingan Allah yang telah diturunkan kepada semua nabi sebelum Nabi Muhammad shollallahu ‘alihi wa sallam.&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman di dalam Al-Quran: "Katakanlah,` Kami beriman kepada ALLAH dan apa yang telah diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim dan Ismail dan Ishak dan Yakub dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan sekalian nabi dari Tuhan mereka . Dan kepadanya kami menyerahkan diri." (Qur'an 3-84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-6926778079897494918?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6926778079897494918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6926778079897494918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2009/05/islam.html' title='Islam'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-664690696836572221</id><published>2008-11-13T19:32:00.000-08:00</published><updated>2009-05-07T07:20:59.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Ahmadiyah Dalam rangka mensyi'arkan Islam : Ahmadiyah kembali membangun Masjid baru di Bradford dan Sheffield</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islam-today.net/images/mosque%20church%201.jpg.display.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 150px;" src="http://islam-today.net/images/mosque%20church%201.jpg.display.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah masjid al mahdi yang terletak di bradford, inggris, yang didirikan oleh komunitas muslim Ahmadiyah di Bradford (foto selengkapnya lihat disini ) Mesjid yang didanai oleh anggota Ahmadiyah ini menelan biaya 2,5 juta euro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya disini dapat kita catat, dalam perkembangannya Ahmadiyah telah mendirikan mesjid Baitunnur di Calgary, propinsi Alberta, Canada pada 2 Juli 2008 – kemudian pada 30 september Ahmadiyah mendirikan masjid Darul Barakaat di birmingham, pada 10 Oktober 2008 masjid Mubarak di kota Saint-Prix, Prancis dan 16 Oktober 2008 Ahmadiyah mendirikan mesjid Khadija yang merupakan msjid pertama di bekas ibukota Negara Jerman Timur, Berlin.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;lebih dari 2.000 orang yang hadir dalam acara peresmian masjid tersebut pada tanggal 7 november lalu. Peresmian itu dibuka langsung oleh khalfah Ahmadiyah seluruh dunia, Mirza Masroor Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresmian yang sekaligus khutbah ini telah disiarkan di 200 negara melalui MTA (Muslim Televisi Ahmadiyah). Mesjid yang memiliki kubah 8 meter ini bisa menampung sekitar 2000 jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid yang tepatnya berada Di jalan Rees, Undercliffe, Bradford, inggris membutuhkan 2 tahun dalam pembangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Bary Malik, juru bicara ahmadiyah bradford, mengatakan: "pintu masjid ini selalu terbuka untuk setiap orang. Kami ingin melakukan sebanyak yang kami bisa bagi masyaratkat dan untuk bradford”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"peresmian mesjid ini berjalan lancar, orang-orang datang dari seluruh negara dan dari jauh seperti dari pakistan kanada dan jerman sengaja untuk hadir dalam acara ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah hari perayaan dan sukacita untuk semua orang dan sekarang kami memiliki masjid yang indah, yang dapat dilihat dari setiap penjuru bradford. Orang-orang menyambut baik pemimpin kami yang datang untuk  meresmikan masjid kami"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdulla Hayat, ketua Muslim Ahmadiyah Inggris, mengatakan: "Nabi Muhammad saw telah menagajarkan kepada kmi bahwa barangsiapa yang membantu membangun masjid di dunia ini , maka Allah akan membangun rumah untuk mereka di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"masjid-masjid ahmadiyah,dimana saja berada adalah untuk menjangkau masyarakat disekitranya – begitu juga dengan mesjid baru di bradford ini akan bekerja  ke arah dialog antar keyakinan, saling pengertian dan menjaln keharmonisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perdamaian konferensi-konferesnsi perdamaian  akan diselenggarakan di sini, sekolah-sekolah  akan diundang, dan masjid ini akan terbuka untuk semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peresmian Baitul Aafiyat di Sheffield&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu selang satu hari yaitu pada tanggal 8 November 2008, Mirza Masroor Ahmad meresmikan masjid Baitul Aafiyat di Sheffield. Disebutkan bahwa makna dari masjid tersebut adalah "Rumah perdamaian dan Keamanan" yang merupakan representasi ajaran sejati Muslim Ahmadiyah. Peresmian ini dihadiri oleh berbagai perwakilan masyarakat setempat. Dalam sambutannya Mirza Masroor Ahmad menyampaikan tentang ajaran Islam sejati yang di dasarkan pada pemenuhan hak-hak Tuhan Yang Maha Kuasa dan pelayanan Keamanusiaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu  sambuatan disampaikan oleh anggota dewan Jane Bird,Walikota Sheffield mengucapkan selamat dalam usaha Ahmadiyah di bidang sosial. Dan mengatakan bahwa dia bangga tingal di Sheffield yang menurutnya kota dimana semua orang bisa tinggal berdampingan,saling menghormati dalam perbedaan kultur dan kapercayaan. Kemudian yang turut berbicara adalah Richard Caborn, anggota Parlemen Sheffield Central. dia mengatakan bahwa baru-baru ini beliau (Mirza Masroor Ahmad) telah memberikan masukan kepada rekan-rekan parlemen di westminster. dan pembicaraannya itu meninggalkan kesan yang mendalam kepada semua yang hadir. Selanjutnya ia mengatakan: "Adalah merupakan suatu kegembiraan bagi saya, dapat berhubungan dengan sebuah agama yang bermotokan: Love for all hatred for none".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-664690696836572221?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/664690696836572221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/664690696836572221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/11/ahmadiyah-dalam-rangka-mensyiarkan.html' title='Ahmadiyah Dalam rangka mensyi&apos;arkan Islam : Ahmadiyah kembali membangun Masjid baru di Bradford dan Sheffield'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-1764089835146825552</id><published>2008-09-16T23:52:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T23:56:21.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Praktek Puasa Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:xZ5rwPjX0qmFIM:http://img293.imageshack.us/img293/3888/ramadhan5nu8.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:xZ5rwPjX0qmFIM:http://img293.imageshack.us/img293/3888/ramadhan5nu8.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Muh Idris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT di dalam al-Quran mewajibkan kepada umat Islam untuk berpuasa ketika memasuki bulan Ramadhan. Perintah ini dalam redaksi kalimatnya ditujukan kepada setiap orang yang beriman. Oleh karena itu maksud dan tujuan utama untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Allah Taala berkenaan dengan puasa di bulan Ramadhan berfirman : &lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah [2]:183)&lt;br /&gt;Maulana Muhammad Ali dalam The Holy Quran menjelaskan tafsir ayat ini bahwa puasa adalah perintah Tuhan yang sama universalnya dengan perintah shalat. Akan tetapi Islam memperkenalkan pemahaman yang baru tentang puasa. Sebelum Islam puasa hanyalah dimaksudkan untuk mengurangi makan, minum, dan tidur pada waktu berkabung dan berduka cita. Tetapi Islam menjadikan puasa sebagai sarana untuk meninggikan akhlak dan rohani manusia. Hal ini sesuai dengan firman-Nya la’allakum tattaqûn (supaya kamu memperoleh ketakwaan/menjauhi diri dari kejahatan). Sehingga tujuan dari puasa itu sendiri adalah untuk melatih manusia bagaimana caranya menjauhkan diri dari segala macam keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan : Puasa artinya menahan diri dari makan, minum dan berjima disertai niat yang ikhlas karena Allah Yang Maha Mulia dan Agung, karena puasa mengandung manfaat bagi kesucian, kebersihan, dan kecemerlangan diri dari percampuran dengan keburukan dan akhlak yang rendah. Allah menuturkan bahwa sebagaimana Dia mewajibkan puasa kepada umat Islam, Dia pun telah mewajibkan kepada orang-orang sebelumnya yang dapat dijadikan teladan. Maka hendaklah puasa itu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan lebih sempurna daripada yang dilakukan oleh orang terdahulu, sebagaimana Allah berfirman, “…untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan…” (al-Maa’idah [5]:48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah berfirman, “Hari orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Sebab puasa dapat menyucikan badan dan mempersempit gerak setan sebagaimana hal ini dikemukakan dalam shahihain , “wahai para pemuda, barangsiapa diantara kamu sudah mampu memikul beban keluarga, maka kawinlah, dan barangsiapa yang belum mampu maka berpuasalah karena itu merupakan benteng baginya (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan Islam, puasa dilakukan tiga hari pada setiap bulan. Kemudian pelaksanaan itu dinasakh oleh puasa pada bulan Ramadhan. Dari Muadz, Ibnu Mas’ud, dan yang lainnya dikatakan bahwa puasa ini senantiasa disyariatkan sejak zaman Nuh hingga Allah manasakh ketentuan itu dengan puasa Ramadhan. Puasa diwajibkan atas mereka dalam waktu yang lama sehingga haram baginya makan, minum dan berjima’, serta perbuatan sejenisnya. Kemudian Allah menjelaskan hukum puasa sebagaimana yang berlaku pada permulaan Islam. (Ibnu Katsir, jld 1/h.286-287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga untuk dapat memenuhi tujuan dari puasa maka perlu dipahami bagaimana cara Rasulullah SAW berpuasa. Beliau SAW adalah suri teladan terbaik bagi umat Islam, karena syariat Islam diturunkan kepada beliau SAW. Dan beliau lah wujud yang paling mengerti bagaimana harus mengimplementasikan setiap perintah dari Allah SWT. Jadi beliau lah teladan praksis yang sempurna bagi seluruh umat manusia karena beliau diutus oleh Tuhan bukan hanya untuk umat Islam saja melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam banyak hadits-hadits telah disebutkan dengan jelas, bagaimana cara Rasulullah SAW berpuasa.Nasehat dan petunjuk beliau SAW dalam hal puasa ini diantaranya :&lt;br /&gt;Yang pertama adalah niatkan puasa untuk mencari keridhoan Allah SWT. Hal ini terdapat di dalam hadits muttafaqun ‘alaihi yang meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.&lt;br /&gt;Di dalam hadits ini disebutkan agar puasa yang kita lakukan dapat menghasilkan pengampunan atas dosa-dosa yang telah lalu maka syaratnya adalah meniatkan berpuasa hanya semata-mata untuk meraih ridho Tuhan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah beliau SAW berpuasa Ramadhan setelah melihat hilal dan mengakhirinya setelah melihat hilal lagi. Hal ini terdapat di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Berpuasalah kalian jika telah melihat hilal dan sudahilah puasa kalian jika telah melihat hilal lagi. Jika mendung menyelimutu kalian, maka genapkanlah hitungan bulan sya’ban menjadi 30 hari. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah beliau SAW membiasakan untuk makan sahur. Sebagaimana telah diriwayatkan oleh Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Bersantap sahurlah kalian, sebab di dalam sahur itu terdapat barakah. (HR Bukhari dan Muslim) Salah satu barakahnya adalah tubuh kita menjadi fit dan bugar dalam menjalankan puasa dan kita terhindar dari lemah, lesu dan loyo ketika menghadapi puasa sehingga aktifitas yang lainnya dapat dikerjakan dengan baik. &lt;br /&gt;Dan beliau SAW juga biasa mengakhirkan sahur, sebagaimana terdapat riwayat dari Anas bin Malik (dan dalam satu riwayat darinya bahwa Zaid bin Tsabit bercerita kepadanya) bahwa Nabiyullah dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Tatkala keduanya telah selesai sahur, Nabi berdiri pergi shalat, maka shalatlah beliau. Aku bertanya kepada Anas : Berapa lama antara keduanya selesai makan sahur dan mulai shalat? Anas berkata: Sekitar (membaca) lima puluh ayat.(HR Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang keempat adalah beliau SAW mengupayakan untuk menyegerakan berbuka puasa. Hal ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mau menyegerakan berbuka. (HR Bukhari dan Muslim). Di dalam hadits yang lain Rasulullah SAW disebutkan sangat menyukai berbuka dengan makan kurma. Berkaitan dengan hal ini, terdapat riwayat dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dhobby bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena air itu suci. Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima sebagian malam beliau SAW habiskan untuk qiyamul lail (mendirikan shalat malam) di bulan suci Ramadhan. Berkenaan dengan hal ini terdapat riwayat hadits, Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keenam adalah beliau SAW selalu menyibukkan diri untuk membaca al-Quran. Berkenaan dengan hal ini terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : saat malaikat Jibril menemui beliau. Setiap kali Jibril menemui beliau pada malam Ramadhan, pasti beliau tengah mentadabburi al-Quran.(HR Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, di dalam bulan suci Ramadhan agar diusahakan untuk menamatkan tilawat al-Quran sehingga berkat dari tilawat al-Quran tersebut dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketujuh adalah beliau SAW memperbanyak sedekah lebih dari hari-hari biasa. Ibnu ‘Abbas RA meriwayatkan, ia berkata : Rasulullah SAW adalah sosok manusia yang paling pemurah, terutama sekali pada bulan Ramadhan, saat malaikat Jibril menemui beliau. Setiap kali Jibril menemui beliau pada malam Ramadhan, pasti beliau tengah mentadabburi al-Quran. Sungguh tatkala Jibril menemiu beliau, beliau adalah sosok manusia yang paling pemurah dalam mengulurkan kebaikan, bahkan lebih pemurah daripada angina (pembawa rahmat) yang terus bertiup. (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Jadi di dalam hadits ini disebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok teladan kedermawanan bagi kita, akan tetapi di dalam bulan Ramadhan kedermawanan beliau lebih hebat lagi dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedelapan adalah beliau SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Hal ini sesuai dengan bunyi matan beberapa hadits berikut ini, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. (Muttafaq Alaihi)&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila hendak beri'tikaf, beliau sholat Shubuh kemudian masuk ke tempat i'tikafnya. (Muttafaq Alaihi)&lt;br /&gt;'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah memasukkan kepalanya ke dalam rumah -- beliau di dalam masjid--, lalu aku menyisir rambutnya dan jika beri'tikaf beliau tidak masuk ke rumah, kecuali untuk suatu keperluan. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari. Merujuk hadits-hadits tentang i’tikaf ini, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, maka pelaksanaan i’tikaf adalah mengambil tempat di masjid dan selama i’tikaf, mu’takif (orang yang melakukan i’tikaf) harus tetap berada di masjid sampai waktu i’tikaf selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kesembilan adalah beliau SAW tidak pernah memaksakan untuk tetap berpuasa bagi musafir, orang yang sakit dan sedang menghadapi udzur. Hal ini sesuai dengan hadits-hadits berikut ini, dari Hamzah Ibnu Amar al-Islamy Radliyallaahu 'anhu bahwa dia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku kuat berpuasa dalam perjalanan, apakah aku berdosa? Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Ia adalah keringanan dari Allah, barangsiapa yang mengambil keringanan itu maka hal itu baik dan barangsiapa senang untuk berpuasa, maka ia tidak berdosa. Riwayat Muslim dan asalnya dalam shahih Bukhari-Muslim dari hadits 'Aisyah bahwa Hamzah Ibnu Amar bertanya. Di dalam hadits yang lain terdapat pula riwayat dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata : Rasulullah dalam suatu perjalanan, beliau melihat kerumunan dan seseorang sedang dinaungi. Beliau bertanya, Apakah ini? Mereka menjawab, Seseorang yang sedang berpuasa. Maka, beliau bersabda, Tidak termasuk kebajikan, berpuasa dalam bepergian.(HR Bukhari). Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Orang tua lanjut usia diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan memberi makan setiap hari untuk seorang miskin, dan tidak ada qodlo baginya. Hadits shahih diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda berkenaan dengan keutamaan dalam berpuasa di bulan Ramadhan, dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman : Semua amal shaleh anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kalinya, bahkan sampai 700 kalinya, kecuali puasa, sebab puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku lah yang akan membalasnya, hal ini dikarenakan seseorang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Oran yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan, yakni kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika menghadap Rabbnya. Sungguh bau mulut orang ysang sedang berpuasa itu dalam pandangan Allah lebih harum dari minyak kesturi. Puasa adalah perisai. Jika seseorang sedang puasa, janganlah ia berbuat atau berkata yang tidak senonoh. Jika ada seseorang yang memakinya, hendaklah ia mengatakan : Maaf aku sedang puasa. (HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;Bulan suci ramadhan adalah bulan yang sangat baik bagi kita berintrospeksi diri. Adanya komitmen untuk bisa menjauhkan diri dari segala macam keburukan dan kelemahan serta menggantinya dengan terus menerus mengupayakan kesucian diri dan banyak mengerjakan amal kebajikan akan dapat meningkatkan kedekatan hubungan dengan Allah SWT. Insya Allah dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, jalan menuju keridhoan Tuhan semakin terbuka lebar. Wa Allah a’lamu bi ash-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-1764089835146825552?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1764089835146825552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1764089835146825552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/09/praktek-puasa-rasulullah-saw.html' title='Praktek Puasa Rasulullah SAW'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-5013284003216644028</id><published>2008-07-27T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T20:33:02.410-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Who is Allah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:SLTiJfK1OJphvM:http://masdar.blogdrive.com/images/Allah%2520Akbar.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:SLTiJfK1OJphvM:http://masdar.blogdrive.com/images/Allah%2520Akbar.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Who is Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Listen, O those who can, to what God desires from you. And what He desires is only that you become solely His and do not associate any partners with Him, neither in the heavens nor on the earth. Our God is that God who is alive even now as He was alive before. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He speaks even now as He used to speak before. And even now He hears as He used to hear earlier. It is a false notion that in these times He does hear but does not speak. But He hears and speaks, too. All His Attributes are eternal and everlasting. None of His Attributes is in abeyance, nor will it ever be. He is the One without any associate Who has no son, nor has He any wife. He alone is the peerless Who has no one like Him. And He is the One Who is unique in that none of His Attributes are exclusively possessed by anyone besides Him. He is the One Who has no equal. He is the One Who has no one to share with Him His Attributes. And He is the One no Power of Whose is less than perfect. He is near, though He is far and He is far, though He is near.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He can reveal Himself to Ahl-e-Kashf in personification, but He has no body, nor any shape. He is above all, but it cannot be said that there is anything beneath Him. He is on 'Arsh, but it can't be said that He is not on the earth. He is the sum total of all Perfect Attributes and He is the Manifestation of every True Praise. He is the source of all that is Good and encompasses all Powers and He is the source of all Beneficences. He is the One to Whom everything returns. He is the Lord of all realms. He possesses every Perfection and is free from all defects, imperfections and weakness. It is His sole prerogative that all those who belong to the earth as well as all those who belong to the heavens should worship Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As far as He is concerned nothing is impossible for Him. All souls and their potentialities, and all particles and their potentials are His and only His creation. Nothing comes into existence without His agency. As for Him He reveals Himself through His Powers, His Omnipotence and His Signs. We can attain Him only through Him. He always reveals His Person to the righteous and shows them His Omnipotence—and this is the only means by which He is recognized and by which that way is recognized which is favoured by Him. He sees without physical eyes and hears without physical ears and speaks without a physical tongue. Likewise it is His work to bring a thing into existence from nothingness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, in the visions of dream you see how He creates a world without matter and shows you every mortal and nonexistent being as having existence. Thus are all His Powers. Ignorant is he who denies His Powers. Blind is he who has no knowledge of His profound and inconceivable Powers. He can, and does, everything that He intends to, except those things which violate His Majesty or which are in conflict with His Promises and Verdicts. He is unique in His Being, in His Attributes, in His Actions and in His Powers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All doors to reach Him are closed except the one door which the Noble Qur'an has opened. And all Prophethoods and all Books of the past are such as now there is no need left to follow them independently. Because the Prophethood of Muhammad (sa) comprises them all and encompasses them all. And except it [the Prophethood of Muhammad (as) ] all routes to God are closed. Each and every truth which leads to God is in it alone. Neither any truth will come after this, nor there was a truth which is not present in it. And for this reason all Prophethoods have ended with this Prophethood. And so it should have been: for a thing which has a beginning must also have an end. But this Prophethood of Muhammad (sa) in its intrinsic beneficence is not deficient. Rather its beneficence far surpasses the beneficence of other prophethoods. Following the Prophethood of Muhammad (sa) is the easiest route through which one can reach God. Obedience to it wins greater gifts of Divine love and Divine communion than ever before.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-5013284003216644028?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5013284003216644028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5013284003216644028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/07/who-is-allah.html' title='Who is Allah?'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-1551976808401292557</id><published>2008-07-27T20:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T20:21:57.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Surah Al-Baqarah</title><content type='html'>Surah ini, yaitu Surah Al Qur’aan terpanjang, diwahyukan di Madinah dalam empat tahun pertama sesudah Hijrah dan dikenal sebagai Al Baqarah. Nama itu digunakan oleh Rasulullah saw. sendiri. Surah ini agaknya mendapat nama dari ayat-ayat 68-72, ketika peristiwa penting dalam kehidupan kaum Yahudi dituturkan dengan singkat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masa yang panjang, orang-orang Yahudi pernah tinggal di Mesir sebagai hamba dan budak di bawah penindasan yang sangat kejam para Fir‘aun, penyembah sapi. Seperti kebiasaan kaum tertindas, mereka pun telah mengambil dan meniru secara membabi-buta, banyak kebiasaan dan adat orang-orang Mesir, dan akibatnya mereka mempunyai kecintaan yang begitu mendalam kepada sapi, sehingga mendekati penyembahan. Ketika Nabi Musa a.s. memerintahkan mereka, agar mengorbankan sapi tertentu yang menjadi lambang persembahan mereka, mereka hingar-bingar tentang perintah itu. Peristiwa itulah yang dituturkan oleh ayat-ayat 68-72. Di samping nama Al Baqarah, Surah ini mempunyai nama lain – yaitu Az Zahraa. Surah Al Baqarah ini dan Ali ‘Imraan bersama-sama dikenal sebagai Az Zahrawaan – Sang Dwi Cemerlang (Muslim). Rasulullah saw. diriwayatkan telah bersabda, “Segala sesuatu mempunyai puncaknya, dan puncak Al Qur’aan ialah Al-Baqarah” (Tirmidzi). Surah ini ditempatkan sesudah Al Faatihah karena Surah ini mengandung jawaban terhadap semua persoalan penting, yang tiba-tiba dihadapkan kepada pembaca, bila sesudah mempelajari Al Faatihah ia mulai memasuki Kitab yang pokok, ialah, Al Qur’aan. Meskipun Al Faatihah pada umumnya mempunyai hubungan dengan semua Surah lainnya, tetapi ia mempunyai perhubungan khusus dengan Al Baqarah yang merupakan pengabulan do’a, Tunjuki kami pada jalan yang lurus. Sungguh, Al Baqarah dengan uraian-uraiannya mengenai Tanda-tanda (Ilahi), Al Kitaab, hikmah dan jalan untuk mencapai kesucian (2:130) merupakan jawaban yang tepat lagi padat terhadap do’a agung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-1551976808401292557?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1551976808401292557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1551976808401292557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/07/surah-al-baqarah.html' title='Surah Al-Baqarah'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-7204612575931818972</id><published>2008-07-10T08:57:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T08:59:02.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jadikan Toleransi sebagai Modal</title><content type='html'>Oleh M Zaid wahyudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendiri bangsa telah menciptakan Indonesia sebagai negara yang masyarakatnya penuh toleransi dengan menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai asas dan pedoman hidup bersama.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman identitas bangsa Indonesia yang sejak awal disadari pendiri bangsa itu kini mulai dinafikan seiring dengan perkembangan dunia yang semakin mengglobal dan kepemimpinan bangsa yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Zuhairi Misrawi, Koordinator Program Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, modal toleransi yang telah dikukuhkan itu masih menjadi toleransi yang pasif. Sebuah bentuk toleransi yang hanya didasari pada kepentingan bersama untuk hidup damai dan harmonis di antara perbedaan agama, ras, suku, budaya, dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu saja tidak cukup. Toleransi pasif harus dikembangkan menjadi toleransi yang aktif. Kebersamaan yang telah terwujud harus menjadi modal dan jembatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Toleransi mampu mewujudkan demokrasi dan menyelamatkan bangsa dari keterpurukan dan kemiskinan,” katanya. Toleransi harus menjadi spirit untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial, politik, dan budaya yang menjerat bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intoleransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kini mulai terjadi kemunduran atas rasa dan semangat kebersamaan yang sudah dibangun. Intoleransi menebal yang ditandai dengan meningkatnya rasa benci dan saling curiga di antara sesama anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hegemoni mayoritas atas minoritas semakin menebal, menggantikan kasih sayang, tenggang rasa, dan semangat untuk berbagi. Kualitas, visi, dan filosofi mulai dikalahkan oleh kuantitas, arogansi, dan provokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intoleransi muncul akibat hilangnya komitmen politik untuk menjadikan toleransi sebagai jalan keluar mengatasi berbagai persoalan yang membuat bangsa terpuruk. Bangsa Indonesia tak yakin toleransi mampu menjadi solusi atas problematika hidup berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif keagamaan, semua kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar dari setiap agama adalah toleransi. Akibatnya, yang muncul adalah kecenderungan intoleransi dan konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Padahal, agama bisa menjadi energi positif untuk membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perkembangan politik, sosial, dan ekonomi global turut memengaruhi menguatnya intoleransi di Indonesia. Sikap konsumtif masyarakat, termasuk dalam pemikiran, membuat bangsa lebih yakin dengan nilai dan ajaran dari luar negeri dibandingkan dengan kemampuan bangsa sendiri untuk menciptakan nilai yang pas bagi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sebenarnya relatif lebih toleran karena Indonesia memiliki kesepakatan politik dan peraturan yang mengatur tentang toleransi. Namun, kebijakan toleransi itu tidak ditopang dengan nilai toleransi yang cukup. Akibatnya, kesetaraan dan kesempatan yang sama untuk membangun bangsa belum dirasakan seluruh anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menguatnya intoleransi tidak segara diatasi negara, Indonesia dapat menjadi negara zero tolerance yang menafikan keragaman. Berbagai peradaban dunia telah membuktikan pengabaian toleransi dalam kehidupan berbangsa dan kegagalan kebijakan politik melindungi keragaman negara dapat menjadikannya sebagai negara gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan mampu menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara damai, Indonesia memiliki modal yang besar untuk mengembangkan pemikiran keagamaan yang konstruktif bagi demokrasi dan toleransi. Ditambah dengan nilai budaya yang beragam, Indonesia dapat menjadi produsen pemikiran Islam moderat dan dakwah yang damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan itu semakin besar akibat kegagalan negara-negara Barat dalam mengembangkan demokrasi dan toleransi. Klaim atas kebenaran dan kebencian kelompok mayoritas atas minoritas semakin menguat seiring dengan gencarnya perang melawan terorisme global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara Muslim sendiri, semangat untuk menghargai kelompok lain justru semakin berkurang. Sebagian besar negara Muslim juga masih disibukkan oleh persoalan-persoalan domestik yang mengekang kemajuan yang didambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Model keislaman di Indonesia yang berhasil membangun demokrasi dalam tataran nilai dan praktis mulai dilirik masyarakat global,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki institusi mandiri yang mampu menyokong pengembangan pemikiran agama yang moderat. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan yang memiliki visi kebangsaan yang kuat dapat memainkan perannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren-pesantren yang dimiliki NU serta sekolah-sekolah yang dimiliki Muhammadiyah dapat menjadi basis pengembangan pemikiran yang tidak hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat doktrinal, tetapi juga sejarah, filsafat, dan norma keagamaan. Jika nilai-nilai keagamaan yang dikembangkan lembaga- lembaga itu dirumuskan dalam konteks modern, maka nilai-nilai itu akan menjadi sedekah yang sangat berarti dari umat Islam Indonesia bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas-minoritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan mayoritas-minoritas selalu mengemuka saat membincangkan toleransi. Namun, hal ini dapat diatasi jika prinsip kesetaraan dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetaraan akan terwujud jika dilandasi semangat keterbukaan yang akan membuka wawasan dan hati serta menghilangkan kebencian dan kecurigaan terhadap pihak lain. Kesetaraan juga akan tercapai jika tiap pihak mengakui perbedaan dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara sebenarnya memiliki tanggung jawab terbesar untuk mewujudkan kesetaraan di antara seluruh warganya. Namun, peran ini belum dijalankan negara dan justru diperankan oleh kelompok masyarakat madani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan Zuhairi atas prinsip kesamaan manusia tanpa memandang identitas tak terlepas dari pendidikannya di pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Prenduan, Sumenep, KH Muhammad Idris Jauhari, selalu mengajarnya untuk bebas berpikir dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulannya dengan berbagai kelompok masyarakat lintas agama dan bangsa semakin membuka cakrawalanya akan arti penting toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Zaid wahyudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-7204612575931818972?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7204612575931818972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7204612575931818972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/07/jadikan-toleransi-sebagai-modal.html' title='Jadikan Toleransi sebagai Modal'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-342748496769618544</id><published>2008-07-03T07:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T07:10:35.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Comparing the Ahmadiyah and the Hizbut Tahrir</title><content type='html'>Comparing the Ahmadiyah and the Hizbut Tahrir     &lt;br /&gt;Bramantyo Prijosusilo , Ngawi, East Java &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Followers of Ahmadiyah believe their leaders are rightly guided Caliphs and their congregations of faithfuls constitute a Caliphate. The Hizb ut Tahrir al Islami (the Islamic Party of Liberation, HT for short) is also preoccupied with the idea of a Caliphate, a State with its own constitution, armed forces and geographical boundaries.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Where as the Ahmadiyah seek to convert people into believing in the Ahmadi version of Islam, which maintains Mirza Gulam Ahmad was the promised Messiah, the HT also attempts to convert people into believing their own version of Islam, which prescribes the struggle to establish a physical Caliphate as a wajib, or fundamental obligation, for Muslims. Both peculiarities are unique to their groups and represent a 'deviation' from the traditional mainstream Islamic thought. HT was founded in 1953 in Jerusalem by Taqiuddin al-Nabhani, and is banned in many Islamic countries but has supporters in high places in Jakarta. Ahmadiyah is also banned in many countries and has no open supporters among the elite in Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although Islamic traditions state the Messiah will descend sometime before the end of the world, not many Muslims believe he has already arrived and departed in the form of Mirza Gulam Ahmad in India before its partition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Similarly, although Islamic tradition does note early Muslims after the death of the Prophet were organized under the banner of a Caliphate, most Muslims also believe the establishing of a Caliphate is not a religious duty, and that any form of State is fine as long as it promotes justice and allows the practices of Islam and doesn't prosecute Muslims because of their faith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most modern Muslims believe secular democracy is better than any form of government yet invented and refer to the process of electing Abu Bakar as the first Caliph after the Prophet's death as the precedence for democracy in Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of course, there are some fundamental differences between the Ahmadiyah and the HT. The main difference is the HT aims to establish a political Caliphate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everywhere the HT is active, it denounces democracy as a Western vice. A glance through HT websites impresses upon the reader a hatred for Jews and the West, who are portrayed as evil controllers of the world that can only be dealt with through the establishment of a Caliphate. In contrast, the Ahmadiyah websites proclaim their motto "Love for all, hatred for none" and do not aim to overthrow any government or form any State whatsoever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Both the Ahmadiyah and the HT are prosecuted and banned in many countries, but for different reasons. The HT is banned in many Middle Eastern countries because it is hostile toward the governments and aims to overthrow the State. In some European Union countries, the HT is banned because it breeds anti-Semitic and extremist views, and several European terrorists were found to have links to the HT and to possess substantial amounts of HT literature. The Ahmadiyah are banned in some Islamic countries because they are judged as deviating from 'true' Islam, especially in their faith in Mirza Gulam Ahmad being the promised Messiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Indonesia, the MUI organization of clerics has called for the Ahmadiyah to be banned, and several Islamic organizations have viciously attacked and closed down Ahmadiyah mosques. The Indonesian chapter of the HT, in contrast, enjoys tacit support from some ministers and overt support from hard organizations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One might be tempted to ask, if Ahmadiyah preaches love for all and hatred for no one, and HT preaches hatred for democracy and calls for the overthrow of existing States, why is it that in Indonesia, the establishment is more worried about Ahmadiyah than it is concerned about the anti-democracy ideology of the HT? Why are there cabinet ministers who overtly and tacitly support the anti-democracy, theocratic, ideology that aims to overthrow the State to replace it with their version of a Caliphate? Does that not sound like hypocrisy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Further more, one might want to examine whether HT's version of establishing a Caliphate is truly as Islamic as they claim. Though HT activists are taught their strategy is to follow the example of the Prophet, many ex-activists, such as the British writer Ed Husain have pointed out that HT has a lot to thank Lenin and Trotsky for. While Muhammad taught a religion, HT seeks political power using Leninist methods. The HT goes on and adopts a Trotskyist, internationalist vision.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe because Lenin's thoughts have for decades been banned here, no one has actually pointed out the Leninism in HT's methods, because no one is sure what Leninism is. The HT seeks, just like the Bolsheviks, to firstly develop a core of firm believers that communicate clear and simple slogans to the masses, and when the time ripens, one day seize power and establish their Caliphate (Soviet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then from that Caliphate, like falling dominoes, their ideology will spread throughout Islamdom. Eventually the Caliphate will convert the whole world through jihad and da'wah. Just because they wrap their Leninist ideas in Islamic jargon it doesn't mean that Leninism isn't there. The rank and file of the HT is unlikely to be aware of their debt to Lenin but a debt there certainly is.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Both the Ahmadiyah and HT seek to convert people to believing their version of Islam, but while the first is concerned with the spiritual aspect of life, the second is concerned with the political aspect. One would be happy to see the Republic of Indonesia prosper and flourish, while the other would succeed only once it had overthrown the Republic and established a Caliphate in its place. Which is more dangerous for the nation? &lt;a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/04/16/comparing-ahmadiyah-and-hizbut-tahrir.html"&gt;Lihat yang Asli &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-342748496769618544?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/342748496769618544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/342748496769618544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/07/comparing-ahmadiyah-and-hizbut-tahrir.html' title='Comparing the Ahmadiyah and the Hizbut Tahrir'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-7250914381463620645</id><published>2008-06-23T19:32:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T19:33:42.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Memuliakan Al-Quran</title><content type='html'>Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran penting, yaitu kamu hendaknya jangan meninggalkan Alquran sebagai benda yang dilu- pakan sebab, justru di dalam Alquran-lah terdapat kehidupanmu. Barang siapa memuliakan Alquran ia akan memperoleh kemuliaan di langit.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; Barang siapa lebih mengutamakan Alquran dari segala Hadits dan dari segala ucapan lain, akan di utamakan di langit. Bagi ummat manusia di atas permukaan bumi ini, kini tidak ada kitab lain kecuali Alquran dan bagi seluruh Bani Adam kini tidak ada seorang rasul juru syafaat selain Muhammad Musthafa saw. Maka berusahalah untuk menaruh kecintaan yang setulus-tulusnya kepada Nabi agung itu dan janganlah meninggikan seseorang selain beliau dalam segi apapun agar di langit kamu dicatat, di daftar orang-orang yang memperoleh keselamatan. Dan ingatlah, bahwa najat (keselamatan) bukanlah sesuatu yang akan nampak nanti sesudah mati, melainkan najat yang hakiki ialah yang memperlihatkan cahayanya di alam dunia ini juga. Siapakah yang memperoleh keselamatan? Ialah dia yang berkeyakinan bahwa Tuhan benar-benar ada dan bahwa Muhammad saw. adalah juru syafaat yang menjadi penengah antara Tuhan dan seluruh makhluk; bahwa di bawah bentangan langit ini tidak ada rasul lain semartabat dengan beliau dan tidak ada kitab lain semartabat dengan Alquran; bahwa Tuhan tidak menghendaki siapa pun untuk hidup selama-lamanya, akan tetapi Nabi pilihan ini hidup untuk selama-lamanya. Untuk menjadikan beliau tetap hidup selama-lamanya, Tuhan telah meletakkan dasar demikian, ialah Dia mengalirkan keberkatan-keberkatan syariat dan keberkatan rohani terus hingga hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-7250914381463620645?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7250914381463620645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7250914381463620645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/06/memuliakan-al-quran.html' title='Memuliakan Al-Quran'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-5458747915774980084</id><published>2008-06-04T07:08:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T07:14:18.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalat menuntun manusia kepada Tuhan</title><content type='html'>Setelah memahami makna daripada Tidak ada yang patut disembah selain Allah selanjutnya laksanakanlah shalat sepenuh hati karena mengenai ini selalu ditekankan kewajibannya oleh Al-Qur’an seperti pada ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka celakalah mereka yang bersembahyang, tetapi lalai dari sembahyang mereka" (S.107 Al-Maun:5-6).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Patut kiranya dimengerti bahwa yang namanya shalat itu adalah bentuk permohonan yang diajukan oleh seorang pengabdi kepada Tuhan pada saat ia merasakan kesedihan karena merasa terpisah dari Wujud-Nya. Dengan hati yang mencair ia memohon dapat diizinkan bertemu dengan Tuhan-nya, karena tidak ada yang bisa disucikan kecuali Tuhan mensucikannya dan tidak ada yang dapat bertemu dengan Tuhan hingga Dia berkenan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manusia terbelenggu oleh berbagai kekang rantai dan jerat leher. Ia menginginkan kebebasan tetapi belenggu-belenggu tersebut tetap menjerat. Seberapa besarnya niat manusia menginginkan kesucian namun jiwanya yang sangat menyesali (nafs lawwamah) masih juga terkadang tergelincir. Hanya rahmat Tuhan saja yang bisa mensucikan manusia dari dosa. Tidak ada kekuasaan yang dapat mensucikan kalian berdasar daya kekuatan sendiri semata. Tuhan sudah memberikan jalan berupa shalat guna menumbuhkan perasaan-perasaan yang suci. Shalat merupakan doa yang diajukan kepada Allah s.w.t. saat merasakan kegalauan dengan hati yang terbakar sedemikian rupa sehingga segala pikiran keji dan jahat bisa dienyahkan dan sebagai gantinya muncul hubungan suci dengan Allah s.w.t. melalui pelaksanaan firman-firman Tuhan.&lt;br /&gt;Arti kata shalat itu sendiri mengindikasikan bahwa doa hakiki tidak semata diutarakan oleh lidah saja, tetapi juga harus disertai rasa seperti kalbunya itu solah-olah terbakar dan terpanggang dalam api. Allah s.w.t. tidak akan menerima doa hamba-Nya kecuali yang bersangkutan pada saat berdoa itu seolah-olah mengalami kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya shalat merupakan doa dalam bentuknya yang paling luhur, tetapi manusia tidak menyadarinya. Di zaman ini banyak sekali umat Muslim yang melakukan pengulangan rumusan-rumusan kesalehan seperti halnya kaum tarekat Naushahi dan Naqshbandi1 dan lain-lain. Sayang sekali tidak ada dari mereka yang menyadari bahwa ajaran mereka tidak sepenuhnya bersih dari segala bid'ah. Mereka ini tidak menyadari realitas shalat dan karenanya mengecilkan arti firman-firman Allah s.w.t. Bagi seorang pencari tidak ada dari bid=ah-bid=ah tersebut yang bermanfaat dibandingkan dengan shalat sendiri. Cara yang diperlihatkan Hazrat Rasulullah s.a.w. ialah ketika sedang menghadapi kesulitan maka beliau mengambil air wudhu, lalu menegakkan shalat dimana segala doa beliau panjatkan saat shalat tersebut. Pengalamanku sendiri mengatakan bahwa tidak ada yang membawa seseorang lebih dekat kepada Allah s.w.t. kecuali melalui shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sikap yang dilakukan saat shalat menggambarkan rasa hormat, rendah hati dan kelembutan. Dalam Qiyam (sikap berdiri tegak) si pelaku shalat berdiri sopan dengan kedua tangan terlipat di dada laiknya seorang hamba yang berdiri takzim di hadapan tuan atau rajanya. Dalam sikap Ruku (membungkukkan tubuh) si pelaku shalat membungkukkan dirinya dengan segala kerendahan hati. Puncak dari kerendahan hati itu dicapai saat Sujud yang menggambarkan puncak rasa ketidak-berdayaan si penyembah. (Khutbah dalam Jalsah Salanah, 1906; hal. 6-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah shalat secara teratur. Ada orang-orang yang merasa cukup dengan melakukan shalat hanya sekali dalam sehari. Mestinya mereka menyadari bahwa tidak ada manusia yang dikecualikan dari ketentuan tersebut, tidak juga para Nabi. Ada diutarakan dalam sebuah Hadith bahwa sekelompok orang yang baru saja baiat ke dalam Islam, memohon kepada Hazrat Rasulullah s.a.w. agar mereka dibebaskan dari kewajiban melakukan shalat. Beliau berujar: 'Agama yang tidak menentukan suatu kewajiban, bukanlah suatu agama sama sekali' (Malfuzat, vol. I, hal. 263).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi aku tekankan kepada kalian bahwa jika kalian ingin mencipta hubungan hakiki dengan Allah s.w.t., kerjakanlah shalat sedemikian rupa sehingga tubuh kalian, lidah kalian, ruhani kalian dan perasaan kalian semuanya menjadi perwujudan daripada shalat. (Malfuzat, vol. I, hal. 170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah shalat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah shalat itu? Shalat adalah permohonan doa yang diajukan kepada Allah yang Maha Agung dimana tanpa itu maka seseorang tidak bisa sepenuhnya dianggap bisa hidup dan memperoleh sarana keamanan dan kebahagiaan. Hanya berkat Rahmat Ilahi saja maka manusia bisa memperoleh keselesaan hakiki. Dari sejak saat itu maka yang bersangkutan akan merasakan kenikmatan dan kesenangan daripada shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ia mendapat kenikmatan dari makanan lezat, ia pun akan memperoleh kenikmatan dari isak dan tangisnya saat shalat. Sebelum ia mencapai kondisi demikian dalam shalatnya itu, perlu kiranya ia bersiteguh dalam shalatnya tersebut sebagaimana halnya orang yang harus menelan obat pahit agar pulih kembali kesehatannya. Perlu baginya tetap runut melaksanakan shalat dan mengajukan doanya meski saat itu ia belum merasakan kenikmatannya. Dalam keadaan seperti itu, ia harus mencari kepuasan dan kesenangan dalam shalat melalui pengajuan doa berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau melihat betapa butanya diriku dan saat ini aku sepertinya seperti orang yang sudah mati. Aku menyadari bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi aku ini akan kembali menghadap kepada-Mu dimana tidak ada seorang pun bisa mencegahnya. Namun hatiku ini buta dan belum mendapat pencerahan. Turunkanlah ke dalam hatiku nyala nur yang terang agar hatiku diilhami dengan kecintaan kepada-Mu dan pengabdian kepada Engkau. Berkatilah aku dengan Rahmat-Mu ini agar aku tidak dibangkitkan nanti dalam keadaan buta atau bersama mereka yang tidak melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia berdoa dengan cara ini dan bersiteguh dalam doanya maka ia akan melihat satu waktu akan datang ia merasakan sesuatu turun ke dalam hatinya ketika ia sedang berdoa demikian yang akan meluluhkan hatinya. (Malfuzat, vol. IV, hal. 321-322).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mereka yang memelihara dengan ketat sembahyangnya" (S.23 Al-Muminun:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna daripada ayat ini ialah mereka yang beriman yang selalu menjaga keutuhan shalatnya dan tidak perlu diingatkan lagi oleh siapa pun. Hubungan mereka dengan Allah s.w.t. sedemikian rupa sehingga ingatan akan Wujud-Nya menjadi suatu hal yang amat berharga bagi mereka, menjadi sumber segala keselesaan dan bahkan hidup mereka itu sendiri. Karena itu mereka selalu menjaga ketat shalat mereka dan tidak pernah ingin meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jelas bahwa seseorang akan menjaga sesuatu jika ia menyadari bahwa kehilangannya akan menghancurkan hidupnya. Orang yang akan menempuh perjalanan di gurun yang diduga tidak memiliki mata air atau pun makanan dalam jarak ratusan kilometer, dengan sendirinya akan menjaga persediaan bekal miliknya seolah-olah nyawanya sendiri karena keyakinan bahwa kehilangan benda-benda itu berarti kehilangan nyawanya. Karena itu mukminin hakiki akan selalu menjaga keutuhan shalatnya seperti si petualang di atas. Mereka tidak akan mengabaikan shalatnya meski pun menghadapi risiko kehilangan kekayaan atau kehormatan atau pun mengundang ketidak-senangan orang lain. Setiap kekhawatiran akan kehilangan kesempatan bershalat menjadikan mereka menderita dan terasa seperti mau mati. Mereka tidak bisa memikul beban perasaan telah mengabaikan ingatan kepada Tuhan meski hanya sekejap saja. Mereka menganggap shalat dan dzikir kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan dimana tergantung nyawa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti itu akan tercapai ketika Allah s.w.t. mengasihi mereka dimana nur terang dari Kasih-Nya turun ke dalam kalbu mereka dan memberikan suatu kehidupan baru bagi mereka sedemikian rupa sehingga ruhani mereka dicerahkan dan menjadi hidup. Dalam keadaan seperti itu, kesibukan mereka berdzikir dan mengingat Tuhan bukan lagi karena formalitas atau penampilan semata tetapi karena kesadaran bahwa Tuhan telah menjadikan kalbu mereka menjadi bergantung pada sumber makanan ruhani yang menjadi keniscayaan karena ingatan kepada Wujud-Nya sebagaimana halnya tubuh phisik bergantung pada makanan jasmani. Hal inilah yang menjadikan mereka lebih menyukai sumber makanan ruhani ini dibanding makanan jasmani dan mereka selalu ketakutan akan kehilangan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu sebagai akibat dari ruh yang turun ke diri mereka laiknya sebuah nyala yang menimbulkan mabuk hakiki akan kecintaan kepada Tuhan dalam hati mereka. Mereka tidak ingin dipisahkan daripadanya meski hanya sekejap. Mereka siap menderita dan disiksa demi kedekatan demikian dan karenanya selalu menjaga ketat shalat mereka. Hal ini menjadi suatu yang alamiah bagi mereka bahwa shalat yang menjadi sarana keingatan kepada Tuhan lalu menjadi sumber makanan ruhani yang pokok. Manifestasi kecintaan Allah s.w.t. kepada mereka adalah dalam bentuk dzikir kepada Tuhan yang menyenangkan hati. Karena itulah dzikir kepada Tuhan lalu menjadi suatu hal yang amat berharga bagi mereka yang bahkan lebih berharga dari nyawa mereka sendiri. Kasih Allah s.w.t. merupakan jiwa baru yang turun ke hati mereka laiknya sebuah nyala cahaya dan menjadikan shalat serta dzikir sebagai sumber makanan keruhanian mereka. Mereka meyakini bahwa yang menghidupkan mereka bukanlah roti dan air semata tetapi adalah karena shalat dan dzikir kepada Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-5458747915774980084?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5458747915774980084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5458747915774980084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/06/shalat-menuntun-manusia-kepada-tuhan.html' title='Shalat menuntun manusia kepada Tuhan'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-1241146968680093831</id><published>2008-05-11T03:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T03:32:39.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Nara sumber bimbingan Islam</title><content type='html'>Pertama, adalah Kitab Suci Al-Qur’an yang merupakan Kitab Allah yang menjadi bukti terakhir yang paling konklusif. Kitab ini merupakan Firman Tuhan yang bebas dari segala keraguan dan perkiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adalah praktek kebiasaan yang dilakukan oleh Hazrat Rasulullah s.a.w. yang disebut sebagai Sunah. Kami tidak menganggap bahwa Hadts dan Sunah adalah sama atau menjadi satu kesatuan. Hadts berbeda dengan yang dikenal sebagai Sunah.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; Yang dimaksud dengan Sunah adalah praktek kebiasaan yang dilakukan Hazrat Rasulullah s.a.w. yang kita ikuti dan muncul bersamaan dengan Al-Qur’an dan berjalan paralel. Dengan kata lain, Al-Qur’an adalah Firman dari Allah yang Maha Kuasa, sedangkan Sunah adalah tindakan Hazrat Rasulullah s.a.w.  Sudah menjadi Sunatullah (kebiasaan bagi Allah s.w.t.) bahwa para Nabi yang membawakan Firman Tuhan sebagai pedoman bagi umat manusia dimana mereka menggambarkan pelaksanaannya melalui tindakan mereka sehingga tidak ada keraguan dalam pikiran manusia berkaitan dengan perintah Tuhan. Para Nabi melaksanakan Firman tersebut dan mengajak serta mendorong umatnya untuk melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber ketiga yang merupakan tuntunan bagi manusia adalah Hadts yaitu riwayat atau kisah yang dikompilasi dari pernyataan berbagai perawi kurang lebih sekitar satu abad setengah setelah Hazrat Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perbedaan di antara Sunah dan Hadts ialah Sunah itu merupakan praktek berkelanjutan yang dimulai oleh Hazrat Rasulullah s.a.w. Kedudukan Sunah dalam kepastian ajaran adalah kedua setelah Al-Qur’an. Sebagaimana Hazrat Rasulullah s.a.w. ditugaskan untuk penyiaran Al-Qur’an, beliau juga ditugaskan untuk menetapkan Sunahnya. Sebagaimana Al-Qur’an bersifat penuh kepastian maka begitu juga dengan Sunah yang berkelanjutan. Kedua tugas tersebut dilaksanakan Hazrat Rasulullah s.a.w. sebagai kewajiban beliau. Sebagai contoh, ketika shalat dijadikan sebagai suatu kewajiban maka Hazrat Rasulullah s.a.w. memberikan contoh melalui tindakan beliau berapa jumlah rakaat yang harus dilakukan dalam setiap shalat. Dengan cara sama beliau memperagakan pelaksanaan ibadah haji. Beliau mendidik ribuan dari para sahabat tentang praktek pelaksanaan ibadah. Ilustrasi praktek yang bersifat berkesinambungan di antara umat Muslim tersebut disebut sebagai Sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain Hazrat Rasulullah s.a.w. tidak pernah mengatur untuk mencatat atau mengkompilasi Hadts di hadapan atau di masa hidup beliau. Hazrat Abu Bakar r.a. pernah mengumpulkan beberapa Hadts tetapi karena sifat kehati-hatian, beliau kemudian membakarnya karena beliau sendiri belum pernah mendengar isinya dari Hazrat Rasulullah s.a.w. sehingga tidak meyakini kebenarannya. Saat para sahabat Rasulullah s.a.w. sudah sama berpulang maka beberapa penerus mereka berfikir untuk mengkompilasi Hadts. Tidak ada yang meragukan bahwa para penghimpun Hadts adalah orang-orang yang saleh dan muttaqi. Mereka telah menguji kebenaran dari Hadts sejauh dimungkinkan dan menghindari hal-hal yang diperkirakan sebagai tidak asli, serta menolak Hadts atau pun perawi yang mereka ragukan kejujurannya. Mengingat semua kegiatan tersebut bersifat ex-post factum (sesuatu yang terjadi setelah fakta kenyataannya) maka jadinya tidak lebih merupakan dugaan semata. Hanya saja amat tidak adil untuk mengatakan bahwa Hadts adalah suatu kesia-siaan yang tidak berguna. Sudah demikian banyak kehati-hatian yang dicurahkan dalam upaya kompilasi Hadts dan begitu banyak penelitian dan kritikan yang diterapkan dalam upaya tersebut sehingga tidak ada padanannya dalam agama-agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umat Yahudi juga memiliki kompilasi Hadts dan Yesus a.s. dimusuhi oleh sekte bangsa Yahudi yang menganut Hadts tersebut. Hanya saja tidak ada dibuktikan kalau para penghimpun Hadts Yahudi telah sedemikian hati-hatinya dalam mengkompilasi Hadts sebagaimana yang dilakukan oleh para penghimpun Hadts dari umat Muslim. Tetapi salah besar jika kemudian membayangkan bahwa sebelum Hadts selesai dikompilasi bahwa umat Muslim tidak mengetahui rincian ibadah shalat atau memahami cara terbaik melaksanakan ibadah haji. Ilustrasi dari Sunah telah mengajarkan kepada mereka seluruh batasan dan kewajiban yang ditetapkan oleh agama Islam. Namun benar juga jika dikatakan bahwa bila Hadts yang dikumpulkan jauh setelah masa Rasulullah s.a.w. bila tidak dikompilasi pun tetap saja tidak akan mengurangi hakikat ajaran Islam karena Al-Qur’an dan Sunah telah memenuhi keperluan tersebut. Hadts merupakan nur pelengkap dan Islam menjadi Nur di atas Nur dimana Hadts menjadi bukti kesaksian dari Al-Qur’an dan Sunah. Dari sekian banyak sekte atau mazhab yang kemudian muncul di antara umat Muslim, sekte yang benar memperoleh manfaat akbar dari Hadts hakiki. Pandangan yang benar ialah jangan memperlakukan Hadts sebagai suatu hal yang lebih berwenang daripada Al-Qur’an sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Ahl-i-Hadts1 di zaman ini atau lebih memilih pernyataan Hadts yang bertentangan dengan Al-Qur’an dibanding Al-Qur’an itu sendiri, tetapi juga jangan menganggap Hadts sebagai suatu yang sia-sia dan dusta sebagaimana keyakinan dari Maulvi Abdullah Chakralvi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan Al-Qur’an dan Sunah sebagai batu penguji suatu Hadts dan mana yang tidak bertentangan dengan keduanya itu, sewajarnya diterima dengan baik. Inilah jalan yang lurus dan berberkatlah mereka yang mengikutinya. Sangat bodoh dan sial orang yang serta merta menolak Hadts tanpa melalui uji coba sebagaimana kami usulkan di atas. Menjadi kewajiban bagi para anggota Jemaat kami bahwa Hadts yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunah, harus diterima dan dipatuhi, betapa lemahnya pun tingkat kesahihannya, dan diperlakukan lebih tinggi dari peraturan yang ditetapkan para jurist. (Review on the Debate between Batalwi and Chakralvi, Qadian, 1902; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 19, hal. 209-212,  London, 1984).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-1241146968680093831?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1241146968680093831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1241146968680093831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/05/nara-sumber-bimbingan-islam.html' title='Nara sumber bimbingan Islam'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-6170250019920507818</id><published>2008-05-01T21:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T21:04:12.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Yang Sesat dan Yang Ngamuk</title><content type='html'>Yang Sesat dan Yang Ngamuk&lt;br /&gt;Oleh A. Mustofa Bisri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena melihat sepotong, tidak sejak awal, saya mengira massa yang ditayangkan TV itu adalah orang-orang yang sedang kesurupan masal. Soalnya, mereka seperti kalap. Ternyata, menurut istri saya yang menonton tayangan berita sejak awal, mereka itu adalah orang-orang yang ngamuk terhadap kelompok Ahmadiyah yang dinyatakan sesat oleh MUI.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya sendiri tidak mengerti kenapa orang -yang dinyatakan- sesat harus diamuk seperti itu? Ibaratnya, ada orang Semarang bertujuan ke Jakarta, tapi ternyata tersesat ke Surabaya, masak kita -yang tahu bahwa orang itu sesat- menempelenginya. Aneh dan lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon orang-orang yang ngamuk itu adalah orang-orang Indonesia yang beragama Islam. Artinya, orang-orang yang berketuhanan Allah Yang Mahaesa dan berkemanusiaan adil dan beradab. Kita lihat imam-imam mereka yang beragitasi dengan garang di layar kaca itu kebanyakan mengenakan busana Kanjeng Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau benar mereka orang-orang Islam pengikut Nabi Muhammad SAW, mengapa mereka tampil begitu sangar, mirip preman? Seolah-olah mereka tidak mengenal pemimpin agung mereka, Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau massa yang hanya makmum, itu masih bisa dimengerti. Mereka hanyalah mengikuti telunjuk imam-imam mereka. Tapi, masak imam-imam -yang mengaku pembela Islam itu- tidak mengerti misi dan ciri Islam yang rahmatan lil ’aalamiin, tidak hanya rahmatan lithaaifah makhshuushah (golongan sendiri). Masak mereka tidak tahu bahwa pemimpin agung Islam, Rasulullah SAW, adalah pemimpin yang akhlaknya paling mulia dan diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masak mereka tidak pernah membaca, misalnya ayat "Ya ayyuhalladziina aamanuu kuunuu qawwamiina lillah syuhadaa-a bilqisthi…al-aayah" (Q. 5: 8). Artinya, wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu penegak-penegak kebenaran karena Allah dan saksi-saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeret kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka tidak pernah membaca kelembutan dan kelapangdadaan Nabi Muhammad SAW atau membaca firman Allah kepada beliau, "Fabimaa rahmatin minaLlahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhal qalbi lanfaddhuu min haulika… al-aayah" (Q. 3: 159). Artinya, maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau berperangai lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau kasar dan berhati kejam, niscaya mereka akan lari menjauhimu…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saya tidak mengerti jalan pikiran atau apa yang merasuki pikiran mereka sehingga mereka tidak mampu bersikap tawaduk penuh pengayoman seperti dicontoh-ajarkan Rasulullah SAW di saat menang. Atau, sekadar membayangkan bagaimana seandainya mereka yang merupakan pihak minoritas (kalah) dan kelompok yang mereka hujat berlebihan itu mayoritas (menang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kelompok mayoritas, mereka tampak sekali -seperti kata orang Jawa- tidak tepa salira. Apakah mereka mengira bahwa Allah senang dengan orang-orang yang tidak tepo saliro, tidak menenggang rasa? Yang jelas Allah, menurut Rasul-Nya, tidak akan merahmati mereka yang tidak berbelas kasihan kepada orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya heran mengapa ada -atau malah tidak sedikit- orang yang sudah dianggap atau menganggap diri pemimpin bahkan pembela Islam, tapi berperilaku kasar dan pemarah. Tidak mencontoh kearifan dan kelembutan Sang Rasul, pembawa Islam itu sendiri. Mereka malah mencontoh dan menyugesti kebencian terhadap mereka yang dianggap sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka ingin meniadakan ayat dakwah? Ataukah, mereka memahami dakwah sebagai hanya ajakan kepada mereka yang tidak sesat saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau? Kelihatannya kok tidak mungkin kalau mereka sengaja berniat membantu menciptakan citra Islam sebagai agama yang kejam dan ganas seperti yang diinginkan orang-orang bodoh di luar sana. Tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH A. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber : http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=337871&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-6170250019920507818?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6170250019920507818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6170250019920507818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/05/yang-sesat-dan-yang-ngamuk.html' title='Yang Sesat dan Yang Ngamuk'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-8874388819111388004</id><published>2008-04-29T19:02:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T19:11:36.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Tujuan Daripada Agama</title><content type='html'>Tujuan Daripada Agama&lt;br /&gt;Tujuan pokok daripada menganut suatu agama adalah kita&lt;br /&gt;memperoleh kepastian berkaitan dengan Tuhan yang menjadi&lt;br /&gt;sumber dari keselamatan, seolah-olah kita bisa melihat Wujud-&lt;br /&gt;Nya dengan mata kita. Unsur kejahatan dalam dosa akan selalu&lt;br /&gt;mencoba menghancurkan manusia dimana seseorang tidak&lt;br /&gt;akan bisa melepaskan diri dari racun fatal dari dosa sampai ia&lt;br /&gt;itu meyakini sepenuh hati beriman kepada Tuhan yang Maha&lt;br /&gt;Sempurna dan Maha Hidup, yang menghukum para pendosa&lt;br /&gt;dan mengganjar yang muttaqi dengan kenikmatan yang kekal.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan pengalaman umum bahwa jika kita meyakini akan&lt;br /&gt;efek-efek fatal yang ditimbulkan sesuatu maka dengan&lt;br /&gt;sendirinya kita tidak akan mendekatinya. Sebagai contoh, tidak&lt;br /&gt;akan ada orang yang menenggak racun secara sadar. Tidak&lt;br /&gt;akan ada orang yang secara sengaja berdiri di depan seekor&lt;br /&gt;harimau liar. Tidak juga orang mau memasukkan tanggannya&lt;br /&gt;ke lubang ular berbisa. Lalu mengapa orang melakukan dosa&lt;br /&gt;secara sengaja? Sebabnya adalah karena ia tidak memiliki&lt;br /&gt;keyakinan penuh mengenai hal tersebut sebagaimana dengan&lt;br /&gt;hal-hal lain yang dicontohkan tadi. Tugas pertama seseorang&lt;br /&gt;dengan demikian adalah berusaha memperoleh keyakinan&lt;br /&gt;mengenai eksistensi daripada Tuhan dan menganut suatu&lt;br /&gt;agama yang melalui mana hal itu bisa dicapai, agar dengan&lt;br /&gt;demikian ia akan menjadi takut kepada Tuhan dan menjauhi&lt;br /&gt;dosa. Lalu bagaimana bisa memperoleh keyakinan demikian?&lt;br /&gt;Jelas bahwa hal seperti itu tidak akan bisa didapat hanya&lt;br /&gt;melalui dongeng-dongeng. Tidak juga bisa diperoleh melalui&lt;br /&gt;argumentasi saja. Satu-satunya cara untuk memperoleh&lt;br /&gt;keyakinan adalah dengan mengalami pendekatan dengan&lt;br /&gt;Tuhan berulangkali melalui bercakap-cakap dengan Wujud-&lt;br /&gt;Nya atau dengan menyaksikan berbagai tanda-tanda-Nya yang&lt;br /&gt;luar biasa, atau juga melalui kedekatan dengan seseorang yang&lt;br /&gt;memiliki pengalaman demikian.&lt;br /&gt;(Nasimi Dawat, Qadian, Ziaul Islam Press, 1903; sekarang&lt;br /&gt;dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 19, hal. 447-448, London,&lt;br /&gt;1984).&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-8874388819111388004?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/8874388819111388004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/8874388819111388004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/04/tujuan-daripada-agama.html' title='Tujuan Daripada Agama'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-5675580110903339773</id><published>2008-04-23T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-04-23T07:59:46.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Mohon Maaf, Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:_wc-YCL5GH364M:http://farm3.static.flickr.com/2046/2096053764_3b3c691de2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 5px 5px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:_wc-YCL5GH364M:http://farm3.static.flickr.com/2046/2096053764_3b3c691de2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mohon Maaf, Ahmadiyah&lt;br /&gt;Masykurudin Hafidz&lt;br /&gt;Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, Ahmadiyah. Kami memasukkan keyakinan dan keberadaan Anda sebagai persoalan besar yang mengancam negeri ini. Daripada kemiskinan, kelaparan, kenaikan harga bahan pokok, serta biaya pendidikan yang makin mahal, kami lebih suka memilih Anda sebagai sasaran pekerjaan. Keseriusan kami semata-mata karena ini menyangkut keyakinan; sesuatu yang sangat prinsipil bagi setiap umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bertahun-tahun kami dikondisikan untuk selalu curiga terhadap lain keyakinan. Ibarat musuh dalam selimut, ia lebih berbahaya karena bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Kami tidak terbiasa untuk terbuka dan mempelajari dengan serius sistem keyakinan lain tanpa harus takut terpengaruh karenanya. Sebagai mayoritas, justru yang kami lakukan adalah membuat Anda merasa tidak aman, tidak nyaman dan tidak bebas menjalankan ibadah serta kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya kenapa kalau kebebasan Anda untuk beribadah kami ambil alih? Kami ini sangat sensitif terhadap agama di luar agama resmi sehingga selalu berusaha untuk melarang dan menutup tempat ibadah Anda. Kami merasa berhak untuk menentukan status keyakinan Anda. Apa yang kami hakimi sebagai sesat, itu berarti kami boleh menghilangkan hak sebagai warga dalam mendapatkan perlindungan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menutup mata terhadap sumbangan Anda kepada kemanusiaan (humanity first). Jaringan yang sangat luas tersebar di belahan bumi membuat Anda mampu menyalurkan bantuan terhadap kemiskinan, pendidikan, dan korban bencana. Di Indonesia, jumlah anggota organisasi Anda yang hanya lima ratus ribu sanggup mengumpulkan puluhan miliar setiap tahun. Anda juga punya televisi yang berpusat di Inggris sehingga dunia dapat melihat bahwa Indonesia adalah negeri yang damai, terbuka dan kondusif untuk investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi inilah kami. Kesepakatan kita bahwa di negara ini tidak ada yang boleh didiskriminasi tiba-tiba kami ingkari. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan tidak lagi kami jadikan sabuk pengaman bagi integrasi bangsa. Negara sebagai penjamin atas hak-hak bagi setiap warga, termasuk Anda, lalai dan sengaja membiarkan saat Anda menjadi sasaran kesewenang-wenangan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, Ahmadiyah. Kami tidak bisa menerima perbedaan. Kami tidak menganut pluralisme karena paham itu datang dari luar. Kami punya keyakinan sendiri yang sesuai dengan ajaran kami. Kami bisa melakukan larangan dan melakukan tindakan kekerasan jika tidak sesuai dengan keyakinan kami. Tuhan pasti berada di pihak kami karena kami yang paling benar. Kami adalah khalifah Tuhan yang diperintah untuk meluruskan keyakinan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kami menghentikan perhatian terhadap masalah perbedaan keyakinan karena hal itu menjadi faktor yang membuat bangsa ini dalam bahaya. Kami lupa bahwa negeri ini adalah salah satu negeri paling plural di dunia sehingga kesatuan akan tumbuh jika masing-masing keyakinan dihormati. Persatuan Indonesia yang menuntut bahwa setiap orang berhak beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, entah itu sesuai atau tidak dengan keyakinan yang lain, tiba-tiba kami singkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa kami menyerang masjid-masjid tempat Anda beribadah. Padahal ajaran kami mengatakan, kami tidak boleh menyakiti orang lain tanpa alasan apa pun. Tidak boleh menyerang orang lain kecuali sekadar mempertahankan diri. Bahkan ketika orang lain menyerang kami tiba-tiba meminta perlindungan, wajib hukumnya bagi kami untuk melindunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan terhadap orang lain tanpa memandang keyakinan sering kali kami temui dalam ajaran kami. Kami masih ingat saat Rasulullah Muhammad menerima para tamu yang datang dari kelompok yang berkeyakinan lain di masjid Madinah. Saat rombongan tersebut meminta izin keluar untuk melakukan kebaktian justru Rasulullah mempersilakan untuk beribadah di Masjid Nabawi. Masjid justru digunakan untuk menerima dan membangun toleransi antaragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan sangat tegas Rasulullah menjamin jiwa, harta, dan agama para penganut keyakinan di luar keyakinannya. Ia mendeklarasikan Piagam Madinah sebagai undang-undang bersama untuk hidup berdampingan secara damai dan toleran. Kami tahu, di dalam piagam tersebut dijelaskan bahwa masyarakat yang hidup di Madinah saat itu, yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen, disebut sebagai satu umat (ummatan wahidah). Isi piagam tersebut juga memuat untuk mengemban tanggung jawab yang sama dalam menghadapi tantangan dari luar. Tidak boleh ada diskriminasi, siapa pun yang berada di Madinah harus dilindungi serta tidak boleh ada yang terluka, apa pun keyakinannya, bagaimanapun latar belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri tercinta ini, kami juga mengerti bahwa Undang-Undang Dasar 1945 kita menegaskan bahwa jaminan konstitusional tentang hak untuk hidup, untuk tidak disiksa, untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, untuk beragama, untuk tidak diperbudak, dan untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, kami tahu bahwa bangsa ini telah menjadi bagian dari masyarakat internasional yang meratifikasi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia lewat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999. Bahkan bangsa ini juga sudah mengesahkan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik melalui UU Nomor 12 Tahun 2005. Kedua ketentuan tersebut menegaskan jaminan negara atas kebebasan beragama dan berkeyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ajaran dan teladan Rasulullah begitu jauh dari kami. Tidak perlu ada kesesuaian ajaran dan undang-undang dengan tindakan sehari-hari. Juga kesepakatan kita dalam menjalankan roda kehidupan bangsa ini tiba-tiba seperti angin lalu. Tugas kami sebagai pengayom seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi kami abaikan. Kami diam saja, bahkan ikut menyuburkan praktek diskriminasi dan penafian atas hak-hak kebebasan berkeyakinan. Padahal, itu hak paling asasi yang dianugerahkan Tuhan. Semangat kebangsaan kami memang sedang defisit. Kami gampang terpengaruh oleh isu-isu murahan dan sentimental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, Ahmadiyah. Kami tidak mampu melindungi Anda. Kami tidak bisa menjamin jika suatu saat rumah atau masjid Anda akan diserang. Sekali lagi, mohon maaf.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sumber : korantempo tanggal 22 April 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-5675580110903339773?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5675580110903339773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5675580110903339773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/04/mohon-maaf-ahmadiyah.html' title='Mohon Maaf, Ahmadiyah'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-1797138951954586573</id><published>2008-04-10T03:04:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T03:11:29.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>PUSAT PERIBADATAN ADALAH KESUCIAN KALBU</title><content type='html'>PUSAT PERIBADATAN ADALAH KESUCIAN KALBU&lt;br /&gt;Pusat segala kegiatan dan peribadatan manusia ialah kalbu. Bila seorang melakukan peribadatan atau sembahyang, tetapi ia sendiri tidak sungguh-sungguh mengingat kepada Allah Swt., maka peribadatan demikian adalah sia-sia belaka. Sudah sewajarnya bahwa kalbu orang yang beribadat itu benar-benar condong kepada Allah. Wajib diketahui, bahwa pada masa ini didapati ribuan mesjid-mesjid, tetapi apa yang dilakukan di dalamnya itu adalah hanya merupakan upacara menurut adat peribadatan. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Adat demikian adalah benar-benar sama dengan yang dilakukan orang-orang Yahudi pada waktu Rasulullah saw. diutus di dunia ini. Mereka itu melakukan peribadatan sesuai upacara menurut adat kebiasaan agama, tetapi kalbu mereka itu sama sekali kosong dari peribadatan. Itulah sebabnya kutukan Tuhan telah menimpa mereka. Kesegaran dan pertumbuhan taman peribadatan tergantung dari kesucian kalbu. Itulah sebabnya Allah Taala berfirman :&lt;br /&gt; “Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa”&lt;br /&gt;Orang yang memperoleh sukses adalah hanya orang yang membersihkan  kalbunya, dan siapa yang tidak berbuat demikian dan hanya mengejar dorongan hawa nafsunya, maka orang itu tidak memperoleh maksud hidupnya yang sebenarnya.(Malfuzat, jilid VII, halaman 289).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-1797138951954586573?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1797138951954586573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1797138951954586573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/04/pusat-peribadatan-adalah-kesucian-kalbu.html' title='PUSAT PERIBADATAN ADALAH KESUCIAN KALBU'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-4528839446220049168</id><published>2008-04-01T01:01:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T01:16:27.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><title type='text'>PENAMPAKAN SIFAT ALLAH “AL HALIM ”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alislam.org/albums/khalifa5/aaa.highlight.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 5px 5px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://alislam.org/albums/khalifa5/aaa.highlight.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KHUTBAH JUM’AH HADZRAT AMIRUL MUKMININ&lt;br /&gt;KHALIFATUL MASIH V atba.&lt;br /&gt;Tanggal  21 Maret 2008  dari  Baitul Futuh London U.K.&lt;br /&gt;Alih bahasa : Hasan Basri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAMPAKAN SIFAT ALLAH “AL HALIM ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur menyampaikan khutbah tentang manifestasi kesabaran yang sangat luhur dari sifat  حَلِيْمُ (Halim) Tuhan seperti yang telah dipertunjukkan oleh Hadzrat Rasulullah saw selama dalam kehidupan beliau. Allah swt telah memerintahkan orang-orang beriman kepada-Nya untuk menerapkan sifat-sifat Ilahi ini pada diri mereka masing-masing.&lt;br /&gt;    Telah difirmankan bahwa ciri khas orang-orang beriman adalah mereka yang banyak menyerap sifat-sifat Allah swt pada diri mereka. Dan Allah swt menganugerahkan banyak sekali sifat-sifat-Nya kepada para Anbiya-Nya supaya beliau-beliau itu berjaya dalam memperbaiki ummat manusia dan menjadi contoh tauladan bagi mereka. Dan Nabi yang paling banyak menerima anugerah sifat-sifat Ilahi dari Allah swt adalah Nabi Muhammad saw sehingga beliau menjadi contoh paling mulia bagi ummat manusia diseluruh dunia untuk sepanjang zaman.&lt;br /&gt;    Akan tetapi sekalipun betapa cemerlangnya sifat-sifat Allah swt telah mewarnai wujud beliau namun orang-orang yang tidak simpati bahkan memusuhi beliau dan memusuhi Agama Islam tidak dapat melihat keadaan beliau yang cemerlang dengan sifat-sifat Ilahi itu.     &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Huzur menerangkan beberapa riwayat tentang sifat-sifat Allah swt yang dipertunjukkan oleh Rasulullah saw dihadapan para sahabah bahkan dihadapaan kaum musyrik Mekkah pada waktu itu.&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang utusan dari suatu daerah telah datang kepada Rasulullah saw dan dia berulang kali menarik-narik jubah beliau sampai janggut mubarak beliau-pun dipegang-pegangnya, sehingga menimbulkan kemarahan terhadap para sahabat yang menyaksikan pada waktu itu khususnya Hadzrat Umar r.a. Karena sangat marahnya, Hadzrat Umar berkali-kali telah menghunus pedang beliau hendak memukul utusan itu. Namun Hadzrat Rasulullah saw menahan Hadzrat Umar supaya jangan membalas perbuatan kasar orang itu. Sehingga Hadzrat Umar berkata : Ya Rasulullah!! Orang ini sangat tidak sopan terhadap Rasulullah!! Saya hendak memukul kepalanya dengan pedang ini!! Namun sesungguhnya Hadzrat Rasulullah saw sangat sabar dan sangat berbaik hati dalam menyikapi orang yang telah berbuat tidak sopan dan kasar itu kepada beliau. Sambil senyum, Rasulullah saw melarang Hadzrat Umar untuk tidak membalas perbuatan kasar orang itu.&lt;br /&gt;    Didalam sebuah riwayat lain lagi dikatakan bahwa Zaid Bin Sun’ah seorang Alim Yahudi yang berpengetahuan tinggi datang dari Madinah kepada Rasulullah saw. Kisah ini Zaid Bin Sun’ah sendiri menceritakannya, katanya : Ketika saya berjumpa dengan Hadzrat Muhammad Rasulullah saw saya nampak semua keindahan akhlaq dan sifat-sifat luhur beliau kecuali dua hal (dua sifat) beliau yang belum nampak kepada saya. Yaitu pertama sifat حِلْمٌ  (hilm) yang mengalahkan dan menguasai kemarahan. Kedua, berapa kerasnya seorang diperlakukan tidak sopan dan kasar oleh orang lain namun sifat sabar dan kasih sayang-nya semakin nampak cemerlang. Saya ingin sekali menyaksikan kedua sifat ini pada diri beliau. Sambil duduk dekat beliau saya ingin mempergunakan kesempatan untuk menyaksikan kedua sifat  itu pada diri beliau. Saya betul-betul ingin mengetahui apakah ada atau tidak ada sifat ini pada diri beliau seperti telah disebutkan didalam nubuatan yang pernah saya ketahui.&lt;br /&gt;    Pada suatu hari ketika sedang duduk-duduk dengan beliau datanglah seorang dusun (kampung) mengendarai seekor unta menghadap Rasulullah saw dan berkata : Ya Rasulullah!!  Kampung kami sudah masuk Islam semuanya. Sebelum masuk Islam, saya katakan kepada mereka jika kalian masuk Islam kalian akan mendapat rizki banyak sekali dari Allah swt. Kebetulan kampung itu sekarang sedang dilanda kelaparan karena kekeringan sudah lama tidak turun hujan. Saya takut sekali jangan-jangan mereka ini masuk Islam betul-betul mengharapkan turunnya rezki yang banyak dari Allah swt. Saya takut mereka akan mendapat pertolongan dari orang lain, lalu mereka meninggalkan Islam. Sebab mereka masuk Islam mungkin untuk mendapatkan rizki yang banyak itu dari Allah swt.&lt;br /&gt;Ya Rasulullah!  Kami mohon agar mereka itu dibantu supaya mereka tetap berpegang pada keimanan mereka dan jangan lari dari Islam.&lt;br /&gt;    Pada waktu itu Hazrat Ali-pun sedang duduk bersama Hadzrat Rasulullah saw. Lalu Hadzrat Rasulullah saw bertanya kepada Hadzrat Ali r.a. “Hai Ali!! Apakah permohonan orang ini bisa dipenuhi? “ Hadzrat Ali menjawab : “Ya Rasulullah!! Kami sedang tidak mempunyai apa-apa, tidak bisa memberi bantuan apa-apa kepada mereka”.  Zaid Bin Sun’a berkata kepada Rasulullah saw,  “hai Muhammad saw! Jika kebun kurma milik si Fulan itu sebagai jaminan sewa diberikan kepada saya dan ditetapkan waktunya untuk dibayar, saya bisa memberi bantuan kepada kampung orang ini”. Maka Hadzrat Rasulullah saw bersabda kepada saya (Zaid Bin Sun’a) : “Hai Yahudi! Kurma yang telah ditetapkan sebelumnya itu boleh saja diberikan, namun syarat yang engkau sebutkan itu tidak bisa dikabulkan bahwa kurma itu harus diambil dari kebun si Fulan!”. Mendengar jawaban dari Hadzrat Rasulullah saw ini, Zaidpun setuju. Lalu ia membuka pundi-pundi berisi uang dan memberikan sejumlah uang-nya kepada Rasulullah saw sambil berkata : Uang ini harus dikembalikan pada waktu yang telah ditetapkan menurut perjanjian sebelumnya. Maka uang itu diambil oleh Hadzrat Rasulullah saw dan diberikan kepada orang kampung itu untuk dibagikan kepada orang-orang kampung yang sedang ditimpa kelaparan.&lt;br /&gt;    Zaid Bin Sun’a selanjutnya mengatakan : Beberapa hari sebelum kurma itu diambil dari kebun, saya sudah datang untuk menagih hutang itu kepada Rasulullah saw. Saya tarik kain serta jubah beliau sambil berkata : “Hai Muhammad!! Apakah hak saya mau dibayar atau tidak? Demi Allah saya tahu betul keadaan kakek engkau Abdul Muthalib, sangat kikir selalunya mengundur-undur perjanjian dalam urusan hutang. Dan saya juga tahu tentang engkau hai Muhammad, sentiasa melambat-lambatkan janji!!” Hadzrat Umar r.a. yang sedang duduk didekat Rasulullah saw sangat marah dan tidak tahan mendengar penghinaan ini, dan berkata sambil marah kepada saya (Zaid Bin Sun’a) katanya : “Hai musuh Allah! Mengapa engkau berani berkata sangat kasar dan tidak sopan kepada seorang Rasul Allah? Demi Allah jika aku tidak takut kepada beliau sudah aku pukul kepala engkau dengan pedang-ku ini.”&lt;br /&gt;Walaupun suasana sangat tegang akan tetapi Hadzrat Rasulullah saw menghadapi suasana itu dengan sabar dan tenang, kemudian berkata sambil senyum kepada Hadzrat Umar : “Hai Umar! Jangan engkau marah kepadanya! Lebih baik kita bayar hutang itu kepadanya! Pergilah engkau Umar bersama Zaid Bin Sun’a ini dan bayarlah utang kepadanya. Dan ingat! Tambahlah 20 Sa’ (44 kg) lagi sebab engkau  telah memarahi sambil mengancam dan menakut-nakuti dia! “&lt;br /&gt;Zaid Bin Sun’a meneruskan kisahnya, katanya saya pergi dengan Hadzrat Umar r.a. untuk menerima pembayaran kurma itu sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Namun Umar memberi 44 Kg lebih kepada saya. Lalu saya tanya : “Umar! Mengapa kau beri lebih 44 Kg kepada saya, untuk apa?”, Umar menjawab : “Ini perintah Hadzrat Rasulullah saw untuk diberikan kepada engkau karena saya telah memarahi, mengancam dan menakut-nakuti engkau!” Saya berkata kepada Umar r.a. : “Hai Umar! Tahukah engkau siapa aku ini?” Umar menjawab : “Saya tidak tahu siapa engkau!”, lalu saya jawab ”Saya ini Zaid Bin Sun’ah!”, Umar berkata lagi : “Zaid Bin Sun’ah orang Yahudi yang Alim itu?” Saya jawab : “Ya itulah saya!” Umar berkata lagi : “Mengapa engkau seorang alim dan berilmu tinggi, engkau telah berkata sangat kasar dan tidak hormat kepada seorang Rasul Allah?” Saya (Zaid Bin Sun’ah) jawab “Umar! Setelah saya melihat wajah Hadzrat Muhammad saw, saya nampak semua ciri-ciri dan tanda-tanda kenabian beliau, tetapi dua buah ciri lagi pada waktu itu belum nampak kepada saya. Yaitu pertama sifat حِلْمٌ  (hilm) yang mengalahkan dan menguasai kemarahan. Kedua, berapa kerasnya seorang diperlakukan tidak sopan dan kasar oleh orang lain namun sifat sabar dan kasih sayang-nya semakin nampak cemerlang.  Oleh itu saya mau tahu betul kedua sifat beliau itu dan pada sa’at ini saya sedang mendapat kesempatan yang baik untuk membuktikannya. Hai Umar! Sekarang saya jadikan engkau sebagai saksi! Aku beriman kepada Allah adalah Tuhanku, Islam adalah agama-ku dan Muhammad saw adalah Rasul Allah! Dan saya sangat gembira karena semua keinginan saya itu telah terpenuhi, dan karena itu separuh dari harta saya yang saya miliki saya serahkan kepada ummat Muhammad saw.”&lt;br /&gt;Jadi setelah menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sempurnanya sifat حِلْمٌ  (hilm)  lemah-lembut, pengasih dan pemaaf Hadzrat Rasulullah saw maka Zaid Bin Sun’ah orang alim Yahudi itu telah masuk Islam.&lt;br /&gt;Huzur mengatakan bahwa peristiwa semacam itu bukan hanya satu atau dua kali terjadi, akan tetapi sering sekali terjadi bahkan tidak terhitung banyaknya. Dan kisah-kisah beliau seperti itu tidak atau belum sampai kepada kita.&lt;br /&gt;Sebuah kisah lagi yang ingin saya sampaikan kepada hadirin semua adalah masih sebuah peristiwa yang menggambarkan sifat  حِلْم  hilm beliau itu.  Pada suatu ketika Rasulullah saw harus membayar hutang kepada seorang orang kampung. Orang itu telah datang kepada Hadzrat Rasulullah untuk menagih hutang itu dengan suara keras dan sangat tidak sopan. Para sahabah yang sedang duduk bersama Hadzrat Rasulullah saw marah dan semua bangkit untuk memukul orang itu.  Melihat prilaku para sahabah demikian itu beliau bersabda : Biarkanlah dia! Orang yang mempunyai piutang itu (orang yang menagih hutang itu) mempunyai hak untuk berbicara. Sekarang belilah seekor ternak yang sama umurnya dengan ternak yang dia pinjamkan itu kepada kita. Para sahabah berkata : “Ya Rasulullah! Kita mempunyai seekor hewan lebih baik dan lebih gemuk dari pada hewan yang telah dia pinjamkan kepada kita”.  Hadzrat Rasulullah saw barsabda : “Berikanlah hewan itu untuk membayar hutang kepadanya. Orang yang paling baik dari antara kalian adalah orang yang membayar hutangnya dengan cara yang sangat baik.”&lt;br /&gt;    Huzur atba bersabda: حِلْم  hilm artinya : sabar dan pengasih juga. Dari peristiwa itu semua nampaklah betapa sabar dan pengasihnya Hadzrat Rasulullah saw itu. Didalam kehidupan rumah tangga juga beliau sentiasa menunjukkan sifat sabar dan lembut serta pengasih terhadap isteri-isteri beliau.&lt;br /&gt;    Hadzrat Aisyah r.a. menceritakan sebuah kisah, katanya pada suatu hari beberapa orang tamu datang kerumah Rasulullah saw. Saya mempersiapkan makanan untuk mereka itu. Hadzrat Safiyah juga menyediakan makanan dan mengirimkannya lebih awal dari pada saya.  Saya merasa kurang senang melihat demikian dan saya telah menyuruh pembantu untuk menumpahkan makanan yang telah dibawa oleh Hadzrat Safiyah itu. Diapun mengambilnya lalu pinggan berisi makanan itu jatuh tertumpah dan pecah berkeping-keping. Kemudian Rasulullah saw dengan tenang memunguti makanan yang terjatuh itu dan diletak diatas pinggan lain lalu beliaupun memakannya dari pinggan itu dengan tenang. Kepingan-kepingan pinggan yang pecahpun dikumpulkan dan lantai dibersihkan kembali oleh beliau. Sesudah itu pinggan saya beserta makanannya dikirimkan kepada Hadzrat Safiyah sebagai gantinya. Pada waktu itupun wajah Hadzrat Rasulullah saw sedikitpun tidak berobah dan tidak pula menunjukkan rasa kesal atau marah kepada siapapun.&lt;br /&gt;    Huzur bersabda : Contoh dan tauladan Hadzrat Rasulullah saw tentang sifat حِلْم  hilm  itu bukan hanya berlaku untuk orang-orang dizaman itu saja, melainkan berlaku untuk kita semua dan untuk orang-orang yang akan datang juga. Bukan hanya didengar, dibaca atau dilihat namun untuk ditunjukkan secara amaliah apabila waktunya tepat untuk diamalkan. `&lt;br /&gt;    Huzur bersabda : Saya telah menerima banyak complain, diantaranya ada yang melaporkan tentang perbuatan aniaya dan kejam terhadap amah (pembantu rumah) atau suami-suami berbuat kejam terhadap isteri-isteri mereka. Sampai ada perempuan yang dipukuli melampaui batas sehingga terpaksa harus dibawa ke Hospital. Di Eropah ini memang sering terjadi bahkan sudah biasa, jika terjadi krisis rumah tangga polisipun turun tangan dan menangkap mereka yang berbuat terlalu berlebihan, sehingga timbul masalah baru dan harus menghadap ke pengadilan. Jadi berlaku lemah-lembut, kasih sayang dan toleransi adalah contoh-contoh Hadzrat Rasulullah saw yang harus diikuti oleh semua orang.    &lt;br /&gt; Sekarang dirumah tangga sering terjadi, bukan saja suami yang berbuat marah atau berbuat aniaya terhadap isterinya, namun kakak ipar perempuan dan mertuanya juga ikut memarahi dan memukul menantunya itu. Dalam situasi demikian semua pihak harus berhati-hati dan harus berusaha menahan perasaan marah. Rasulullah saw bersabda : “Apabila seseorang sedang marah sambil berdiri, hendaknya ia duduk kemudian berbaring sambil membaca istighfar banyak-banyak dan membaca la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azim, kemudian basuh muka sambil berwudhu supaya perasaan marah menjadi hilang.”&lt;br /&gt;Huzur menerangkan peristiwa Fatah Mekkah untuk menjelaskan lebih jauh lagi bagaimana Hadzrat Rasulullah saw menunjukkan sifat حِلْم  hilm , pema’af dan kasih-sayang beliau. Sambil berdiri dimuka pintu Ka’bah beliau saw berseru kepada para penduduk Mekkah yang pada waktu itu sedang merasa ketakutan bersembunyi didalam rumah-rumah mereka. Dengan suara keras beliau menyeru : “Wahai orang-orang Quraisy!! Perlakuan apa kiranya yang kalian harapkan dari padaku?” Mereka berkata : “اَنْتَ كَرِيْمٌ اِبْنُ كَرِيْمٍ  Hai Muhammad engkau orang terhormat anak seorang terhormat! Kami mengharapkan perlakuan baik dari pada engkau!! Rasulullah saw bersabda atas jawaban mereka itu&lt;br /&gt; اِذْهَبُوْا اَنْتُمُ تُّلقَاء لاَ تَثْرِيْبَ عَلَيْمُ اْليَوْمَ  Pergilah kalian dengan bebas! Telah aku ma’afkan kalian semua. Tidak ada sedikitpun tuntutan lagi diatas kalian!!”  &lt;br /&gt;Seorang musuh Islam yang sangat keras bernama Safwan bin Umayyah telah melarikan diri ketakutan dituntut hukuman. Umair bin Wahab datang menghadap Hadzrat Rasulullah saw dan berkata : “Ya Rasulullah! Safwan bin Umayyah seorang pemimpin kaum, ia telah lari karena takut dan ia sedang menuju kearah laut untuk menyeberang kenegeri Yaman. Ya Rasulullah! Ma’afkanlah dia! Maka Rasulullah-pun mema’afkan-nya.“&lt;br /&gt;Ketika Safwan bin Umayyah dihubungi oleh Umair bin Wahab dan diberi tahu kepadanya bahwa ia telah dima’afkan. Ia meminta tanda bukti bahwa Rasulullah saw telah mema’afkannya. Maka melalui Umair bin Wahhab Rasulullah mengirimkan kepadanya sorban yang beliau pakai ketika kembali memasuki Mekkah diwaktu fatah Mekkah, untuk meyakinkan bahwa Safwan telah dima’afkan oleh beliau saw. Ketika Umair bin Wahhab memberikan sorban itu kepada Safwan bin Umayyah, dia sedang bersiap-siap naik perahu mau pergi ke Yaman, mula-mula ia menolaknya karena masih merasa ragu dan takut apakah benar-benar Rasulullah saw telah mema’afkannya, mengingat dia telah banyak melawan dan menganiaya para pengikut Rasulullah saw dimasa lampau secara ganas dan kejam. Akhirnya ia pergi dan menghadap kepada Rasulullah saw dan berkata kepada beliau : “Hai Muhammad! Betulkah yang dikatakan Umair bin Wahhab, engkau telah mema’afkan saya?”  Rasulullah saw menjawab : “Apa yang telah dikatakan Umair itu betul!” Sofwan berkata lagi : Kalau begitu berilah saya waktu selama dua bulan sebelum saya menyatakan masuk Islam. Rasulullah saw bersabda : “Saya beri waktu empat bulan, kalau memang engkau berminat untuk masuk Islam”.&lt;br /&gt;Demikianlah contoh dan tauladan Hadzrat Rasulullah saw yang telah diperlihatkan kepada kita semua supaya kita sentiasa berusaha menerapkan sifat hilm itu dan juga akhlaq fadillah beliau pada diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;Selanjutnya Huzur atba menceritakan riwayat dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw bersabda : “Seorang yang gagah berani bukanlah seorang yang telah dapat menaklukkan lawannya sampai jatuh, akan tetapi seorang yang gagah berani adalah dia yang dapat menaklukkan hawa nafsunya diwaktu ia sedang marah.” Rasulullah saw tidak pernah marah jika beliau dihina atau dimaki-maki oleh siapapun. Akan tetapi beliau sangat marah apabila ada orang yang memaki Islam dan Penciptanya yaitu Allah swt.&lt;br /&gt;Pada suatu ketika seorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata: Ya Rasulullah! Saya selalu berbuat baik dan menaruh kasihan kepada saudara-saudara saya dan kerabat saya, akan tetapi mereka sebaliknya selalu berbuat buruk dan berbuat kejahilan kepada saya, mereka membenci saya. Maka Rasulullah saw bersabda : “Jika engkau benar berbuat seperti yang telah engkau katakan maka Allah swt senantiasa akan menolong engkau untuk menghadapi keburukan mereka selama engkau tetap berbuat baik seperti engkau katakan kepada-ku! Jadi sebetulnya untuk membalas perbuatan apapun kepada orang lain, manusia harus meminta pertolongan kepada Allah swt, jika tidak syaitan akan menambah buruk keadaan. “&lt;br /&gt;    Sebuah riwayat lagi yang diceritkan oleh Hadzrat Suhail r.a. dari kakek beliau katanya Rasulullah saw bersabda, barangsiapa yang menahan amarahnya diwaktu ia sedang dalam keadaan sangat marah, pada waktu itu dia memang bisa melakukan kemarahan namun dia tahan sekuat tenaga sehingga tidak jadi marah, maka pada hari qiamat dia akan dipanggil dihadapan orang banyak untuk diperlihatkan bahwa orang ini sangat dekat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;    Hadzrat Ali r.a. meriwayatkan katanya Rasulullah saw bersabda kepada saya  “Hai Ali maukah engkau kuajar kalimat-kalimat, jika kalimat-kalimat ini engkau ucapkan Allah swt akan mengampuni engkau? Kalimat-kalimat itu adalah :&lt;br /&gt;لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ اْلحَلِيْمُ اْلكَرِيْم لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ اْلعَلِيُ اْلعَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ ألسَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ اْلعَظِيْمِ اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ اْلعَلَمِيْنَ&lt;br /&gt;Artinya :  Tidak ada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Halim (Maha Pengasih) dan Karim (Maha Mulia) Tidak ada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Tinggi Maha Agung. Maha Suci Allah Rab sekalian langit dan bumi dan Rab Arasy Yang Agung, semua puji bagi Allah Rab sekalian Alam.&lt;br /&gt;Inilah do’a-doa yang menjadi sarana pengampunan dari Allah swt.&lt;br /&gt;Huzur bersabda : Sebagaimana telah saya jelaskan bahwa menurut lughat (Kamus Arab)  حِلْمٌ  (hilm) artinya kesabaran, kasih sayang, bersikap pema’af, toleransi, kebaikan dan menekan perasaan marah. Semua nilai akhlaq ini sangat penting sekali untuk terciptanya suasana masyarakat yang baik terlebih lagi bagi kehidupan ruhani manusia yang harus diupayakan oleh setiap orang Ahmadi.&lt;br /&gt;Huzur menjelaskan beberapa peristiwa yang terjadi dimasa kehidupan Hadzrat Masih Mau’ud a.s. dalam menta’ati nasihat dan arahan dari Hadzrat Rasulullah saw. Pada suatu ketika Hadzrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Kecuali jika melakukan perbuatan yang tak pantas, semua kelemahan dan perlakuan lekas marah perempuan dirumah tangga harus dihadapi dengan sabar dan penuh toleransi. Suatu perbuatan yang sangat memalukan jika seorang lelaki harus berkelahi (bertengkar) dengan perempuan dirumah. Tuhan telah menjadikan kita lelaki. Sesungguhnya bagi kita satu karunia dan ni’amat dari Allah swt yang harus disyukuri dengan cara berlaku sangat lembut dan kasih sayang kepada perempuan dirumah. (Malfuzat jld I muka 307)&lt;br /&gt;Hafiz Hamid Ali Sahib bertahun-tahun telah berkhidmat sebagai khadim (pembantu) dirumah Hadzrat Masih Mau’ud a.s. menceritakan katanya: Betapa luhurnya sopan-santun dan ramah-tamah yang beliau lakukan kepada saya sehingga tidak ada tandingannya, dan saya tidak pernah mendengar beliau berkata-kata kasar kepada saya atau kepada sesiapapun, sekalipun kadang-kadang saya malas atau saya lambat melakukan sesuatu tugas yang beliau berikan kepada saya, beliau tidak pernah berlaku keras dan kasar kepada saya.  Sekalipun diwaktu beliau sedang sakit tidak pernah ternampak dari wajah beliau perangai yang menimbulkan rasa tidak senang terhadap perasaan orang lain. Pada suatu hari diwaktu sedang sakit kepala (pening kepala) yang sangat keras, diatas beranda rumah beliau sedang terjadi percakapan orang-orang dengan suara riuh dan bising, namun Hadzrat Masih Mau’ud a.s. tidak pernah meminta kepada orang-orang disekeliling beliau itu untuk tidak berbuat bising. Diwaktu beliau sehat ataupun sedang sakit keadaan sikap dan perangai beliau tidak berubah, selamanya lembut dan ramah-tamah.&lt;br /&gt;Terhadap orang-orang yang memusuhi beliau juga sifat حِلْمٌ beliau selalu tetap nampak cemerlang. Banyak orang-orang yang memusuhi beliau lalu mengeluarkan kata-kata dengan bahasa yang sangat kasar dan kotor, namun beliau dengar kata-kata mereka itu dan tidak menjawabnya kecuali dengan tersenyum. Beliau selalu menunjukkan kepribadian dan akhlak yang luhur dan terpuji. Sungguh benar bahwa nafsu (jiwa) beliau sudah menjadi Muslim sehingga siapapun yang sampai sepanjang tahun mencaci-maki beliau dengan kata-kata yang sangat kasar dan kotor, tidak bisa mengalahkan nafsu beliau itu bahkan mereka yang mencaci-maki itu akan merasa malu sendiri.&lt;br /&gt;    Pada suatu ketika telah dimuat sebuah artikel didalam surat khabar yang sepenuhnya mencaci-maki Hadzrat Masih Mau’ud a.s. Beliau a.s. menganjurkan kepada Jema’at beliau supaya berlaku sabar atas perbuatan mereka itu. Dengan caci-maki itu apa yang diharapkan oleh mereka? Kemudian beliau mengisyarahkan kepada keadaan dizaman Rasulullah saw ketika orang-orang musyrik Mekkah mencaci dan menghina beliau dengan kata-kata yang sangat kasar dan kotor, Nabi Muhammad saw sentiasa bersabda kepada para sahabah beliau : Apa yang mereka kehendaki dan inginkan dengan caci-maki mereka menggunakan kata-kata kotor terhadap-ku. Allah swt sendiri telah memberi-ku nama yang sangat indah sekali yaitu Muhammad saw (orang yang sangat terpuji)?&lt;br /&gt;    Hadzrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Demikian juga Allah swt telah mengutus aku dan Dia telah memanggil-ku dengan firman-Nya kepada-ku :&lt;br /&gt;يَحْمَدُكَ اللهُ مِنَ اْلعَرْشِ&lt;br /&gt;Artinya : Allah memuji engkau dari atas Arsy.   Wahyu ini terdapat didalam Kitab Barahin Ahmadiyya.&lt;br /&gt;Sesudah itu Huzur mengutip sebuah nazam Hadzrat Masih Mau’uda.s. didalam Bahasa Urdu yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;گالياںسُن کردعآ ديتا ھوں ان لوگوں کو&lt;br /&gt;رحم ھے جوش ميں  اور غيض گھٹايا ھم نے&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar caci maki mereka aku balas dengan do’a&lt;br /&gt;Kasihku bergelora dan mengungguli angkara murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur atba menjelaskan beberapa peristiwa lainnya lagi dengan apanjang lebar tentang kesabaran, lemah lembut dan pema’af Hadzrat Masih Mau’ud a.s. dalam menunjukkan sifat hilm beliau. Hadzrat Masih Mau’ud a.s. menasihatkan kepada kita jika ada tamu atau siapapun datang mencaci-maki dan berkata-kata yang tidak sopan dan kasar harus dihadapi dengan penuh sabar dan toleransi tinggi, sebab orang-orang itu bukan dari anggota Jema’at kita. Hadzrat Masih Mau’ud a.s. menganggap dosa jika seseorang menunjukkan rasa tidak senang terhadap orang yang datang kepada kita sebagai tamu.&lt;br /&gt;    Pada akhir khutbah ini Huzur bersabda : Orang yang paling luhur dalam menunjukkan sifat Halim Allah swt tiada lain hanyalah Hadzrat Muhammad Mustafa saw. Dan pada zaman sekarang ini Hadzrat Masih Mau’ud a.s telah mengikuti jejak-langkah Hadzrat Rasulullah saw dalam memanifestasikan sifat Hilm tersebut dan beliau telahpun menunjukkan sifat itu dihadapan kita demi perbaikan dan perobahan kita semua.  Semoga Allah swt memberi kemampuan kepada kita semua untuk menyerap sifat-sifat Allah sw sebanyak-banyaknya. Amin !!!&lt;br /&gt;‏&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-4528839446220049168?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/4528839446220049168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/4528839446220049168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/04/penampakan-sifat-allah-al-halim.html' title='PENAMPAKAN SIFAT ALLAH “AL HALIM ”'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-1568179698300230995</id><published>2008-03-26T17:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T17:51:32.815-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Mawar Merah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R75F4VP85RI/AAAAAAAAAC0/pBN3m1L_kXs/s320/mawar+merah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://bp1.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R75F4VP85RI/AAAAAAAAAC0/pBN3m1L_kXs/s320/mawar+merah.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah-ir-Rahmaan-ir-Rahiim&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;Berikut ini sebuah fakta sain mengenai kebenaran AlQuran serta keangungan Allah Taala.. Semoga menambah keimanan kita..&lt;br /&gt;Gambar ini berhasil diambil oleh Hubble Space Telescope NASA pada tanggal 31 Oktober 1999, sebuah bintang berjarak 3000 tahun cahaya dalam proses hancurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihatnya kini apa yang telah diucapkan 1400 tahun yang lalu oleh Muhammad SAW, firman Allah dalam Al-Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka apabila langit terbelah dan menjadi MAWAR MERAH seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Al Qur'an, Surah Ar Rahman 37 - 38).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Maha Suci Allah dan sungguh benar Muhammad adalah Rasul-Mu!.Sungguh benarlah firman-Mu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?". (AL Qur'an, Surah Al Fushshilat 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari situs NASA, Astronomy Picture of the Day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi MAWAR MERAH seperti(kilapan) minyak. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" [QS. Ar-Rahman (55):37-38]&lt;br /&gt;Gambar ini berhasil diambil oleh Hubble Space Telescope NASA pada tanggal 31 Oktober 1999, sebuah bintang berjarak 3000 tahun cahaya dalam proses hancurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-1568179698300230995?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1568179698300230995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1568179698300230995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/03/mawar-merah.html' title='Mawar Merah'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R75F4VP85RI/AAAAAAAAAC0/pBN3m1L_kXs/s72-c/mawar+merah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-751013622576791915</id><published>2008-03-25T06:57:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T07:10:24.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristologi'/><title type='text'>Latar Belakang Paskah dan Tradisinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:dQh3bO7VXxCyoM:http://www.marriagetogo.com/uploads/easter_egg_purple_ribbon.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 3px 3px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 50px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:dQh3bO7VXxCyoM:http://www.marriagetogo.com/uploads/easter_egg_purple_ribbon.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hari-hari besar Kristen, Paskah memegang makna khusus, sebab paskah mencatat peristiwa-peristiwa penyaliban dan penebusan dosa, kepercayaan dasar dari ajaran Kristen. Kaum Kristen percaya bahwa Yesus bangkit lagi dari kematian selama tiga hari tiga malam sesudah beliau disalibkan. Paskah dirayakan pada hari Minggu pagi setiap musim semi. Mereka percaya bangun pagi -pagi sekali pada hari itu, melihat matahari terbit dan sebagian lagi karena empat puluh hari mereka menahan diri dari kesenangan dan makan yang disebut Lent akan berakhir, akan bergembira dan ambil bagian dalam kegiatan agama. Mungkin tampak aneh, perayaan hari yang dianggap religius ini terdapat kelinci coklat, telur-telur yang diwarnai, permainan membidik dan menggulingkan telor. Sarjana-sarjan Kristen yang berpikiran bebas dalam kebingungan telah sering mempersoalkan semua kegiatan tak lazim itu. Mengapa harus kelinci? Kelinci tidak bertelur, dan mengapa harus telur, mengapa bukan jeruk atau bawang dsb, sebab itu juga berguling (bulat)? Paskah dan pesta-pesta yang berkaitan dengannya, dalam masa dalil dan penerangn ini, memerlukan sesuatu penjelasan dan uraian yang teratur mengenai tradisi keagamaan ini. Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab adalah sederhana dan juga bermacam-macam, seperti apakah Paskah itu? Kapan Paskah ditetapkan dalam sejarah? Adakah kesaksiasn kitab suci untuk merayakan upacara keagamaan ini? Mengapa selalu dirayakan pada hari minggu? Mengapa bukan suatu hari lain dalam sepekan dan bagaimana kelinci kecil dimasukkan dalam Paskah? Apakah itu merupakan kenyataan sains atau suatu dongeng yang berhubungan dengan mitos? Kaum Kristen percaya bahwa hari Minggu merupakan hari ketika Kristus bangkit dari kematian dan bahwa kebangkitan beliau ini sangat beralasan untuk merayakan Paskah. Tetapi untuk menambah lebih lanjut perkiraan ini kitab suci tidak menyokong kepercayaan bahwa kebangkitan Kristus terjadi di hari minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Upacara Paskah dan Asal Muasalnya&lt;br /&gt;Upacara Paskah dimulai dengan Lent (Musim semi dalam bahasa Belanda disebut LENTE, mungkin berasal dari kata “Lent” ini, dalam bahasa Inggris disebut Spring) Asal dan makna Lent ini sendiri diselimuti kekaburan. Menurut The Catholic Encyclopedic Dictionary: “Asal mula musim Lent tidak jelas, lamanya bervariasi dalam masa-masa yang berbeda, tetapi prinsip puasa empat puluh hari (Latin: Quadragesima; Italia: Quaresima; Perancis Careme) telah diakui sejak abad keempat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoeh dalam Plain Truth 1983 menyatakan: ”Lent diamalkan 2000 tahun sebelum Kristus dilahirkan. Sumber perkataan Lent adalah sebuah kata inggris Kuno Leneten bermakna “musim semi” dari tahun itu sebab Lent pada mulanya dirayakan dengan kedatangn musim semi. Hari-hari ini bertukar dari musim dingin. Alkitab (Bible) berdiam diri mengenai Lent. Ia tidak berasal dari kristus. Tak seorangpun dari rasul-rasul merayakan nya bahkan paulus dan Petrus juga tidak”.&lt;br /&gt;Kira-kira serataus tahun sesudah kematian rasul terakhir dari dua belas rasul, kita dapati sebutan Lent dan paskah dalam satu surat yang ditulis oeh Irenaeus, Bishop dari Gaul (nama lama dari perancis di masa penjajahan Roma) kepda Bishop Roma yang menyebutkan persengketaan dalam kata-kata ini: “Karena persengketaan tidak hanya mengenai hari (Paskah) tetapi juga mengenai masalah puasa, karena sebagian orang berpikir bahwa mereka harus berpuasa satu hari, yang lain dua hari namun yang lain lebih dari itu, sebagian lain empat puluh hari”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada ketentuan atau ketetapan mengenai Paskah dan Lent dimasa itu Yesus dan para rasul tidak mengajukan pertanyaan ini sebab tak seorangpun mengamalkannya dan generasi-generasi mendatang berada dalam kegelapan dan tanpa bimbingan untuk merancang menurut pikiran mereka sendiri., meskipun ibadat kebiasaan ini telah dimulai lama sebelum kelahiran Yesus. Dan keanekaragaman ibadat ini”, lanjut Irenaeus, ”tidak bermula dimasa kita tetapi lama nenek moyang kita. Sepertinya mereka tidak berpegagn teguh pada ketepatan, mereka membentuk adat bagi anak cucu mereka menurut khayalan pribadi” (Eusebius” Church History, Bool 5, Chap:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dengn jelas menunjukkan bahwa Lent bukan diperintahkan oleh Tuhan, tetapi bahkan datang memasuki Gereja melalui adat istiadat dan kahayalan pribadi. Juga nampak bahwa kaum Kristen mengadopsi adat istiadat ini dari kaum asing tetangga mereka. Pada poin ini timbul pertanyaan, “Kapan kaum (Gereja) Kristen mengambil perayaan Lent dan Paskah? Jawaban disediakan oleh Cassion, seorang wali gereja katolik abad ke -lima. Dia menulis: “selama penyempurnaan kaum primitif Gereja tetap tak dapat diganggu gugat tak ada ibadah Lent, tetapi ketika orang mulai menyimpang dari semangat ibadat kerasulan, maka para pendeta pada umumnya setuju untuk mengingatkan mereka dari pengruh sekuler dengan menetapkan peraturan puasa” (Antiquities of the Christian Church; Bool 21, cahapter 1). Masa cassion lebih dekat daripada masa penulis-penulis sekarang. Dia tidak meninggalkan keraguan bahwa (paskah) diputuskan dan ditentukan oleh para pendeta sesudah masa rasul-rsul dan gereja permulaan. Ini tidak berdasarkan suatu akidah agama atau amalan Yesus atau para rasul, bahkan hal itu didorong secara politik untuk menjamin orang-orang yang masuk Kristen dari kalangan gentile (Non-Israel). The Catholic Encyclopedia mencatat: “Dalam beberapa kasus tertantu dari festival Letter of St Athanasius bahwa tahun 331M dia menggabungkan dalam jemaatnya masa puasa empat puluh hari sebagai pandahuluan minggu suci. Dan kedua bahwa tahun 339M sesudah melakukan perjalanan ke Roma dan sebagian besar kawasan Eropa dia menulis dalam istilah-istilah terkuat untuk mendorong ibadat Lent ini atas orang-rang yang ada dibawah wewenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Matahari, Dewi Perawan dan Lambang Domba&lt;br /&gt;Nama Paskah (Easter) mungkin berasal dari Eastre, Dewi musim semi bangsa Teutonic atau berasal dari festival musim semi bangsa Teotonic yang disebut Eastur (The World Book Encycl, Vol VI, pg. 25). Rev. Alexander Hislop dalam melacak persembahan Dewi ibu dan Anak Tuhan menulis pada halaman 20 dan 21 dari bukunya The Two Babylons: “Asal mula ibu itu disembah secara luas ada alasan mempercayai dalam Semiramis yang disembah oleh bangsa babilonia dan bangsa-bangsa timur lainnya dengan nama Rhea, Tuhan Ibu Yang Agung. Pesta-pesta tertentu dirayakan sehubungan dengan putera tunggal Tuhan dari ibu Perawam.-pedta Astarte atau Ishtar, Ratu Langit atau Dewi Perawan musim semi dan kemakmuran, dilakukan pada hari Minggu pertama sesudah bulan pertama menyusul “Spring Equinox-Vernal Equinox berlangsung diwaktu itu ketika matahari berada dalam revolusi eliptiknya. Sebab ia melintasi khatulistiwa, membentuk bentuk salib dari rasi bintang Ariesa atau “Domba” hal ini dianggap sebagai mengenang Dewa Matahari, Dewi Perawan berhasil menyelamatkan anak tunggalnya yang telah mengorbankan dirinya kepada kuasa-kuasa kegelapan untuk menyelamatkan manusia dan mengirimnya ke langit untuk menjaga mereka yang percaya kepadanya. Sebab itu ia menjadi “Aries” atau “Domba langit”. Peristiwa ini dirayakan dengan kue-kue salib panas, kue bulat mewakili matahari dan salib diatasnya sebagai tanda magis yang dibuat matahari yang telah menyelamatkan sang juru selamat dari kurungan kuasa-kuasa kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama untuk paskah dalam beberapa bahasa berasal dari bahasa Ibrani: “Pesah”. Orang Spanyol menyebutnya “Pacua”. Orang Italia menyebutnya “paqua” dan orang perancis menyebutnya “Pasques”. Banyak adat istiadat sehubungan dengan musim paskah berasal dari festival -festival musim semi kaum Pagan. Yang lain berasl dari peraayaan “Passover” (The World Book Encycl. Vol VI, pg. 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemengan Dewa Matahari secara alami dilukiskan untuk pengaruh Aries (Domba Langit). Domba lalu menjadi lamabang kebangkitan juru selamat dan kelolosan dari dunia bawah ketinggian langit“ (Pagan and Christian Creed, pg.39). Dalam “Golden Bough” pg. 348-356 Frazer menulis tentang kelahiran perawan anak Tuhan bangsa Phrygian yang menumpahkan darah untuk mati tergantung disalibkan pada sebuah pohon cemara. Darahnya memperbarui kesuburan bumi dan dengan demikian membawa kehidupan baru untuk manusia. Dia juga bangkit dari kematian. Frazer mengatakan: “Pada perayaan kematian dan kebangkitannya patungnya diikat pada potongan kayu cemara berbentuk salib pada tanggal 24 Maret dan hari itu disebut “Hari berdarah” sejak hari itu Sang Dewa ditumpahkan darahnya untuk mati. Patung itu kemudian diletakkan dalam kuburan, ketika orang-orang yang ada disana sedang meraung dan meratap. Tetapi tibanya malam mengubah kedukaan menadi kesukaan. Kuburan didapati kosong pada pagi berikutnya yakni 25 Maret, ketika festival kebangkitan dirayakan. Upacara-upcara ini termasuk pembaptisan dengan darah dan dan hidangan sakramental (pengorbanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiasan-hiasan dan lukisan Paskah seringkali memasukkan seekor domba sebagai simbol Yesus. The World encyclopedia mengemukakan penafsiran lain bahwa simbol ini diadopsi oleh gereja Kristen dari kaum Yahudi dengan dasar yang salah dan dengan catatan “Simbol domba berasal dari The Jewish Pasah (Hari besar Paskah)”. Kaum Yahudi mengorbankan seekor domba yang disebut domba Paschal, selama upacara tradidiona Passover mereka di kuil Yerusalem. Kaum Kristen permulaan menafsirkan pengorbanan domba Paschal sebagai ramalan pengorbanan Kristus di kayu salib. Sungguh suatu penafsiran yang tidak masuk akal, jauh dari kenyataan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur Paskah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur-telur mewakili kehidupan baru kembali ke alam ini menjelang waktu Paskah. Kebiasaan tukar menukar telur bermula di masa kuno. Bangsa Mesir dan Persia kuno seringkali mencelup telur-telur dengan warna-warni musim semi dan memberikannya kepada kawan-kawan mereka sebagai hadiah. Bangsa Persia percaya bahwa bumi ini telah menetas dari sebuah telur raksasa. Hal itu alami untuk upacara dan dogma-dogma semacam itu menemukan tempat alami mereka diantara dogma-dogma trinitas dan kebangkitan secara jasmani. Kaum Kristen Mesopotania yang mula-mula menggunakan telur-telur yang diwarnai untuk paskah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dibailk Kelinci Paskah bahkan lebih tak masuk akal dan bertentangan dengan alasan dan dalil untuk pengadopsian oleh suatu agama yang mendakwakan didirikan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana dan sumber segala kebijaksanaan. Anak-anak dijadikan untuk pecaya bahwa sesekor kelinci Paskah membawakan telur paskah bagian mereka dan upacara buatan manusia ini dimainkan di Washington di halaman Gedung Putih setiap tahun oleh orang dewasa dan yang dianggap orang-orang dewasa yang bercakap jujur dihadapan Media-media pemberitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The World Book Encyclop. Mengatakan: “Kepercayaan ini mungkin berasal dari Jerman. Sebuah legenda mengatakan bahwa seorang wanita maskin mencelup telur selama masa kelaparan dan menyembunyikannya di sebuah sarang sebagai hadiah Paskah untuk anak-anaknya. Baru saja anak-anaknya menemukan sarang itu seekor kelonci besar melarikannya. Cerita tersebar bahwa kelinci telah membawa telur-telur Paskah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Bersumber Dari Alkitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah di Yerusalem yang dinyatakan sebagai tempat kebangkitan Yesus bahwa Paskah mula-mula dirayakan? Tidak, bahwa di Roma Athanasius, Bishop Alexandria di Mesir dipengaruhi oleh adat istidat Romawi. Di Roma bukan hanya Paskah tetapi juga Lent memasuki Gereja, bukan rasul-rasul ataupun Alkitab (Bible) yang mengadakan adat istiadat ini. Socrates Scholasticus (Abad ke-4M) menulis di dalam Ecclesiastical History “Bukanlah rasul-rasul, maka bukan pula Injil yang telah menetapkan Paskah. Sebab dimana-mana orang menyukai festival-festival, sebab mereka membuatnya berhenti dari setiap pekerjaan setiap orang di tiap tempat, menurut kesenangannya sendiri dengan adat yang umum merayakan Paskah…juru selamat dan rasul-rasul tidak menetapkan hukum untuk melakukan pesta ini…seperti juga banyak adat istiadat telah tertanam di berbagai tempat menurut kepentingannya, demikian juga pesta Paskah menjadi amalan di tiap tempat menurut khayalan pribadi orang-orang yang seorang rasul pun menetapkan atas masalah ini. Dan bahwa amalan ini bukan berasal dari ketetapan tetapi sebagai satu adat istiadat, kenyataan yang mereka sendiri tujukan” (Accleiastical History, chap. 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irenaeus mengakui dalam surat-suratnya yang terkenal bahwa Lent dan Paskah memasuki Gereja Kristen di Roma selama masa Bishop Xystus Roma dan nama Paskah (Easter) menunjukkn musim semi yang dipelihara untuk menandakan festival kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeda-beda Waktu Merayakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekitar pertenghan abad kedua pertikaian yang lama berlangsung antara gereja-Gereja Barat dan Timur tentang tanggal yang tepat bagi Gereja masa permulaan, suatu masalah yang mengenainya Bede menulis dua jilid. Gereja Timur mengakhiri puasa Lent dan memulai perayaan Paskah pada hari ke-14 bulan Yahudi, Nisan dengan begitu berhubungan dengan pesta perayaan exodus (keluaran) kaum Yahudi dari Mesir. Yang disebut Quarodecimans (Quartus decimus, keempat-belas) oleh Gereja Barat. Gereja Barat merayakan Paskah pada Minggu menyusul hari keempat belas bulan purnama dimana siang dan malam sama panjang (lama) nya. Gereja Antiok selanjutnya merayakan pada tanggal berbeda pada hari Minggu pertama sesudah hari keempat belas Nisan: “Pada tahap ini (dalam tahun kesepuluh pemerintahan Commodus yakni sekitar 189M, bahwa suatu persengketaan besar terjadi. Sebab seluruh Bishop Asia mengira bahwa menurut adat istiadat kuno mereka harus merayakan hari keempat-belas dari penanggalan bulan (ke-14 Nisan, hari Paskah bulan penuh) sebagai permulaan festival Paskah…Tetapi tak ada tempat lain di dunia ini yang melazimkan perayaaan dengan cara itu..maka Sinode dan konferensi para Bishop dilangsungkan, dipimpinm oleh Bishop Theophillus dari Caesarea dan Narcissus dari Yerusalem dan di Roma oleh Bishop Victor” (the History of the Church by Eusebius, Book 5, ; 23:1, pg.229-230).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa Gereja/Ketetapan Paus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan memanas dan dengan cara-cara tak menyenangkan Pasus Victor (189M) mengakhiri perselisihan Quartodeciman dengan mengeluarkan dari Jemaat untuk mereka yang tidak sejalan dengan adat istiadat Romawi. Konsili umum di Nicea tahun 325M memasuki penetapan akhir. Pada Konsili Keamanan di Nicea, bukan Paus Roma tetapi Konstantin dalam kapasitsnya sebagai Potifex Maximus mengeluarkan sejumlah peraturan untuk diamalkan oleh anggota-anggota Gereja. Aturan-aturan ini antara lain termasuk hari lahir Kristos atau Kristus ini harus diarayakan pada musim dingin di hari kelahiran Nimrod-Mithra dan menyebutnya”X-MAS”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga memutuskan pada Dies Solis atau Hari Dewa Matahari tahun Paskah harus diadakan secara teratur, dan Tuhan alih-alih satu dan tunggal sebagaimana diajarkan oleh Yesus diubah menjadi “Tiga di dalam satu” menurut ajaran Nimrod seperti pada Mithraisme. Tanpa perlakuan ini tak ada kesesuaian dalam melaksanakan Paskah. Eusebius lebih lanjut meriwayatkan dalam the History of the Church Book 5, 14:1 yaitu: “Bishop-bishop Asia yang berkeras bahwa mereka harus mengamalkan adat istiadat yang diterima mereka di masa lalu diketuai oleh Polycrates, yang dalam suratnya dia menulis kepada Victor dan gereja Roma menyatakan dalam istilah-istilah berikut tentang tradisi yang dia telah terima kami untuk bagian kami menjaga hari itu dengan hati-hti, tanpa menambah atau mengurangi. Polycrates menyebutkan nama-nama berbagai Bapa Gereja dan martir-martir dan negeri-negeri bahwa semua ini menjadi hari keempat-belas bulan itu sebagai permulaan festival Paskah sesuai dengan Injil (Yohanes XII:1-2 menunjukkan bahwa penyaliban terjadi pada hari Paskah yag selalu pada hari ke-14 Nisan) bukan menyimpang, tetapi mengikuti aturan keimanan. Akhir dari semua saya juga, Polycrates, paling tidak nama semua, beramal menurut adat istiadat keluarga saya, beberapa anggota saya yang benar-benar telah ikuti; sebab tujuh orang dari mereka adalah bishop dan saya ke delapan, dan keluarga saya selalu menjaaga hari itu ketika orang-orang meninggalkannya. Maka saya, kawan-kawanku sesudah melewatkan masa 65 tahun dalam pelayanan Tuhan dan berhubungan dengan umat Kristen dari seluruh bagian dunia dan dengan hati-hati menelusuri kitab-kitab suci saya takut hukuman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk kepada bishop-bishop yang bersama-sama dan menulis dan sependapat dengannya, dia menulis: “Saya telah dapat menyebutkan Bishop yang bersama saya dan yang saya ajukan dalam menaggapi tunutan anda. Jika saya tulis nama-nama mereka, daftar akan menjadi sangat panjang…..mereka menyetujui surat saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas hal itu Victor, kepala Gereja Roma mencoba satu gebrakan untuk memisahkan dari Jemaat selurh Asia Dioceses, bersama dengan gereja-gereja sekitarnya sebagai yang telah menyimpang. Dia mengutuk mereka dalam surat-surat yang di dalamnya dia mengumumkan pengeluaran total dari Jemaat Kristen yang diikuti disana. Tetapi ini tidak menyangkut semua bishop. Kita masih mendapati kata-kata mereka, yang sangat tidak menyetujui Victor, yang dari antara mereka adalah Irenaeus, yang menulis sebagian orang Kristen itu untuk mereka dia bertanggung jawab di Gaul:&lt;br /&gt;“Pertentangan tidak hanya mengenai hari tetapi juga mengenai bentuk pesta yang sebenarnya…tetapi variasi-variasi pelaksanaan tidak berasal dari masa kita, tetapi sudah lama sekali di masa para leluhur kita yang menampaknya tak jelas ketepatannya….dalam kesederhanaan mereka menjaga satu amalan yang mereka tetapkan untuk masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lent, walau itu dirayakan selama berbagai masa yang panjang, satu atau dua hari atau beberapa minggu secara tradisional selalu disebut perayaan empat puluh hari menurut asalnya dilacak pada Babilonia kuno 4000 tahun yang lampau” (Ninevah and Babylon by Layard ch. 4, pg.93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak sampai abad ke-8M bahwa akhirnya bilangan 40 ditetapkan di seluruh Gereja dari Irlandia sampai Asia Kecil. Bede memberi kita dengan kenyataan pertentangan ini dan dengan cara ilmiah yang didalamnya diseluruh pertentangan diakhiri. Dia menyatakan bahwa rumah tangga kerajaan setempat di Northmbria terbagi. Ratu mengikuti adat Romawi. Raja masih menggunakan cara-cara Celtic. Hasilnya dia menjelaskan : “Ketika raja menjelaskan : ‘Ketika raja mengakhiri Lent dan memulai Paskah, ratu dan para anggota rumah tangganya masih berpuasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup untuk menghancurkan keluarga karena Paskah. Masalah terpecahkan ketika mengadakan pertemuan di Whitby tahun 664M antara kedua pihak. Secara aneh mereka berdua setuju untuk menerima keputusan raja, dan dia memutuskan untuk (memilih cara) Roma atau (cara) isterinya (Bede: A History of the English Church and People). Hingga abad ke-12 setiap hari dalam Eastern Octave (delapan hari sesudah puasa) merupakan hari besar yang diwajibkan. Kini bagaimana pun dalam beradab-abad kemudian, bahkan Paskah hari Senin dan selasa telah dihapuskan sebagai hari-hari wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warisan Dari Kebudayaan Kafir Musyrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frazer dalam bukunya yang terkenal “The Golden Bough” telah membandingkan persamaan-persamaan diantara upacara-upacara Dewi Adonis kaum penyembah berhala dan Paskah. Dia menulis: “Seluruh adat…kuburan seperti piring-piring pembenih biji…mungkin bukan apa-apa kecuali suatu kelanjutan dengan nama berbeda, penyembah Adonis. Bukan pula Paskah ini saja merupakan adat istiadat bangsa Sicilia dan Callabrian yang menjurus ke upacara adonis…Bila kita renungkan betapa seringnya Gereja secara pandai. Kita mungkin menduga bahwa perayaan Paskah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus dipindahkan serupa dari perayaan kematian dan kebangkitan Adonis” (Hal 400)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dibawah nama-nama Osiris, tammuz, Adonis dan Attis masyarakat Mesir dan Asia Barat setiap tahun mengemukakan kerusakan dan kebangkitan hidup, khususnya kehidupan tumbuh-tumbuhan yang mereka personifikasikan sebagai dewa yang setiap tahun mati dan bangkit kembali dari kematian. Penyembahan Adonis diamalkan oleh bangsa Semitik dari Babilonia dan Syria serta bangsa Yunani meminjamnya dari mereka sekitar abad ke-7 S.M. nama asli dewa itu adalah tammuz; sebutan Adon dalam bahasa Semitic. “Tuhan” merupakan gelar kehormatan oleh para penyembahnya yang ditujukan kepadanya. Tetapi bangsa Yunani melalui kesalahan-pahaman itu sebagai nama aslinya” (hal. 378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Ajaran Kristen dalam semangat pengijilannya berusaha untuk menarik sebanyak mungkin dari penganut-penganut agama lain bahkan mengkompromikan akidah-akidah dasarnya, meramu upacara-upacara penyembah berhala sebagai miliknya sendiri. Dengan demikian membuat ajaran Kristen lebih sesuai untuk diterima. Dalam proses ini ajaran Kristen secara luas meminjam dari bangsa-bangsa lain tak pandang itu kafir, penyembah berhala atau adat Yahudi. Tragedinya adalah bahwa hal itu dilakukan sebaik-baikya untuk mengabsahkan adat isdtiadat dan festival-festival pinjaman ini sebagai miliknya sendiri dan membuatnya sebagai bagian dari peribadatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis :Hussain M. Sayyid MD&lt;br /&gt;Alih Bahasa:Muharrim Awallludin Thailand&lt;br /&gt;Sumber: The Review of Religions, April 1988&lt;br /&gt;berjudul “Background of Easter and Its Traditions” hal 17-25&lt;br /&gt;Sumber: EBK No.8, tahun 5, Maaret 2002 dan EBK no.59, tahun V, April 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-751013622576791915?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/751013622576791915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/751013622576791915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/03/latar-belakang-paskah-dan-tradisinya.html' title='Latar Belakang Paskah dan Tradisinya'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-6369161942839643372</id><published>2008-03-21T19:36:00.000-07:00</published><updated>2008-03-21T19:38:16.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Hukum Alam Mengharuskan Adanya Wahyu</title><content type='html'>Yang Maha Bijaksana tidak berkeinginan membiarkan manusia yang lemah terperangkap dalam imaji dan dugaannya sendiri. Dia telah memberikan bermacam pengkhutbah dan  penasihat yang dapat memuaskan manusia dan memberikan kedamaian pada jiwanya yang gelisah serta membekalinya dengan firman yang akan menyembuhkan penyakitnya. Kaidah hukum alam dari Tuhan memastikan perlunya wahyu untuk itu. Bukankah merupakan suatu kenyataan bahwa ketika berjuta manusia yang terkekang penderitaan akibat dosa dan penyelewengan, kemudian bisa dipengaruhi oleh bicara seorang pengkhutbah atau penasihat, karena ilmu dan pikiran mereka sendiri sudah tidak lagi memadai? Kepuasan yang diperoleh umat manusia dari sumber-sumber seperti itu tergantung juga pada kadar kekaguman dan penghormatan yang diberikan kepada sumber tersebut. Hanya janji-janji dari seorang yang bersifat amanah pada janjinya serta memiliki kemampuan memperbaiki mereka yang akan memberikan kepuasan dan ketenteraman kepada para pendengar atau pengikutnya. Dalam keadaan seperti itu siapa yang akan meragukan jika ada yang menyatakan bahwa berkaitan dengan keadaan manusia setelah mati dan hal-hal yang bersifat metaphisika, cara terbaik mendapatkan kepuasan dan pemupus kesakitan ruhani adalah Firman Tuhan. Jika seseorang beriman sepenuhnya pada Firman Tuhan maka hal itu akan menyelamatkan yang bersangkutan dari berbagai pusaran permasalahan, meredam nafsu-nafsu yang berlebihan serta mengaruniakan kepadanya keteguhan hati menghadapi musibah-musibah yang menakutkan. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ketika seorang bijak pada saat kesulitan atau sedang dalam cengkeraman nafsu, bisa menemukan janji atau peringatan Tuhan di dalam Firman-Nya, atau melalui penjelasan dari seseorang tentang apa yang diperintahkan Tuhan maka yang bersangkutan akan demikian terpengaruh sehingga langsung bertaubat. Manusia selalu membutuhkan Tuhan guna menenteramkan dirinya. Demikian seringnya ia harus menghadapi berbagai musibah sehingga jika tidak ada Firman Tuhan yang memberikan kabar suka, pasti ia akan berputus asa sedemikian rupa sampai-sampai ia akan menyangkal Tuhan-nya, atau bahkan dalam kekecewaannya malah meninggalkan Tuhan sama sekali atau juga mati karena kesedihan. Sebagai contoh, Al-Qur’an menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Sesungguhnya akan Kami beri kamu cobaan dengan sedikit ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dalam harta benda dan  jiwa dan buah-buahan; tetapi hai Rasul berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang apabila ditimpa suatu musibah tidak gelisah, bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali." Mereka inilah yang dilimpahi berkah dan rahmat dari Tuhan mereka pulalah yang mendapat petunjuk” (S.2 Al-Baqarah:156-158). &lt;br /&gt;Dengan cara yang sama, guna mengatasi nafsu seseorang maka dibutuhkan Firman Tuhan karena pada setiap langkahnya manusia selalu terantuk pada permasalahan yang hanya bisa diatasi dengan bantuan Firman Tuhan. Bila seseorang berkeinginan berpaling kembali kepada Tuhan, ia akan menghadapi berbagai rintangan. Terkadang ia teringat kembali pada segala kenikmatan duniawi, tertarik kepada keakraban kawan-kawannya atau gamang menghadapi kesulitan dalam jalan yang akan ditempuh. Kadang kala kebiasaan dan adat setempat menghalangi jalannya, atau juga pertimbangan mengenai derajat kehormatan, kemuliaan atau pun kekuasaan duniawi. Bisa jadi semuanya itu bergabung bersama menjadi satu seperti gerombolan yang berusaha menariknya ke arah mereka dan menawar­kan kepadanya berbagai kemudahan atau kenikmatan dimana kesatuan mereka itu menekan pikirannya sedemikian rupa sehingga tidak tertahankan lagi. Dalam perseteruan seperti itu maka persenjataan yang efektif berupa Firman Tuhan amat diperlukan guna menumpas kekuatan lawan pada serangan pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu yang terjadi hanya pada satu sisi saja. Tak mungkin Tuhan akan berdiam diri seperti batu sedangkan hamba-Nya berusaha mencapai kemajuan dengan kekuatannya sendiri guna mengembangkan kesetiaan, ketulusan dan keteguhan hati. Manusia akan melaju maju dalam kasih dan diperkuat oleh keyakinan bahwa ada Wujud yang menciptakan langit dan bumi. Dugaan saja tidak akan pernah bisa menggantikan fakta. Sebagai contoh, misalkan seorang miskin yang berhutang memperoleh janji dari seorang kaya yang jujur bahwa pada saat pelunasannya nanti ia akan dibantu menyelesaikan semua hutangnya, dibandingkan dengan penghutang lain yang tidak mendapat janji dari siapa pun dimana ia terpaksa menahan diri untuk tidak berangan-angan bahwa ia akan dibantu seseorang melunasi hutangnya ketika saatnya tiba. Apakah mungkin kedua orang seperti itu memiliki tingkat kepuasan yang sama? Jelas tidak! Semua hal ini tercakup dalam hukum alam dan tidak ada kebenaran lain yang berada di luarnya. Sial sekali mereka yang katanya mengaku mengikuti hukum alam tetapi kemudian melepaskan diri dan malah melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang mereka yakini. (Barahin Ahmadiyah, Riadh Hind Press, Amritsar, 1884, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 340-342, London, 1984). * * * Aku tidak mengerti siapa yang telah mengecoh kalian sehingga kalian membayangkan ada kontradiksi di antara logika dan wahyu dimana dikatakan keduanya tidak mungkin berada bersamaan. Semoga Allah s.w.t. mengkaruniakan daya penglihatan bagi kalian dan mengangkat tabir yang menutup kalbu kalian. Sulitkah bagi kalian untuk memahami masalah sederhana ini bahwa justru berkat adanya wahyu maka logika mencapai kesempurnaannya, terpelihara dari segala kesalahan, menemukan jalan yang lurus, dipelihara dari segala kerancuan dalam proses berfikir, terjaga dari kesia-siaan dalam upaya dan usaha serta merubah segala keraguan dugaan menjadi suatu kepastian hakiki. Justru berkat dari wahyu maka mereka yang selama ini hanya bisa menduga-duga diberitahu akan faktanya yang benar sehingga yang bersangkutan bisa mencapai kepuasan. Karena semua hal ini, lalu apakah wahyu harus dianggap sebagai musuh daripada akal atau malah merupakan suatu berkat penolong dan penopang? &lt;br /&gt;Alangkah piciknya pandangan yang menganggap sosok penolong sebagai rampok dan penghadang sedangkan seseorang yang menarik korban dari lubang perangkap malah dianggap sebagai yang telah memperosokkan. Seluruh dunia menyadari dan mereka yang punya mata bisa melihat serta mereka yang bisa berfikir, jelas mengetahui bahwa di dunia ini terdapat berjuta-juta manusia seperti itu di masa lalu mau pun di masa kini dimana mereka ini hanya mengandalkan keagungan daya fikir sedemikian rupa sehingga mereka malah dianggap sebagai orang-orang bijak, namun mereka menyangkal eksistensi Tuhan dan mereka ketika mati pun masih dalam keadaan seperti itu. Sebaliknya, tunjukkanlah kepada kami apakah ada orang yang beriman kepada wahyu tetapi masih juga menyangkal Tuhan. Karena wahyu merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan bagi keimanan kepada Tuhan yang teguh maka akan jelas kiranya bahwa jika tidak ada wahyu maka tidak akan ada keimanan yang benar. Jelas juga bahwa mereka yang menyangkal keberadaan wahyu sebenarnya secara sengaja memang menginginkan keadaan tanpa keimanan dan lebih menyukai faham atheisme. Mereka tidak menyadari bahwa jika pendengaran mereka dikaliskan dari kesempatan mendengar Firman Tuhan maka bagaimana mungkin seseorang beriman kepada eksistensi suatu Wujud yang Maha Tersembunyi yang tidak bisa dilihat, dihidu baunya atau pun disentuh? Walaupun dengan mengamati proses penciptaan alam ini mungkin muncul pendapat adanya eksistensi sang Pencipta, namun seorang pencari kebenaran jika ia tidak pernah memandang sosok-Nya, tidak pernah mendengar suara-Nya atau pun menjumpai tanda-tanda dari suatu Wujud yang Maha Hidup, apakah yang bersangkutan bukannya akan merasa keliru telah menganggap bahwa sang Pencipta itu memang sesungguhnya ada? Barangkali para atheis atau ahli fisika tersebut memang benar dimana mereka menganggap beberapa elemen di alam ini sebagai pencipta unsur-unsur lainnya sehingga tidak perlu ada sosok sang Pencipta? Aku mengerti benar bahwa mereka yang mengagungkan logika, jika mereka memikirkan hal ini maka pikirannya akan disergap keraguan seperti itu. Ia tidak akan mungkin mengelak dari keraguan tersebut ketika ia mengalami kegagalan dalam pencahariannya akan tanda-tanda Tuhan. Sudah menjadi fitrat manusia bahwa jika ia menganggap sesuatu itu perlu dan penting bagi pandangannya tetapi tidak menemukan eksistensinya meski ia telah mencari, maka ia akan mulai meragukan kebenaran pandangannya sendiri dimana pada akhirnya malah akan menyangkalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita ini sering menduga-duga jika berhadapan dengan suatu hal yang tersembunyi bahwa bentuknya adalah seperti ini atau seperti itu. Tetapi ketika faktanya menjadi jelas ternyata gambarannya malah lain sama sekali. Pengalaman keseharian seperti ini mengajarkan kepada kita bahwa bodoh benar kita jika hanya mengandalkan diri pada dugaan-dugaan semata. Sampai dengan suatu dugaan telah ditopang oleh fakta maka semua kinerja logika hanyalah khayalan semata, tidak lebih. Hal seperti itu hanya akan membawa seseorang kepada atheisme. Kalau kalian memang sesungguhnya ingin menjadi atheis, silakan lakukan apa yang kalian suka. Namun jika tidak, maka kalian sebenarnya bisa diselamatkan dari sergapan keraguan yang telah menghanyutkan ribuan orang-orang yang lebih bijak dari kalian, yaitu dengan cara berpegang teguh kepada wahyu. Tidak mungkin dengan hanya berpegang pada akal yang berbasis logika bahwa kalian akan mempunyai kesempatan bisa melihat Tuhan sedang duduk-duduk di suatu tempat. Akhir daripada cara berfikir seperti itu karena tidak bisa menemukan tanda-tanda Tuhan dan ketika sudah lelah mencarinya, akhirnya kalian akan bergabung dengan para atheis. (Barahin Ahmadiyah, Riadh Hind Press, Amritsar, 1884, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 344-346, London, 1984). * * * &lt;br /&gt;SANGKALAN: Pemahaman dan ma’rifat yang sempurna hanya bisa diperoleh melalui suatu hal yang dapat diperhatikan sepanjang masa dan sepanjang zaman. Karakteristik ini ada dalam hukum alam yang selalu terbuka dan tidak pernah tertutup, dan karena itu bisa dianggap sebagai pedoman. Sesuatu tidak bisa dianggap sebagai pedoman atau tuntunan jika pintunya hampir selalu tertutup dan hanya terbuka pada saat-saat tertentu saja. JAWABAN: Siapa yang menganggap bahwa buku hukum alam selalu terbuka dibanding dengan wahyu Ilahi, sesungguhnya menggambarkan tanda-tanda kebutaan yang bersangkutan. Mereka yang memiliki wawasan yang sehat tentunya menyadari bahwa suatu buku bisa dianggap terbuka jika semua isi tulisannya dapat dimengerti sepenuhnya dimana si pembaca sama sekali tidak lagi dihinggapi keraguan apa pun. Lalu sekarang siapa yang dapat membukti­kan bahwa keraguan seseorang bisa hilang hanya karena telah melihat buku hukum alam? Siapa yang bisa memastikan bahwa ia telah dibimbing menuju sasaran oleh buku hukum alam?  Siapa yang mau mengakui bahwa ia sudah sepenuhnya memahami semua argumentasi dari buku hukum alam? Kalau hukum alam merupakan buku yang terbuka lebar, lalu mengapa yang mengandalkan diri mereka kepadanya ternyata telah melakukan berbagai kesalahan? Hanya dari satu sumber hukum alam ini mengapa bisa terjadi berbagai perbedaan pandangan di antara sesama manusia dimana sebagian di antaranya mengakui keberadaan Tuhan sampai suatu tingkat tertentu sedangkan bagian lainnya malah menyangkalnya sama sekali? Andaikata diasumsikan pun, semata-mata hanya sebagai argumentasi, bahwa seseorang setelah mempelajari hukum alam lalu berkesimpulan bahwa tidak perlu adanya wujud Tuhan, kemudian yang bersangkutan dikaruniai umur panjang untuk menemukan kesalahannya, masih saja ada pertanyaan tertinggal yaitu jika buku ini benar terbuka, mengapa hasilnya malah telah menimbulkan kekeliruan seperti itu? Apakah kalian sependapat bahwa sebuah buku yang terbuka malah akan menimbulkan perbedaan persepsi yang demikian beragam di antara para pembacanya, khususnya yang berkaitan dengan eksistensi Tuhan, dimana mereka telah tersesat sejak langkah awal? Tidakkah disadari bahwa setelah mempelajari hukum alam ini malah ribuan para filosof yang menjadi atheis atau tetap saja sebagai penyembah berhala? Dari antara mereka itu hanya yang beriman kepada wahyu Ilahi yang nyatanya kemudian mendapat tuntunan di jalan yang benar. Bukankah merupakan suatu kenyataan bahwa mereka yang membatasi diri pada membaca hukum alam ini serta dianggap sebagai filosof akbar, justru mereka ini yang tetap saja menyangkal pengendalian Tuhan terhadap alam semesta ini serta pengetahuan-Nya mengenai segala hal yang menjadi isinya, sehingga mereka kemudian mati masih dalam keadaan penyangkalan tersebut? Apakah kalian tidak mempunyai kemampuan berfikir yang cukup untuk mengetahui bahwa sebuah perkataan dianggap mempunyai pengertian, seperti pandangan si X tetapi diartikan lain oleh si Y bahkan ditafsirkan sama sekali bertolak belakang oleh si Z bahwa perkataan atau kaidah demikian tidak bisa dianggap sebagai suatu hal yang terbuka, bahkan lebih banyak menghasilkan keraguan dan kerancuan. Guna memahami hal seperti ini tidak diharuskan kalian memiliki intelegensia tinggi karena merupakan kebenaran yang nyata. Hanya saja apa yang bisa kita katakan jika mereka tetap saja degil menyatakan kegelapan sebagai pencerahan dan nur sebagai kekelaman, malam dikatakan siang sedangkan siang benderang sebagai kelam malam? Bahkan seorang anak kecil pun tahu bahwa untuk mengerti sesuatu sebagaimana mestinya adalah jika hal itu dikemukakan dalam bahasa yang jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen untuk menyatakan isi pikiran adalah kemampuan berbicara karena hanya dengan sarana ini maka orang lain mendapat informasi tentang apa yang ada di kepala kita. Semua hal yang tidak dikemukakan melalui sarana ini sulit dimengerti secara sempurna. Ada beribu-ribu permasalahan yang sulit diperoleh pemahamannya secara sempurna jika hanya didasarkan pada argumentasi alamiah semata sedangkan hasil perenungan kita juga masih sangat mungkin mengalami kesalahan. Sebagai contoh, Tuhan telah memberikan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan lidah untuk berbicara. Sebatas itulah yang kita pahami dengan memperhatikan fitrat daripada anggota tubuh tersebut. Kalau kemudian kita tidak memperhatikan dan mempedomani penjelasan dari wahyu Ilahi maka merupakan kecenderungan alamiah bahwa  kita tidak akan membedakan di antara kepantasan dan ketidak-pantasan suasana guna pemanfaatannya karena kita hanya akan melihat apa yang kita mau, mendengar apa yang kita suka dan mengatakan apa yang terlintas sesaat di kepala kita. Hukum alam hanya menentukan bahwa mata gunanya untuk melihat, telinga untuk mendengar dan lidah diciptakan untuk berbicara. Kita akan terperosok dalam kesalahan besar jika kemudian menganggap bahwa penggunaan fitrat penglihatan, pendengaran dan bicara tersebut lalu bisa digunakan semau-maunya tanpa kendali sama sekali. Jika tidak ada Firman Tuhan yang mengatur batasan dari hukum alam dan tidak menjelaskan kerancuan di dalamnya dengan penjelasan dan pernyataan terbuka, maka manusia jelas mempunyai risiko akan menghadapi berbagai bahaya kalau hanya mengikuti hukum alam saja. Hanya Firman Tuhan saja yang bisa menegaskan melalui kaidah-kaidahnya yang jelas bahwa ada batasan dalam hak kita berbicara, bertindak, bergerak atau pun menahan diri, serta mengajarkan kepada kita adab sopan santun dan memberikan pencerahan hati yang murni. Adalah Firman Tuhan yang demi menjaga kesopanan pandangan, pendengaran dan bicara kita lalu menetapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman, mereka hendaklah menundukkan pandangan mereka dan memelihara aurat mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka” (S.24 An-Nur:31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini jelas bahwa para muminin harus menjaga mata, telinga dan bagian tubuh yang tersembunyi dimana mereka harus menghindari tindakan yang tidak diinginkan berkaitan dengan penglihatan, pendengaran serta aurat mereka. Dengan cara demikian itulah mereka bisa mencapai kemurnian batin. Dengan kata lain, pikiran mereka akan terjaga dari hawa nafsu karena anggota-anggota tubuh inilah yang bisa merangsang nafsu dan menghidupkan naluri hewaniah.Perhatikanlah bagaimana Al-Qur’an meletakkan tekanan pada pengendalian mata, telinga dan bagian tubuh yang tersembunyi agar tidak bergelimang dalam ketidak-sucian. Dengan cara yang sama kepada lidah pun ditetapkan aturan agar berpegang kepada kebenaran sebagaimana difirmankan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Ucapkanlah perkataan yang jujur” (S.33 Al-Ahzab:71). Yang dimaksudkan disini ialah agar manusia hanya berbicara mengenai hal-hal yang benar dan pantas saja dan menghindari segala bualan dan kedustaan. Agar semua fitrat manusia bisa dibawa ke jalan yang lurus, juga diberikan peringatan yang bersifat komprehensif agar yang lalai pun menjadi sadar, karena ditetapkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sesungguhnya telinga dan mata dan hati, tentang semuanya ini akan ditanya” (S.17 Bani Israil:37). Dengan demikian semua anggota tubuh manusia berikut semua fitrat yang dimilikinya akan dimintakan pertanggung-jawaban kelak jika digunakan secara tidak wajar. Jelas kiranya bahwa semua anggota tubuh dan fitrat yang dimiliki manusia diarahkan melalui Firman Tuhan secara langsung dan tegas kepada kebaikan dan penggunaan yang wajar, dimana pedoman tersebut diutarakan dalam bahasa yang jelas tanpa ada keraguan atau kerancuan, serta manusia diberikan bimbingan untuk mengikuti jalan yang lurus. Mungkinkah kita bisa memahami penjelasan dan rincian seperti tersebut di atas dengan membaca hukum alam? Jelas tidak.Lalu yang mana yang dapat disebut sebagai kitab yang terbuka? Kitab mana yang memberikan petunjuk tentang batasan dan penggunaan yang pantas dari fitrat alamiah manusia? Jika kiranya cukup dengan apa yang tersirat atau diindikasikan saja, lalu buat apa manusia dilengkapi dengan lidah? Tuhan telah mengaruniakan lidah kepada kalian. Apakah masuk akal bahwa Dia sendiri tidak mempunyai kemampuan berbicara? Patutkah kita menyatakan bahwa Dia yang telah menciptakan seluruh alam semesta tanpa bantuan apa pun dan tanpa memperkerjakan buruh bangunan atau tukang kayu siapa pun, dimana Dia mencipta semata-mata berdasar keinginan-Nya, lalu dikatakan bahwa Dia tidak memiliki kemampuan berbicara? Atau mungkin memang bisa berbicara tetapi karena kekikiran-Nya lalu Dia tidak mau mengaruniakan berkat firman-Nya kepada manusia? Apakah pantas jika ada yang menganggap bahwa sang Maha Kuasa itu lebih lemah bahkan dari hewan sekali pun? Bahkan hewan dari tingkat yang terendah pun masih bisa berkomunikasi dengan yang lainnya menyampaikan hal eksistensinya melalui suaranya. Seekor lalat bisa memberitahukan kepada lalat lainnya akan keberadaan dirinya melalui suara dengungnya. Menurut kalian, yang Maha Perkasa bahkan tidak memiliki fitrat yang ada pada seekor lalat. Sebagaimana kalian sampaikan secara tegas bahwa Dia tidak pernah membuka mulut-Nya dan tidak pernah memiliki kemampuan berbicara, seolah kalian ingin menegaskan bahwa Dia itu tidak sempurna dan cacat adanya, dimana fitrat lainnya dikenal tetapi kemampuan berbicara-Nya belum ditemukan. Lalu bagaimana kalian bisa mengatakan berkaitan dengan Wujud-Nya bahwa Dia telah mengaruniakan kepada kalian sebuah buku hukum alam yang terbuka dimana Dia telah mengutarakan segala hal yang ada dalam pikiran-Nya? Sesungguhnya pandangan kalian tersebut bisa disimpulkan sebagai ungkapan bahwa Allah yang Maha Kuasa tidak ada memberikan petunjuk apa pun dan adalah kalian yang telah menemukan segalanya berdasarkan kemampuan diri kalian sendiri. Wahyu Ilahi bisa dianggap terbuka dalam pengertian bahwa wahyu tersebut dapat mempengaruhi kalbu dimana setiap bentuk temperamen memperoleh kemaslahatan dan setiap pencari kebenaran memperoleh pertolongan daripadanya. Hal itu juga yang menjadikan jelas bahwa terdapat demikian banyak orang yang telah memperoleh petunjuk melalui wahyu Ilahi dan hanya sedikit sekali, atau bahkan hampir nihil, yang mendapat pencerahan semata-mata dari logika saja. Setiap orang yang waras pun membenarkan hal ini. Jelas pula ketika seorang yang dikenal masyarakat sebagai seorang pembicara yang jujur, lalu ia mengemukakan pengalaman dan hasil telaahnya berkenaan dengan segala hal tentang kehidupan manusia setelah matinya, kemudian ia juga menggunakan logika untuk menjelaskan pemahamannya, maka sebenar­nya ia mempunyai kekuatan ganda yang bisa dimanfaatkannya. Pertama, bahwa umat telah meyakini diri yang bersangkutan memang telah mengalami dan melihat sendiri apa yang dibicarakannya. Kedua, ia mengilustrasikan kebenaran yang dikemukakannya dengan nur argumentasi yang jernih. Kombinasi daripada kedua bentuk pembuktian tersebut akan memberikan bobot istimewa dalam khutbah dan nasihat yang bersangkutan sehingga ia bisa mencairkan hati yang membatu sekali pun dan mempengaruhi sejala jenis nurani. Apa yang dikemukakannya terdiri dari berbagai bentuk ilustrasi yang mudah dipahami oleh berbagai jenis manusia sepanjang mereka masih memiliki nalar yang waras. Ia akan dapat memuaskan berbagai macam manusia menurut temperamen mereka masing-masing dan pada setiap tingkat kemampuan daya akal mereka. Khutbahnya memiliki daya tarik besar untuk menggiring manusia ke arah Tuhan dan menjadikan mereka menanggalkan kecintaan duniawi serta menanamkan dalam hati mereka konsep tentang kehidupan akhirat. Bicaranya tidak terkungkung pada konsep gelap yang sempit yang biasanya menelikung para penganut logika. Pengaruh bicaranya akan meluas dan kemaslahatan yang dihasilkannya pun akan sempurna. &lt;br /&gt;Setiap wadah hanya bisa diisi sekadar kemampuan tampungnya. Hal ini diindikasikan dalam Firman Allah yang Maha Kuasa: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia menurunkan air dari langit, maka lembah-lembah mengalir menurut ukurannya” (S.13 Ar-Rad:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti bahwa Tuhan menurunkan Firman-Nya dari langit dan setiap lembah dialiri dengan Firman Tuhan setara dengan kadar daya tampung masing-masing. Dengan kata lain, setiap orang memetik kemaslahatan setara dengan kadar temperamen, pikiran dan kemampuannya. Wujud-wujud yang diagungkan memperoleh manfaat dari misteri-misteri bijak, sedangkan mereka yang lebih tinggi lagi malah mendapat pencerahan deskripsi yang di luar kemampuan kata-kata untuk mengungkapkannya. Adapun mereka dengan kapasitas yang lebih rendah, dengan memperhatikan keakbaran dan kesempurnaan sosok seorang pembaharu yang saleh, beriman sepenuhnya pada apa yang dikatakan oleh yang bersangkutan dan dengan cara demikian juga bisa mencapai pantai keselamatan dengan menumpang bahtera kepastian. Sedangkan mereka yang tertinggal di luar bahtera, sesungguhnya mereka tidak ada urusan dengan Tuhan dan mereka itu hanyalah serangga di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Esensi Ajaran Islam jilid 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-6369161942839643372?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6369161942839643372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6369161942839643372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/03/hukum-alam-mengharuskan-adanya-wahyu.html' title='Hukum Alam Mengharuskan Adanya Wahyu'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-5247059664667157109</id><published>2008-03-13T16:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T16:47:47.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad saw'/><title type='text'>Keagungan Dan Kerendahan Hati Rasulullah SAW</title><content type='html'>Kedua nama Nabi Suci s.a.w. yang berberkat yaitu Muhammad dan Ahmad memiliki dua keunggulan yang berbeda. Muhammad mengandung arti yang amat dipuji dan menggambarkan keagungan dan kebesaran serta menyiratkan seseorang yang dicintai karena hanya yang dicintailah yang selalu dipuji-puji. Adapun kata Ahmad menyiratkan seseorang yang mencintai karena merupakan bagian dari seorang pencinta untuk memuji dan ia selalu memuji sosok yang dikasihinya. Jika Muhammad menggambarkan keagungan dan kebesaran maka Ahmad menggambarkan kerendahan hati.&lt;br /&gt;Kehidupan beliau sebagai seorang Nabi terbagi dalam dua bagian, sebagian dihabiskan di Mekah untuk jangka waktu tigabelas tahun dan sebagian lainnya di Medina yang memakan waktu sepuluh tahun. Kehidupan beliau di Mekah menggambarkan segi nama Ahmad dari sosok beliau. Jangka waktu tersebut banyak dihabiskan dalam meratap dan memohon pertolongan di dalam doa. Barangsiapa yang memahami periode kehidupan Mekah dari beliau tentunya mengetahui betapa ratapan dan permohonan doa yang dilakukan beliau saat itu yang tidak ada padanannya pada pencinta lain yang sedang mencari kekasihnya.&lt;div class="fullpost"&gt;  Ratapan beliau bukanlah untuk dirinya pribadi tetapi karena kesadaran beliau akan kondisi dunia pada saat itu. Zaman itu penyembahan Allah s.w.t. telah sirna sedangkan Dia telah menanamkan keimanan dalam jiwa beliau yang memberikan kegembiraan dan kesukaan. Dengan sendirinya beliau ingin menyampaikan kegembiraan dan kasih ini kepada dunia, namun ketika beliau menyadari kondisi daripada dunia serta kemampuan dan fitrat manusia saat itu maka beliau menghadapi rintangan yang amat besar. Beliau menangisi kondisi dunia ini sedemikian rupa sehingga nyawa beliau pun terancam. Hal ini diindikasikan dalam ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh jadi engkau akan membinasakan dirimu sendiri dari dukacita karena mereka tidak mau beriman”. (S.26 Asy-Syuara:4).&lt;br /&gt;Periode ini merupakan kehidupan berdoa beliau dan menjadi manifestasi dari nama beliau sebagai Ahmad. Setelah itu beliau mengkonsentrasikan diri secara agung dan konsentrasi ini menunjukkan efeknya pada kehidupan beliau di Medina ketika signifikasi nama Muhammad diungkapkan sebagaimana dinyatakan dalam ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka itu berdoa untuk kemenangan dan binasalah setiap musuh kebenaran yang merajalela lagi keras kepala itu”. (S.14 Ibrahim:16).&lt;br /&gt;(Malfuzat, vol. II, hal. 178-179).&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Mereka yang terbiasa dengan cara pengungkapan dalam Al-Qur’an umumnya mengetahui bahwa kadang-kadang yang Maha Agung dan Maha Pengasih menggunakan ekspresi yang kelihatannya seperti merendahkan hamba-Nya yang khusus padahal konteksnya menggambarkan pujian yang tinggi. Sebagaimana difirmankan Allah s.w.t. mengenai Hadzrat Rasulullah s.a.w. bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia dapati engkau dalam keadaan hilang dan Dia memberi engkau petunjuk”. (S.93 Adh-Dhuha:8).&lt;br /&gt;Arti kata “Dhall”. pada dasarnya berarti seseorang yang salah jalan atau tersesat sehingga arti harfiah dari ayat tersebut adalah “Tuhan mendapati engkau dalam keadaan tidak tahu jalan lalu Dia menunjuki”. padahal nyatanya Hadzrat Rasulullah s.a.w. tidak pernah salah jalan atau tersesat. Seorang Muslim yang mempercayai bahwa kapan pun dalam hidup Hadzrat Rasulullah s.a.w. beliau itu pernah tersesat adalah seorang kafir yang tidak beriman dan patut dihukum. Konteks daripada ayat itu bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah Dia mendapati engkau yatim lalu Dia memelihara engkau, dan Dia mendapati engkau sirna dalam kecintaan kepada Wujud-Nya dan Dia menarik engkau kepada-Nya, dan Dia mendapati diri engkau berkekurangan lalu Dia memperkaya engkau”. (S.93 Adh-Dhuha:7-9).&lt;br /&gt;(Ayena Kamalati Islam, Qadian, Riyadh Hind Press, 1893; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 5, hal. 170-171, London, 1984).&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;alih bahasa : AQ Khalid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-5247059664667157109?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5247059664667157109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5247059664667157109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/03/keagungan-dan-kerendahan-hati.html' title='Keagungan Dan Kerendahan Hati Rasulullah SAW'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-7962000492097664636</id><published>2008-03-13T16:42:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T16:44:28.150-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad saw'/><title type='text'>Kemulian Akhlak Rasulullah SAW</title><content type='html'>Nabi-nabi dan para orang suci dibangkitkan Allah s.w.t. agar manusia bisa mencontoh perilaku akhlak mereka serta membimbing manusia bersiteguh di jalan yang benar sejalan dengan petunjuk Tuhan. Jelas bahwa mereka selalu memperlihatkan sifat-sifat akhlak yang mulia pada saatnya yang tepat sehingga bisa dicapai tingkat efektivitas yang terbaik. Sebagai contoh, sifat memaafkan adalah suatu hal yang patut dipuji ketika ia yang teraniaya lalu memiliki kekuatan untuk membalas dendam namun tidak dilakukannya. Kesalehan adalah sifat yang baik kalau dilaksanakan ketika seseorang memiliki segalanya untuk memuaskan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana Tuhan berkaitan dengan para Nabi dan orang-orang suci adalah agar mereka itu memperlihatkan dan menegakkan semua bentuk dari sifat-sifat akhlak yang mulia. Guna memenuhi rencana demikian maka Allah s.w.t. membagi kehidupan mereka dalam dua bagian. Bagian pertama kehidupan mereka dilalui dalam kesengsaraan dan berbagai penderitaan dimana mereka itu disiksa dan dianiaya, dimana melalui tahapan ini mereka akan memperlihatkan akhlak luhur yang hanya bisa dikemukakan pada saat keadaan sedang sulit. Bila mereka ini tidak diharuskan menjalani kesulitan yang besar maka sukar untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar tetap setia kepada Tuhan-nya dalam segala kesulitan serta tetap bersiteguh maju terus dalam upayanya.&lt;div class="fullpost"&gt; Mereka bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa bahwa mereka telah dipilih-Nya sebagai sosok yang patut teraniaya di jalan Allah.&lt;br /&gt;Tuhan yang Maha Agung mendera mereka dengan segala cobaan agar terlihat jelas bagaimana manifestasi keteguhan hati dan kesetiaan mereka kepada Tuhan mereka. Dalam hal ini sebagaimana dalam peribahasa, nyata bahwa keteguhan hati itu lebih tinggi nilainya daripada mukjizat. Keteguhan hati yang sempurna tidak akan terlihat jika tidak ada kesulitan besar yang dihadapi dan hanya bisa dihargai jika orang tahu bahwa yang bersangkutan memang telah mengalami goncangan yang dahsyat. Semua musibah tersebut merupakan berkat ruhani bagi para Nabi dan orang-orang suci karena melalui hal itulah sifat-sifat mulia mereka yang tidak ada tandingannya menjadi nyata dan derajat mereka akan ditinggikan di akhirat.&lt;br /&gt;Bila mereka tidak ada mengalami cobaan yang berat maka mereka tidak akan memperoleh berkat-berkat tersebut, tidak juga sifat mulia mereka menjadi tampak kepada umat manusia. Keteguhan hati, kesetiaan dan keberanian mereka tidak akan diakui secara universal. Mereka itu menjadi tiada tara dan tanpa tandingan serta demikian berani dan sempurna sehingga masing-masing dari mereka itu sepadan dengan seribu singa yang berada dalam satu tubuh atau seribu harimau dalam satu kerangka. Dengan cara demikian itulah kekuatan dan kekuasaan mereka menjadi suatu yang diagungkan dalam pandangan manusia dan mereka mencapai tingkatan tinggi dalam kedekatan kepada Allah s.w.t.&lt;br /&gt;Bagian kedua dari kehidupan para Nabi dan orang-orang suci adalah saat kemenangan, derajat mulia dan kekayaan dilimpahkan kepada mereka dimana pada saat itu pun mereka akan memperlihatkan akhlak mulia mereka yang memang efektif pada saat mereka menggenggam kemenangan, kekayaan dan kekuasaan. Mengampuni mereka yang tadinya menyiksa, bersabar hati terhadap para penganiaya, mencintai musuh, tidak mencintai kekayaan atau bangga terhadapnya, membuka gerbang berkat dan kemurahan hati, tidak menjadikan kekayaan sebagai sarana pemuas diri, tidak menjadikan kekuasaan sebagai alat penindasan, semuanya itu merupakan sifat-sifat mulia dengan persyaratan bahwa yang bersangkutan memang sedang memiliki kekuasaan dan kekayaan. Para Nabi dan orang-orang suci itu malah akan memperlihatkan semua sifat mulia itu saat mereka telah memiliki kekuasaan dan kekayaan.&lt;br /&gt;Kedua bentuk sifat-sifat akhlak mulia tersebut tidak mungkin dimanifestasi¬kan tanpa melalui tahapan kesulitan dan cobaan serta tahapan kekuasaan dan kemakmuran. Kebijaksanaan yang sempurna dari Allah s.w.t. mengharuskan bahwa para Nabi dan orang-orang suci diberikan kedua bentuk kesempatan tersebut yang sebenarnya merupakan realisasi ribuan berkat. Hanya saja urut-urutan dari kondisi demikian tidak akan sama bagi setiap orang. Kebijakan Ilahi menentukan bahwa beberapa orang akan mengalami periode kedamaian dan kenyamanan mendahului periode kesulitan, sedangkan pada yang lainnya dimulai dengan periode kesulitan sebelum datangnya pertolongan Tuhan. Dalam beberapa kejadian, kondisi demikian tidak terlalu jelas perbedaannya sedangkan pada yang lainnya dimanifestasikan secara sempurna.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal ini yang paling menonjol adalah Hadzrat Rasulullah s.a.w. karena kedua kondisi itu dikenakan secara sempurna atas wujud beliau sedemikian rupa sehingga sifat akhlak beliau menjadi bersinar cemerlang laiknya matahari, dan semua itu tercermin dalam ayat:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak luhur”. (S.68 Al-Qalam:5).&lt;br /&gt;Jika dinilai bahwa Hadzrat Rasulullah s.a.w. adalah sempurna di dalam kedua bentuk sifat akhlak melalui pembuktian di atas, maka melalui itu dibuktikan juga keluhuran akhlak para Nabi-nabi lainnya dan dengan demikian telah meneguhkan Kenabian mereka, kitab-kitab yang mereka bawa serta kenyataan bahwa mereka semua adalah kekasih Allah s.w.t. Pendapat ini memupus keberatan sebagian orang akan akhlak Nabi Isa a.s. yang dianggap tidak cukup sempurna menghadapi kedua kondisi tersebut. Memang benar bahwa Nabi Isa a.s. menunjukkan keteguhan hati dalam keadaan kesulitan, hanya saja bentuk kesempurnaan akhlak tersebut baru akan terlihat sempurna jika saja pada saat itu Nabi Isa memperoleh kekuasaan dan keunggulan di atas para penganiaya beliau dan beliau kemudian mengampuni mereka dari lubuk hati yang paling dalam sebagaimana halnya perlakuan Hadzrat Rasulullah s.a.w. terhadap penduduk Mekah saat kota itu takluk kepada umat Islam. Penduduk kota Mekah memperoleh pengampunan penuh kecuali beberapa orang yang ditetapkan Tuhan harus menjalani hukuman karena kejahatan mereka yang luar biasa.&lt;br /&gt;Hadzrat Rasulullah s.a.w. setelah mencapai kemenangan malah mengumumkan:&lt;br /&gt;لا تثريب عليكم اليو م&lt;br /&gt;“Tidak akan ada yang menyalahkan kalian pada hari ini.”.&lt;br /&gt;Karena adanya pengampunan demikian yang semula dianggap mustahil dalam pandangan para musuh beliau, dimana tadinya mereka merasa patut dihukum mati atas segala kejahatan mereka, maka beribu-ribu orang lalu baiat ke dalam agama Islam dalam jangka waktu bilangan jam saja.&lt;br /&gt;Keteguhan hati Hadzrat Rasulullah s.a.w. yang diperlihatkan dalam jangka waktu panjang di bawah penganiayaan mereka, di mata mereka menjadi cemerlang bercahaya seperti matahari. Sudah menjadi fitrat manusia bahwa keagungan dari keteguhan hati seseorang menjadi nyata saat yang bersangkutan mengampuni para penganiayanya ketika ia kemudian memperoleh kekuasaan di atas mereka. Karena itulah sifat luhur akhlak Nabi Isa a.s. di bidang keteguhan, kelemah-lembutan dan daya tahan tidak terlihat sepenuhnya dimana tidak jelas apakah keteguhan sikapnya itu karena pilihan sendiri atau memang karena terpaksa. Nabi Isa a.s. tidak sempat memperoleh kekuasaan di atas para penganiaya beliau sehingga tidak bisa dibuktikan apakah beliau memang kemudian akan mengampuni para musuhnya atau memilih mengambil pembalasan dendam atas diri mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan keadaan Nabi Isa a.s., sifat mulia dari Hadzrat Rasulullah s.a.w. telah diperlihatkan dalam ratusan kejadian dan kenyataannya bersinar terang seperti sang surya. Sifat-sifat seperti murah hati, welas asih, pengurbanan, keberanian, kesalehan, kepuasan hati atas apa yang ada serta menarik diri dari duniawi, semuanya itu jelas sekali pada sosok Nabi Suci s.a.w. dibanding dengan Nabi-nabi lainnya. Allah yang Maha Kaya menganugerahkan harta benda yang amat banyak kepada Hadzrat Rasulullah s.a.w. dan beliau membelanjakan nya semua di jalan Allah dan tidak ada sekeping mata uang pun yang digunakan untuk kepuasan diri sendiri. Beliau tidak ada mendirikan bangunan megah atau istana untuk diri sendiri dan tetap saja hidup di sebuah gubuk tanah liat yang tidak berbeda dengan rumah kediaman umat yang paling miskin. Beliau berlaku welas asih terhadap mereka yang tadinya menganiaya beliau serta menolong mereka dengan daya sarana milik beliau sendiri. Beliau tinggal di sebuah gubuk tanah liat, tidur di lantai serta makan dari roti gandum yang kasar atau puasa jika tidak ada apa-apa. Beliau dikaruniai kekayaan dunia dalam jumlah amat besar tetapi beliau tidak mau mengotori tangan beliau dengan harta itu dan tetap memilih hidup miskin daripada kemewahan serta kelemah-lembutan daripada kekuasaan. Dari sejak hari pertama beliau diutus sampai dengan saat beliau kembali kepada Tuhan beliau di langit, beliau tidak pernah menganggap penting apa pun selain Allah s.w.t. Beliau memberikan bukti keberanian, kesetiaan dan keteguhan hati di medan perang menghadapi ribuan musuh dimana maut mengintai selalu, semata-mata hanya karena Allah. Singkat kata, Allah yang Maha Agung memanifestasikan sifat-sifat mulia beliau seperti welas asih, kesalehan, kepuasan atas apa yang ada, keberanian dan segala hal yang berkaitan dengan kecintaan kepada Allah s.w.t. yang padanannya belum pernah ada pada masa sebelum beliau dan tidak akan pernah ada lagi setelah beliau.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan Nabi Isa a.s., sifat akhlak mulia tersebut tidak jelas dimanifestasikan karena hal seperti itu baru akan nyata jika seseorang kemudian memperoleh kekayaan dan kekuasaan, dan hal itu tidak ada terjadi pada diri Nabi Isa a.s. Pada keadaan beliau ini, kedua bentuk sifat akhlak tersebut tetap tinggal tersembunyi karena kondisi untuk manifestasinya tidak ada. Namun keberatan yang dianggap sebagai kekurangan pada diri nabi Isa a.s. tersebut telah ditimbali dengan contoh sempurna dari Hadzrat Rasulullah s.a.w. karena contoh yang dikemukakan Nabi Suci s.a.w. telah menyempurna¬kan dan melengkapi kekurangan pada Nabi-nabi lain sehingga apa yang semula meragukan sekarang telah jadi jelas. Wahyu dan Kenabian berakhir di sosok yang mulia ini karena semua keluhuran telah mencapai puncaknya dalam diri beliau. Semua ini merupakan rahmat Allah s.w.t. yang dikaruniakan kepada siapa yang dipilih-Nya. (Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 276-292, London, 1984).&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Allah yang Maha Agung telah membagi kehidupan Nabi kita Hadzrat Rasulullah s.a.w. dalam dua bagian, yaitu bagian pertama yang merupakan periode kegetiran, kesulitan dan penderitaan, sedangkan bagian berikutnya adalah ketika tiba masa kemenangan. Selama masa penderitaan akan muncul sifat-sifat akhlak beliau yang sesuai dengan masa tersebut, sedangkan pada waktu tiba masa kejayaan dan kekuasaan, maka muncul akhlak mulia beliau yang tidak akan jelas nyata jika tidak dilambari latar belakang kedigjayaan. Dengan demikian kedua bentuk sifat akhlak mulia beliau menjadi nyata karena melalui kedua periode masa seperti itu.&lt;br /&gt;Dengan membaca sejarah tentang masa kesulitan beliau di Mekah yang berlangsung selama tigabelas tahun, kita bisa melihat secara nyata bagaimana beliau memperlihatkan akhlak seorang muttaqi yang sempurna di dalam masa kesulitan yaitu meletakkan kepercayaan sepenuhnya kepada Allah s.w.t. tanpa mengeluh sama sekali, tidak mengendurkan pelaksanaan tugas beliau, tidak takut kepada siapa pun, semuanya itu dilakukan sedemikian rupa sehingga para orang kafir pun menjadi beriman karena menyaksikan keteguhan hati yang demikian rupa dan menyadari bahwa jika seseorang tidak memiliki keimanan yang demikian kuat, mustahil yang bersangkutan akan dapat menanggung penderitaan tersebut dengan keteguhan hati.&lt;br /&gt;Ketika tiba masa kemenangan, kekuasaan dan kemakmuran, lalu muncul sifat akhlak mulia Hadzrat Rasulullah s.a.w. yang lain yang berbentuk pengampunan, kemurahan hati dan keberanian yang diperlihatkan sedemikian sempurna sehingga sejumlah besar orang kafir lalu beriman kepada beliau. Beliau memaafkan mereka yang telah menganiaya beliau dan memberikan keamanan kepada mereka yang telah mengusir beliau dari Mekah serta menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Justru setelah menggenggam tampuk kekuasaan di atas para musuh, beliau malah mengampuni mereka. Banyak orang yang menyaksikan akhlak mulia beliau menyatakan bahwa hanya orang yang muttaqi dan datang sebagai utusan Tuhan saja yang mungkin bisa memiliki akhlak demikian. Itulah sebabnya sisa-sisa rasa permusuhan para lawan beliau langsung menghilang. Akhlak mulia beliau juga dinyatakan oleh Kitab Suci Al-Qur’an dalam ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan pengorbananku dan kehidupanku serta kematianku adalah semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam"“. (S.6 Al-Anaam:163).&lt;br /&gt;Berarti seluruh hidup beliau telah diikrarkan bagi manifestasi keagungan Tuhan serta memberikan kenyamanan kepada para makhluk-Nya agar melalui kewafatan beliau mereka semua itu akan memperoleh kehidupan.&lt;br /&gt;(Islami Usulki Philosophy, Ruhani Khazain, vol. 10, hal. 447-448, London, 1984).&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Yang tertinggi dari segala kehormatan adalah kehormatan dari Hadzrat Rasululah s.a.w. yang telah mempengaruhi keseluruhan dunia Islam. Kehormatan beliau telah menghidupkan kembali dunia ini. Di tanah Arab pada masa beliau, perzinahan, permabukan dan perkelahian menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Hak azasi manusia sama sekali terabaikan. Tidak ada rasa welas asih sama sekali terhadap sesama umat manusia. Bahkan hak dari Allah s.w.t. juga telah diingkari orang sama sekali. Bebatuan, pepohonan dan bintang-bintang diimbuhi dengan sifat-sifat samawi. Berbagai bentuk syirik berkembang luas di masyarakat. Tidak hanya wujud manusia, bahkan alat kelaminnya (genitalia) pun juga disembah. Seseorang yang berpikiran waras jika melihat keadaan demikian walaupun hanya sesaat, ia akan menyimpulkan adanya kegelapan, kefasikan dan penindasan sedang merajalela. Kelumpuhan biasanya menyerang satu sisi, tetapi ini adalah kelumpuhan yang menghantam kedua sisi (jiwa dan raga). Seluruh dunia terkesan sudah membusuk. Tidak ada kedamaian sama sekali baik di muka bumi atau pun di lautan.&lt;br /&gt;Hadzrat Rasulullah s.a.w. muncul dalam abad kegelapan dan kehancuran demikian dan beliau kemudian memperbaiki secara sempurna kedua sisi perimbangan dan menegakkan kembali hak-hak Tuhan serta hak-hak manusia di posisinya yang tepat. Kekuatan moril dari Hadzrat Rasulullah s.a.w. dengan demikian bisa diukur dengan melihat kondisi masa tersebut. Penganiayaan yang ditimpakan kepada beliau dan para pengikut beliau serta perlakuan beliau terhadap para musuh ketika beliau telah memperoleh kemenangan atas mereka telah menunjukkan betapa luhurnya derajat beliau.&lt;br /&gt;Tidak ada jenis siksaan lain yang belum pernah ditimpakan oleh Abu Jahal dan kawan-kawannya terhadap Nabi Suci s.a.w. dan para sahabat beliau. Wanita-wanita Muslim disiksa dengan cara mengikat kaki mereka masing-masing kepada dua unta yang dihalau ke arah berlawanan sehingga tubuh mereka terbelah dua, padahal kesalahan mereka hanya karena beriman kepada Ke-Esaan Tuhan dan menyatakan:&lt;br /&gt;لااله الاالله محمدرسو ل الله&lt;br /&gt;Beliau memikul semua penderitaan dengan keteguhan hati, tetapi pada waktu Mekah ditaklukkan, beliau malah mengampuni para musuh tersebut dan menenteramkan mereka dengan ucapan: “Tidak akan ada yang menyalahkan kalian pada hari ini.”. Semua itu merupakan kesempurnaan akhlak mulia beliau yang tidak ditemukan pada Nabi lainnya. Ya Allah turunkanlah salam dan rahmat-Mu atas beliau dan umat beliau. (Malfuzat, vol. II, hal. 79-80).&lt;br /&gt;Alih bahasa : AQ Khalid&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-7962000492097664636?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7962000492097664636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7962000492097664636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/03/kemulian-akhlak-rasulullah-saw.html' title='Kemulian Akhlak Rasulullah SAW'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-5122587679404783444</id><published>2008-02-25T21:42:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T21:44:03.277-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Pemeliharaan AlQuran</title><content type='html'>Ada sebuah janji di dalam Al-Qur’an bahwa Allah s.w.t. akan memelihara Islam saat menghadapi bahaya dan percobaan seperti diungkapkan dalam ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan peringatan ini dan sesungguhnya Kami-lah pemeliharanya”. (S.15 Al-Hijr:10).&lt;br /&gt;Sesuai dengan janji tersebut maka Allah yang Maha Perkasa akan menjaga Firman-Nya dengan empat cara. Pertama, melalui daya ingat mereka yang telah menghafal keseluruhan Al-Qur’an sehingga keutuhan teks dan urutannya tetap terjaga.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap zaman terdapat ratusan ribu orang yang menghafalkan Al-Qur’an di luar kepala dimana jika ada yang menanyakan satu kata saja, mereka ini dapat mentilawatkan kalimatnya. Melalui cara ini Al-Qur’an dipelihara terhadap penyimpangan verbal sepanjang masa. Kedua, melalui ulama-ulama akbar di setiap zaman yang memperoleh pemahaman Al-Qur’an, dimana mereka ini menafsirkan Al-Qur’an dengan bantuan Hadits, sehingga dengan cara tersebut Firman Tuhan terpelihara dari penyimpangan penafsiran dan arti. Ketiga, melalui para cendekiawan yang mengungkapkan ajaran Al-Qur’an berdasarkan logika dan dengan demikian memeliharanya terhadap serangan dari para filosof yang berpandangan cupat. Keempat, melalui mereka yang mendapat karunia keruhanian dimana mereka di setiap zaman menjaga Firman Suci Tuhan terhadap serangan-serangan dari mereka yang menyangkal mukjizat dan wawasan keruhanian. (Ayyamus Sulh, Qadian, Ziaul Islam Press, 1899; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 14, hal. 288, London, 1984).&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Jangan sampai umat Islam berpandangan bahwa turunnya wahyu dimulai dengan kedatangan Nabi Adam a.s. dan telah berakhir dengan selesainya penugasan Hadzrat Rasulullah s.a.w. sehingga setelah beliau lalu dianggap wahyu Ilahi tidak ada lagi. Janganlah kita mempunyai keyakinan seperti bangsa Hindu yang berpendapat bahwa Firman Tuhan hanya terbatas kepada apa yang sudah disampaikan-Nya saja. Sejalan dengan aqidah Islam, yang namanya firman, pengetahuan dan kebijakan-Nya, sebagaimana juga Wujud-Nya, adalah bersifat tidak terbatas. Allah yang Maha Agung berfirman:&lt;br /&gt; “Katakanlah: “Sekiranya setiap lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat Tuhan-ku, niscayalah lautan itu akan habis sebelum kalimat-kalimat Tuhan-ku habis, sekalipun Kami datangkan sebanyak itu lagi sebagai bantuan tambahan”“. (S.18 Al-Kahf:110).&lt;br /&gt;Kami memahami telah berhentinya wahyu Ilahi turun ke bumi dalam pengertian bahwa karena yang telah diturunkan berupa Al-Qur’an sudah sangat lengkap guna memperbaiki kondisi umat manusia maka tidak akan ada lagi kaidah baru. Pada saat diturunkannya Al-Qur’an tersebut, segala hal yang berkaitan dengan akhlak, aqidah dan perilaku manusia sudah rusak sama sekali dimana segala bentuk penyimpangan dan kejahatan telah mencapai puncaknya. Karena itulah ajaran yang dibawa Al-Qur’an bersifat sangat komprehensif. Dalam pengertian inilah dikatakan bahwa kaidah yang dikemukakan Al-Qur’an bersifat sempurna dan terakhir atau final, sedangkan kaidah yang dibawa oleh Kitab-kitab suci terdahulu itu tidak lengkap karena tingkat kejahatan manusia di masanya belum mencapai klimaks sebagaimana saat diturunkannya Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Perbedaan di antara Al-Qur’an dengan Kitab-kitab yang diwahyukan lainnya adalah meskipun Kitab-kitab itu dipelihara dengan segala cara, tetapi karena ajaran yang dibawanya tidak sempurna maka masih diperlukan diwahyukan¬nya Al-Qur’an sebagai ajaran yang paling sempurna. Hanya saja tidak akan ada lagi Kitab lain yang akan diwahyukan setelah Al-Qur’an karena tidak ada sesuatu yang bisa melampaui apa yang namanya kesempurnaan. Bilamana diandaikan bahwa prinsip-prinsip hakiki dari Al-Qur’an bisa disesatkan seperti halnya Veda dan Injil dimana manusia menciptakan sekutu bagi Tuhan-nya serta ajaran Ketauhidan Ilahi diselewengkan dan disesatkan sehingga berjuta-juta umat Islam lalu mengikuti syirik dan menjadi penyembah makhluk, maka dalam keadaan seperti itu bisa jadi perlu diwahyukan syariat baru dan diutus seorang Rasul baru. Namun perandaian seperti ini jelas tidak masuk akal.&lt;br /&gt;Penyesatan ajaran Al-Qur’an tidak mungkin terjadi karena Allah yang Maha Agung telah berfirman:&lt;br /&gt; “Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan peringatan ini dan sesungguhnya Kami-lah pemeliharanya”. (S.15 Al-Hijr:10).&lt;br /&gt;Kebenaran daripada nubuatan ini telah dibuktikan sepanjang sejarah selama 1300 tahun terakhir. Sejauh ini tidak ada ajaran pagan atau penyembahan berhala bisa berhasil menyusup ke dalam Al-Qur’an sebagaimana yang terjadi pada Kitab-kitab suci lainnya. Pikiran waras pun tidak bisa membayangkan bahwa hal seperti itu dapat terjadi. Berjuta-juta umat Islam telah menghafalkan Al-Qur’an di luar kepala dan terdapat ribuan buku tafsir yang akan menjaga arti dan pengertiannya. Ayat-ayatnya ditilawatkan dalam shalat lima kali sehari dan Kitab ini dibaca orang setiap hari. Kitab ini dicetak di semua negeri-negeri di dunia dalam jumlah jutaan buku dimana ajarannya karena diketahui oleh setiap orang sehingga kita pun menyadari secara pasti bahwa adanya perubahan atau penyimpangan dalam ayat-ayat Al-Qur’an merupakan suatu hal yang sama sekali tidak mungkin terjadi. (Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 100-102, London, 1984).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-5122587679404783444?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5122587679404783444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5122587679404783444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/pemeliharaan-alquran.html' title='Pemeliharaan AlQuran'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-6456805918842418860</id><published>2008-02-17T01:34:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T01:51:13.063-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Umat Islam Terpecah 72 Golongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alislam.org/albums/khalifa4/aaa.highlight.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 5px 5px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://alislam.org/albums/khalifa4/aaa.highlight.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Januari 2006 - Oleh: Hazrat Mirza Tahir Ahmad&lt;br /&gt;Penterjemah: Abdul Mukhlis – Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mahdi dan Al-Masih Sudah Sangat Diperlukan&lt;br /&gt;Seorang berkebangsaan Arab bertanya kepada pemimpin Ahmadiyah di London. Pertanyaannya adalah, umat Islam menjadi terpecah disebabkan kedatangan Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyah. Al-Quran menyebutkan, umat Islam adalah satu Ummah dan Al-Quran adalah kitab Syariah yang terakhir dan sempurna, dan karenanya mengapa diperlukan lagi adanya nabi?&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan dan jawaban Pimpinan Ahmadiyah Hazrat Mirza Tahir Ahmad sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas pertanyaan mengapa diperlukan adanya nabi, marilah kita kembali sebelum ada seseorang mendakwakan diri menjadi nabi ummati. Sekarang mari kita bertanya apakah ummah memang satu sebelum ia men-dakwakan diri. Bukankah Al-Quran dan hadits yang ada sama dengan Al-Quran dan hadits yang ada sejak Rasulullah Saw., Namun ummah telah terpecah menjadi 72 golongan, apakah Anda menyebutnya satu ummah atau memilih untuk menyebutnya 72 ummah, sepenuhnya terserah kepada Anda, namun yang benar adalah bahwa telah terjadi perpecahan dan perpecahan itu terjadi bukan disebabkan oleh adanya nama-nama melainkan disebabkan oleh adanya perbedaan pandangan dan konsep. 72 golongan Islam memiliki perbedaan pandangan yang sedemikian rupa mengenai Al-Quran yang sama dan mengenai hadits yang sama sehingga orang yang memiliki pikiran jernih, mereka (72 golongan) tidak lagi dapat disebut satu ummah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pun, lupakanlah untuk sementara waktu mengenai Ahmadiyah dan apa missinya, marilah kita membahas pandangan golongan Syiah. Mereka beriman kepada Al-Quran dan mereka beriman kepada hadits Rasulullah Saw. Namun mereka pun berkeyakinan bahwa tiga khalifah Islam yang pertama adalah perampas hak orang lain dan bukan khalifah yang benar. Rasulullah Saw., menurut orang-orang Syiah, setelah beliau wafat hanya meninggalkan sepuluh orang suci. Sisanya semuanya munafik dan mereka yang Anda sebut dan kami juga meyakininya sebagai khalifah yang benar, menurut kepercayaan Syiah adalah para Raisul Munafiqin (Pemimpin orang-orang munafik). Sekarang, tuduhan ini diterima baik oleh orang-orang Muslim dan inilah yang mereka sebut sebagai satu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita mempelajari sekte Deobandi. Mereka meyakini bahwa sekte Barelwi adalah orang-orang musyrik. Sekte Deobandi memegang kepercayaan bahwa orang-orang yang berkeyakinan bahwa Rasulullah Saw. memiliki kehidupan yang abadi dan maha hadir seperti halnya Allah Ta’ala adalah orang-orang musyrik tingkat pertama dan tidak dapat diterima di dalam lingkungan Islam. Salah seorang dari pemimpin Deobandi memberitahukan kepada kami dan berkeras bahwa kita harus percaya bahwa semua orang-orang Barelwi setelah mereka meninggal, ketika mereka datang ke ‘Khausa Kausar’ mereka akan diperintahkan untuk pergi dan meninggalkan tempat itu seperti seseorang yang mengusir dan menghalau anjing pergi. Rasulullah Saw. menurut mereka, akan berkata kepada orang-orang Barelwi, “Pergilah kalian, kalian pikir diri kalian Muslim, tetapi aku mengetahui bahwa kalian bukanlah orang Muslim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sejauh hubungannya dengan orang-orang Barelwi yang juga termasuk ke dalam ‘ummah yang satu’ dan kita juga beriman kepada Al-Quran yang sama dan hadits yang sama, namun mereka berpendirian bahwa semua orang-orang Wahabi, golongan yang menyebut dirinya mayoritas di Saudi Arabia, Ahli Hadits dan Deobandi semuanya adalah pakka kafir (kafir mutlak), sedemikian rupa, sehingga jika seseorang tidak percaya bahwa Golongan Wahabi, Ahli Hadits dan Deobandi kafir, maka ia sendiri menjadi kafir. Satu dari pemimpin terkenal Barelwi menjelaskan dalam bukunya ‘Hisamtil Harmain’, bahwa jika kalian sembahyang di belakang orang Deobandi, Wahabi, Ahli Hadits, Chakralwi, Syiah, Qadiani, dan lain-lain. Kalian akan menjadi kafir dan jika kalian mengijinkan mereka sembahyang di belakang kalian, kalian pun akan menjadi kafir. Dan jika kalian menikah dengan mereka dan jika mereka menikah dengan kalian, kalian akan menjadi kafir. Sedemikian rupa, sehingga ia menjelaskan jika mereka menikah di antara mereka sendiri pun, pernikahan itu menjadi tidak syah menurut hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi demikianlah keadaan yang ada sebelum kedatangan Almasih yang dijanjikan, Mirza Ghulam Ahmad, dan sekarang pun masih demikian. Jadi marilah kita kemukakan lagi pertanyaannya. Apakah itu yang disebut satu Islam? Apakah demikian keadaannya pengikut dan anggota Ummah yang satu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda apa yang terjadi di Pakistan setelah kami (orang-orang Ahmadi) dideklarasikan sebagai non Muslim dan setelah kami dirampas haknya untuk me-nyebut diri kami Muslim. Apakah Anda sadar bahwa telah terjadi peperangan antara Sekte Barelwi dan Sekte Deobandi dan mereka menyebarluaskan pamflet-pamflet yang isinya masing-masing saling memfatwakan kafir dan bukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika demikianlah keadaan Ummah yang satu yang menjadi pecah oleh kedatangan Masih Mau’ud a.s. maka tidak ada masalah yang terjadi. Mengapa Jemaat Ahmadiyah harus nampak seperti golongan yang paling tidak dapat diterima di antara umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita bahas pertanyaannya secara prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah satu, dan tanpa di-ragukan telah sempurna. Hadits Rasulullah Saw. adalah final dan kedua-duanya terus menerus menjadi Kalimat yang harus diterima, yang harus diimani, yang harus diikuti sampai hari kiamat. Namun Rasul kita, meskipun beliau mengetahui hal ini bahwa Kitab Suci sudah sempurna dan beliau adalah Nabi yang terakhir hingga hari kiamat, beliau sendiri menubuatkan bahwa akan tiba masanya ketika Imam Mahdi akan datang dari sisi Allah dan diangkat oleh Allah. Sekarang marilah kita ajukan satu pertanyaan yang tulus – mengapa diperlukan Imam Mahdi dan mengapa Imam Mahdi harus diterima kita semua, sementara Al-Quran sudah sempurna; hadits sudah ada dan isi dari kitab-kitab ini sudah final. Namun menurut Rasulullah Saw., kalian memerlukan Imam Mahdi dan Anda sedang menunggu-nunggu Imam Mahdi. Mengapa kita memerlukan Imam Mahdi dan apakah kedudukan Imam Mahdi nantinya? Saya yakin Anda tidak pernah berpikir ke arah ini. Jika Anda memikirkannya sekarang, Anda akan terkejut bahwa kepercayaan Anda dan kepercayaan kami secara mutlak sama. Tidak setitikpun ada perbedaan dapat dibuktikan antara kepercayaan kami dan Anda. Anda percaya bahwa Imam Mahdi akan ditunjuk Allah Ta’ala dan tidak akan dipilih oleh masyarakat Islam. Tidak ada seorangpun Muslim yang percaya bahwa Imam Mahdi tidak akan dipilih Allah tetapi akan dipilih oleh masyarakat luas. Jika ada seorang Muslim yang berkepercayaan demikian, seluruh ulama dunia akan memfatwakan bahwa orang itu kafir, karena ia memegang keyakinan yang bertentangan dengan seluruh umat Islam. Jadi Imam Mahdi adalah satu pribadi yang akan datang, jika hingga sekarang ia belum datang, yang akan langsung diangkat dan ditunjuk oleh Allah. Namun demikian, ini adalah bagian dari keyakinan kita. Bagian selanjutnya dari keyakinan ini adalah bahwa siapa saja yang menolaknya akan menjadi kafir. Apakah pernyataan ini tidak benar? Seluruh ummah memiliki keyakinan terhadap dua hal ini, kecuali Chakralwi dan Ahli Hadits, tetapi pada saat ini saya tidak membahas mereka secara spesifik. Saya mengarahkan hal ini kepada ummah di luar mereka. Mereka berkeyakinan, Imam Mahdi akan ditunjuk langsung oleh Allah sendiri dan tidak akan ada pemilihan. Mereka juga percaya Imam Mahdi, sekali beliau ditunjuk maka ia akan menjadi imam seluruh ummah dan untuk sekalian alam dan siapa saja yang mendustakan beliau dan siapa saja yang menentang beliau, akan menjadi keluar dari Islam. Sekarang, dengan mengingat dua hal penting ini di dalam pikiran kita, sebutkan kepada saya (jika ada) contoh satu orang, siapa saja, setelah memiliki dua sifat ini dan dua potensi ini, tetapi ia bukan nabi. Sesungguhnya, tidak ada seorang manusia pun di dunia ini datang membawa dua kualitas ini tetapi bukan nabi. Sesungguhnya, tidak seorangpun di dalam sejarah semua agama-agama yang dapat disebutkan bahwa ada seseorang ditunjuk langsung oleh Allah namun untuk beriman kepadanya tidak diwajibkan. Bacalah ayat Al-Quran yang membahas mengenai iman dimana dijelaskan kepada siapa kalian harus beriman – Amantu billahi wa malaikatihi wa kutubihi wa rusulihi wa bil yaumil akhiri wa bil qadri khairihi wa syarrihi. Dari enam rukun tersebut hanya ada satu yang berhubungan dengan manusia dan itu adalah nabi-nabi. Jadi dari antara manusia, kecuali kepada nabi-nabi, Al-Quran tidak membebankan kewajiban kepada Anda untuk beriman kepada siapa pun, hanya kepada para nabi Allah kita harus beriman. Jadi menurut Al-Quran, hanya kepada nabi-nabi Allah wajib bagi kita beriman, kalau tidak kita akan menjadi kafir. Oleh karena itu, dari antara manusia kecuali kepada para nabi kita tidak diwajibkan untuk beriman kepada siapapun. Carilah kalau ada di dalam Al-Quran ayat-ayat yang mewajibkan kepada kita untuk beriman kepada seseorang selain kepada para nabi. Namun pandangan yang umum diterima ini Anda sendirilah menisbahkan-nya kepada Imam Mahdi. Siapa saja yang ditunjuk langsung oleh Allah maka dia adalah seorang nabi. Jadi Anda terus mengatakan bahwa Anda berkeyakinan tidak akan pernah datang nabi lagi meskipun seorang nabi pengikut, sementara Anda beriman kepada Imam Mahdi dan yakin bahwa Allah sendiri yang akan menunjuk dan mengangkatnya. Dengan demikian Anda sesungguhnya menentang keyakinan Anda sendiri. Sebenarnya, begitu Anda percaya kepada kedatangan Imam Mahdi berarti Anda percaya kepada kedatangan seorang nabi ummati. Jadi sekarang hanya tinggal pertanyaan tentang siapakah orangnya. Sejauh yang berkenaan dengan kepercayaan, setiap orang yang jujur dan benar pasti akan setuju dan menerima bahwa konsep mengenai Imam Mahdi adalah sesuai sekali dengan konsep yang kami sebut sebagai suatu kenabian ummati. Baik Anda menyebutnya nabi pengikut atau bukan, baik Anda menyebut-nya manusia atau bukan, hal itu tidaklah penting. Yang penting adalah definisinya. Jika Anda memanggil manusia anjing, ia akan tetap manusia. Jika seseorang memiliki kualitas Imam Mahdi maka ia akan tetap menjadi Nabi, bagaimanapun Anda me-manggilnya, meskipun jika Anda tidak beriman kepadanya, ia akan tetap seorang nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Anda percaya, Nabi Isa akan datang untuk kedua kalinya. Dalam kedudukannya sebagai apa ia akan datang lagi? Akankah ia meninggalkan pangkat kenabiannya di atas langit, jika benar ia akan turun dari langit? Tentu saja tidak. Karena semua ulama Muslim percaya dan memfatwakan bahwa siapa saja yang percaya dan mengatakan ketika ia akan datang lagi ia akan meninggalkan pangkatnya di langit dan akan datang sebagai seorang biasa, adalah seorang pendusta dan berada di luar dan keluar dari batas-batas Islam. Ini adalah ke-percayaan yang umum dipegang setiap ulama Islam, baik ia Ahmadi maupun bukan. Dasar dari keyakinan ini adalah, Rasul kita Saw. sendiri menubuatkan, ketika Nabi Isa a.s. datang lagi ia akan datang sebagai seorang nabi. Di dalam kitab Hadits Muslim Rasulullah Saw. sendiri menyebut Nabi Isa empat kali bahwa beliau adalah Nabiyullah pada kedatangannya yang kedua kali. Dengan demikian, sesuai dengan Hadits Muslim, Anda juga percaya Almasih akan datang dan ia datang sebagai seorang NABI… Sekarang, bersikaplah sebagai manusia yang memiliki akal yang waras dan bersikap jujur. Anda mengeluarkan kami dari Islam karena kami percaya Almasih Mau’ud a.s. adalah seorang Nabi, sementara Almasih yang kalian tunggu-tunggu itu sendiri adalah Nabi. Jadi jika Masih Mau’ud a.s. berkata, ‘Aku bukan Nabi. Rasulullah Saw. akan memfatwakan Masih Mau’ud seorang pendusta, karena beliau Rasulullah Saw. akan bersabda, ‘Tidakkah engkau membaca Hadits Muslim? Saya sendiri telah menyebut Almasih yang akan datang di dalam umat ini sebagai Nabi.’ Jadi jika ada seseorang mendakwa-kan diri bahwa ia adalah Almasih yang ditunggu-tunggu dan ia bukan Nabi, maka ia pasti seorang pendusta. Anda tidak mungkin membuktikannya lain. Namun, menurut akal Anda, jika ada seseorang mendakwakan diri sebagai Almasih dan berkata bahwa ia Nabi, ia juga seorang pendusta. Jadi Almasih yang bagaimanakah yang dapat datang ke dalam umat ini. Dari satu sudut pandang ia adalah seorang pendusta, karena ia berkata bahwa ia adalah sang Almasih dan seorang Nabi tapi Anda mengatakan bahwa pintu kenabian telah berakhir dalam bentuk apapun. Dan jika ia berkata, baiklah, bahwa ia adalah Almasih namun bukan Nabi maka Anda akan mengatakan bahwa ia adalah pendusta, karena Rasulullah Saw. mengatakan bahwa Almasih yang akan datang adalah seorang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa solusinya? Satu-satunya solusi yang dikemukakan ulama-ulama Muslim kepada saya bahwa ia adalah seorang Ummati, benar seorang Nabi tetapi nabi ummati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedudukannya sebagai Nabi Ummati ia tidak menentang kedudukan Nabi Muhammad Saw. sebagai Nabi penutup – dan inilah sebenarnya apa yang kami yakini. Kami tidak memegang kepercayaan tentang bentuk kenabian baru (Kenabian yang datang di luar umat Islam dan membawa syari’at baru. Kami memiliki keyakinan tentang seorang Nabi Ummati, Nabi yang berada di bawah syari’at nabi sebelumnya, sebagaimana dinubuatkan di dalam Al-Quran, Surah An-Nisa (3:70-71):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka akan berada di antara mereka yang Allah Ta’ala telah memberi nikmat, yaitu, nabi-nabi, syuhada-syuhada, shiddiq-shiddiq, dan orang-orang shalih, dan betapa mereka itu sebaik-baiknya sahabat. Ini adalah karunia dari Allah; dan cukuplah bagi Allah Yang Maha Mengetahui.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa saja yang akan menerima ganjaran Rasulullah Saw. menurut ayat ini, ia harus tunduk kepada Rasulullah Saw.. Begitu ia menjadi pengikut, menurut ayat ini tidak akan ada ganjaran yang akan dimahrumkan darinya, baik yang pertama maupun yang terakhir, karena semua ganjaran itu disebutkan secara berurutan, yaitu, nabi-nabi, shidiq-shidiq, syuhada dan solihin – jadi kepercayaan Anda dan kepercayaan kami mengenai kenabian benar-benar sama. Terapkan hal yang sama kepada Imam Mahdi, yang Anda yakini akan datang; maka keyakinan kami mengenai Imam Mahdi, dan keyakinan Anda benar-benar sama. Ia haruslah seorang nabi pengikut. Terapkan sekarang kepada Almasih yang dijanjikan. Sekali lagi di sini pun kepercayaan kita mengenai Almasih yang dijanjikan seratus persen sama. Jadi, hanya menyebut seorang nabi bukan nabi, tidak bisa membebaskan Anda dari dosa atau apapun, sesungguhnya hal ini malah menjadikan Anda seorang yang berdosa, karena beriman kepada seseorang yang akan memiliki kedudukan tertentu; Anda tetap tidak setuju untuk memanggil-nya dengan kedudukan itu yang Anda sendiri meyakininya – ini adalah satu pelanggaran. Dan kami tidak melakukan pelanggaran itu; kami bersikap jujur, kami berbicara terus-terang. Jadi pertanyaannya sederhana sekali, yakni, Apakah Imam Mahdi sudah datang atau belum. Dan ini adalah pertanyaan yang adil. Anda me-manggil kami non-Muslim karena kami berkeyakinan kepada seorang nabi baru. Jika kami menjadi kafir karena hal ini, karena keyakinan Anda sama dengan kami, maka setiap orang dari antara kita adalah kafir, tidak ada seorang Muslim pun lagi yang tertinggal. Jadi, ini adalah satu aspek yang harus Anda ingat selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang kedua adalah Al-Quran sudah sempurna. Sesungguhnya Al-Quran itu tidak berubah. Namun demikian, maknanya telah berubah. Ayat yang sama telah ditafsirkan begitu berbeda seolah-olah berasal dari kitab yang berbeda. Contohnya, Anda mungkin pernah men-dengar mengenai kontroversi apakah nabi kita Rasulullah Saw. Nur atau Basyarnur atau manusia. Dan kata yang sama di-pergunakan oleh kedua belah pihak untuk mendukung pendirian mereka. (Surah 18:111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku adalah manusia seperti kamu; tetapi aku telah menerima wahyu bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. Maka barangsiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah ia mengerjakan amal shaleh, dan tidak menyekutukan sesuatu kepada Tuhannya.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekte Barelwi menyimpulkan ayat ini bahwa Rasulullah Saw. bukanlah manusia dan Golongan Deobandi menyimpulkan beliau adalah Basyar. Ayat-ayat yang sama di dalam Al-Quran telah ditafsirkan dengan cara yang begitu berbeda sehingga membuat orang terkejut dan terkesima, tidak tahu apa yang harus diperbuat dan apa yang tidak boleh dilakukan. Contohnya, Golongan Syiah menyimpul-kan dari ayat (9:40) makna yang sama sekali berbeda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan khawatir, sesungguhnya Allah bersama kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata karena Hazrat Abu Bakar r.a. berada dalam keragu-raguan, maka Rasulullah Saw. harus bersabda, menurut Allah, la Takhzan, dan hal ini memperlihatkan bahwa beliau (naudzubillah) adalah seorang munafik. Dan orang yang lain lagi mengatakan bahwa betapa indahnya ayat ini mendukung Abu Bakar r.a.. Rasulullah Saw. bersabda kepada beliau bahwa ia ada di antara mereka. “Allah tidak saja ada bersama-sama denganku tetapi bersama engkau juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang mana yang Anda sukai, boleh Anda terima, tetapi makna yang kedua adalah pegangan kami. Sejauh hubungannya dengan kontroversi itu, ia terus berjalan. Jadi adanya satu Kitab tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan pendapat dalam hal-hal yang fundamental. Dan perbedaan itu terjadi pada hal-hal yang sungguh memuakkan. Contohnya, ada ayat di dalam Al-Quran, menjelaskan situasi bagaimana Rasulullah Saw. diperintahkan untuk menikahi istri anak angkatnya yang telah diceraikan, yaitu perceraian Hazrat Zaid. Zaid adalah anak angkat Rasulullah saw. Dan wanita itu telah bercerai dari Zaid. Al-Quran menjelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hatimu. Dan Allah mengharuskan beliau menikah (Surah 33:38-39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bagaimana para mufasiirin terdahulu menafsirkan ayat ini? Bacalah Tafsir Itqan, bacalah Kitab Jalalain, bacalah kitab tafsir lainnya dan jika Anda memiliki kecintaan yang sejati kepada Rasulullah Saw. Anda akan muak membaca apa yang mereka katakan. Mereka mengatakan bahwa Allah Ta’ala berkata kepada Rasulullah Saw. yakni ketika beliau melihat Hazrat Zainab, sebetik cinta muncul di dalam hati beliau dan khawatir jika orang lain mengetahui hal itu, dan beliau merasa malu. Tetapi Allah telah mengetahuinya, karena Dia Maha Mengetahui. Jadi mengetahui ke-adaan hatinya, Dia mengijinkan Rasulullah untuk menikah dan berkeras agar beliau menikah. Suatu hal yang sungguh memalu-kan untuk dikatakan. Mereka berkata dan mereka membesar-besarkan hal ini dengan menggunakan hadits-hadits palsu bahwa Rasulullah Saw. suatu ketika datang ke rumah Hazrat Zaid dan tanpa mengetuk pintu beliau langsung masuk. Hazrat Zainab waktu itu dalam keadaan di mana beliau tidak dapat dengan segera menutupi tubuh beliau dan Rasul kita Saw. (nauzubillahi min dzalika) melihatnya dalam keadaan seperti itu dan jatuh cinta. Hal ini bisa saja terjadi pada diri ulama-ulama biasa, tapi tidak mungkin terjadi pada diri Nabi kita Rasulullah Saw.. Rasulullah saw. sendiri bersabda (Surah 24:28-29):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan-lah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sendiri sehingga kamu meminta izin dan mengucapkan salam kepada peng-huninya. Hal itu lebih baik bagi kamu supaya kamu memperhatikan. Dan jika kamu tidak menemukan siapapun di dalamnya maka janganlah kamu memasukinya sehingga kamu diberi izin. Dan jika dikatakan kepada-mu ‘kembalilah,’ maka kembalilah; hal itu lebih suci bagimu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah masuk pintu rumah siapa saja tanpa memberi salam dan minta izin. Beliau diajarkan mengenai hal ini oleh Allah Ta’ala sendiri, sebagaimana kita baca di dalam surah As-Shaf (61:3-4):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan? Sesungguhnya sangat dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mufasir ini mengatakan Rasulullah Saw. melarang orang lain untuk masuk rumah meskipun keluarganya sendiri tanpa mengucapkan dan meminta izin lebih dulu, namun beliau sendiri melaku-kan hal demikian, dan ketika beliau melihat Hazrat Zainab, beliau jatuh cinta. Betapa memalukan – beliau adalah wujud yang begitu bertaqwa; tidak mungkin pikiran kotor seperti itu memasuki hati beliau. Rasulullah Saw. sendiri yang telah berkata bahwa setan beliau telah menjadi Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita lihat Masih Mau’ud a.s., yang telah kami terima dan yang kepadanya Anda merasa bangga memanggil beliau dengan nama buruk dan menyebut beliau seorang pendusta, bagaimana beliau menafsirkan ayat tersebut. Beliau bersabda bahwa Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati Rasulullah Saw. dan mengetahui bahwa penderitaan ini begitu menghimpit hati beliau. Beliau merasa sedih dan begitu merasa sedih mengenai ide menikahi istri anak angkatnya yang telah diceraikan. Namun Allah Ta’ala memberitahu Rasulullah Saw. agar mem-berikan contoh dan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa kebiasaan adopsi sejak saat ini telah dicampakkan untuk selamanya. Dan Allah berfirman bahwa, meskipun ini menjadi pengorbanan dari pihak beliau, beliau maju terus dan melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cara yang paling tepat untuk menilai Masih Mau’ud a.s. adalah dengan cara mempelajari buku-buku beliau dan menemukan, di mana telah terjadi perbedaan pendapat di antara golongan dan para ulama ummah, jika beliau mem-berikan keputusan, apakah menurut pikiran dan kecenderungan Anda sendiri, keputusan beliau lebih tepat dari yang lain atau tidak. Jika Anda membaca dan mempelajari Hazrat Masih Mau’ud [Mirza Ghulam Ahmad a.s.] dengan cara seperti ini hanya setelah itu Anda akan mengerti makna kedatangannya, dan hanya setelah itu Anda akan mengerti makna kata “Hakaman Adalan” Masih Mau’ud a.s. duduk di atas kursi pemberi keputusan dan seluruh keputusan beliau adalah benar. Itulah keindahannya dan itulah alasan mengapa beliau harus datang. Beliau datang tidak untuk menambah-nambah Al-Quran, tetapi untuk mengembalikan apa yang telah dihilangkan dalam penafsiran Al-Quran. Inilah arti dari Hakaman Adalan dan inilah dasarnya mengapa beliau harus datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ada begitu banyak contoh yang lain yang dapat dikutip sebagai bukti dan mendukung keyakinan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Allah yang telah memutuskan di antara kita dan Anda sejak berdirinya Jemaat Ahmadiyah. Setiap kali peng-aniayaan ditimpakan kepada Ahmadiyah dan orang-orang Ahmadi, dan setiap kali setelah adanya ujian penganiayaan, Ahmadiyah maju bertambah besar dan luas, dan tidak pernah berkurang. Jadi, semakin besar penganiayaan semakin besar kabar suka diberikan kepada kami. Kami tidak merasa takut sedikitpun. Apa yang terjadi pada tahun 1933 dan 1934 serta 1953 dan apa yang terjadi tahun 1974. Setelah setiap penganiayaan ini Jamaah Ahmadiyah keluar sebagai pemenang dalam arti Jamaah ini menambah pengikut-nya lebih banyak dan lebih cepat dari sebelumnya. Jamaah Ahmadiyah mem-bengkak dalam jumlah, kedudukan dan pengaruh. Jadi, satu Jamaah yang memiliki takdir seperti ini, adalah takdir yang hanya merupakan takdir dari nabi-nabi yang benar. Bagaimana mungkin Jamaah seperti itu ditakuti-takuti oleh mayoritas? Apa dan siapakah yang mayoritas itu? Jika mayoritas itu tidak benar dalam pandangan Allah, apa artinya mayoritas seperti itu. Banyak mayoritas seperti itu, ditolak Allah sebelumnya. Setiap nabi telah disebut dan difatwakan kafir oleh masyarakat mayoritas di masanya. Ambil satu contoh jika ada nabi yang tidak difatwakan pen-dusta oleh mayoritas di zamannya. Sekarang-pun Islam tidak menduduki kedudukan mayoritas. Sekarangpun, mereka yang me-nentang Rasulullah Saw. dan memfatwakan beliau sebagai pendusta, menduduki mayoritas yang besar dibandingkan dengan mereka yang beriman kepada beliau. Jadi me-mutuskan dengan suara mayoritas, hendaklah Anda terlebih dahulu meninggalkan Islam baru menyerang Ahmadiyah, karena mayoritas masyarakat dunia menentang Islam. Bahkan golongan Atheis lebih besar dari Islam, dan paling tidak orang-orang Atheis bersatu dalam keyakinan mereka, sementara umat Islam tidak bersatu dalam keimanan mereka. Semua golongan Islam bertentangan satu sama lain secara diametrikal, sehingga jika satu golongan benar, golongan yang lain pasti salah, dan Anda telah berdusta, saya mohon maaf untuk mengatakannya, dengan menyebut mereka Muslim sepanjang zaman. Hanya dalam melakukan permusuhan dan peng-aniayaan terhadap Ahmadiyah, Anda duduk bersama melupakan semua perbedaanperbedaan kalian yang sangat fundamental, dan mengeluarkan fatwa bahwa semua orang adalah Muslim (kecuali Ahmadiyah). Siapa saja menyebut Abu Bakar Raisul Munafikin, juga Muslim. Siapa saja menyebut umat ini kafir sekafir-kafirnya, juga Muslim. Siapa saja yang percaya pada kekekalan Rasulullah Saw., juga Muslim. Siapa saja yang berkata bahwa mereka yang percaya kepada hal itu mereka kafir dan penyembah berhala, juga Muslim. Mereka yang ruku’ dan sujud di kuburan, juga Muslim dan mereka yang mengatakan bahwa itu sebenarnya adalah penyembahan berhala, juga Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, betapa indahnya agama Islam. Segala sesuatu boleh masuk dan semuanya dapat diterima, hingga yang saling bertentangan secara diametrikal dan berbeda secara fundamental. Jika itu yang dikatakan Islam, ia bukanlah agama; karena tidak memiliki kata hati; dan tidak memiliki rasa kemanusiaan. Jika seseorang itu memiliki jiwa kemanusiaan dan jujur, hendaklah ia bersikap jujur kepada diri-nya sendiri. Anda memiliki hak, tentu, untuk menyebut kami non-Muslim. Jika Anda yakin, tapi panggil juga yang lain sebagai non-Muslim, karena perbedaan mereka dengan Anda lebih besar dalam sensitifitas dan bobotnya, daripada perbedaan Anda dengan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMA, 26.07.00, A Question Answered, Darut Tabligh Islami Publication, P.O. Box 4195 Cape Town&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-6456805918842418860?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6456805918842418860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6456805918842418860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/umat-islam-terpecah-72-golongan.html' title='Umat Islam Terpecah 72 Golongan'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-4648933609511613921</id><published>2008-02-17T00:43:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:48:03.035-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad saw'/><title type='text'>Sifat-Sifat Nabi Muhammad saw</title><content type='html'>Wahai kalbuku, ingatlah Ahmad&lt;br /&gt;Sumber petunjuk dan pemusnah musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang saleh, lembut dan pengasih&lt;br /&gt;Samudra karunia dan keberkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia cemerlang bak bulan purnama,&lt;br /&gt;Terpujilah semua fitratnya.&lt;br /&gt;Kelembutannya menawan nurani&lt;br /&gt;Kecantikannya menawar dahaga hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa menolak dirinya&lt;br /&gt;Begitu tak adil, begitu angkuhnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun menyangkal kebenaran&lt;br /&gt;Jika telah mewujud sempurna.&lt;br /&gt;Cobalah cari wujud sesempurna dirinya&lt;br /&gt;Kalian akan kecewa berputus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah ditemui seseorang mirip dirinya&lt;br /&gt;Yang telah menggugah mereka yang terlena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah Nur Ilahi yang menghidupkan lagi&lt;br /&gt;Semua cabang pengetahuan menyegar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah wujud pilihan yang terpilih&lt;br /&gt;Pembimbing dan sumber segala berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan petunjuk hanyalah sebagian dari&lt;br /&gt;Hujan deras belas asihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia terlupa akan gerimis kecil&lt;br /&gt;Saat melihat hujan dahsyat dari imam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mereka yang kejam berusaha memadamkan&lt;br /&gt;Nyala api obor petunjuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, Allah akan&lt;br /&gt;Mewujudkan nurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hujan yang mencurah siang dan malam&lt;br /&gt;Engkau telah terpelihara dari kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah mengairi pepohonan di dataran rendah&lt;br /&gt;Dan di dataran tinggi dengan karuniamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau adalah pelabuhan perlindungan&lt;br /&gt;Dan setelah menemukan pelabuhan demikian,&lt;br /&gt;Tak lagi kami cemas akan bahaya mengancam&lt;br /&gt;Tak lagi kami takut akan keseraman sebuah pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kami takut akan lindasan waktu&lt;br /&gt;Tidak juga oleh berbagai ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat setiap prahara menghampiri&lt;br /&gt;Kami berpaling kepada Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap pertandingan,&lt;br /&gt;Antara diriku dan bala pasukan musuh,&lt;br /&gt;Aku selalu muncul sebagai pemenang, dihormati&lt;br /&gt;Dan menerima pertolongan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kepada Allah. Puji syukur kepada-Nya&lt;br /&gt;Karena telah mengenali pembimbing kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabat, sesungguhnya Allah&lt;br /&gt;Yang telah mengkaruniakan berkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah Malam Lailatul Qadar&lt;br /&gt;Dengan segala keabadian berkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Karamatus Sadiqin, Ruhani Khazain, vol. 7, London, 1984 hal. 70-71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-4648933609511613921?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/4648933609511613921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/4648933609511613921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/sifat-sifat-nabi-muhammad-saw.html' title='Sifat-Sifat Nabi Muhammad saw'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-7364581202715558551</id><published>2008-02-17T00:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:48:51.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad saw'/><title type='text'>Nabi Muhammad saw Penghulu dan Pembimbing</title><content type='html'>Nabi yang bernama Muhammad itu,&lt;br /&gt;Kami selalu berpegang kepada jubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihnya yang masuk tubuh melalui susu ibu kami,&lt;br /&gt;Menjadi nyawa kami yang bertahan sampai maut nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah Nabi terbaik dan makhluk tersempurna,&lt;br /&gt;Kenabian menjadi sempurna dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami minum dari sumber mata airnya,&lt;br /&gt;Siapa yang telah kenyang, masih akan dipuaskan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa pun wahyu atau ilham yang dikaruniakan kepada kami&lt;br /&gt;Adalah karenanya, bukan karena diri kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui wujudnya kami diberkati bimbingan dan kesempurnaan,&lt;br /&gt;Tanpa dirinya, tak mungkin kami bertemu dengan yang Maha Abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti ajarannya tergurat di hatiku,&lt;br /&gt;Apa pun yang berasal daripadanya adalah imanku.&lt;br /&gt;(Siraj Munir, Ruhani Khazain, vol. 12, hal. 95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-7364581202715558551?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7364581202715558551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7364581202715558551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/nabi-muhammad-saw-penghulu-dan.html' title='Nabi Muhammad saw Penghulu dan Pembimbing'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-5160544066602119501</id><published>2008-02-08T21:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T01:42:45.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Ajaran Islam untuk Kedamaian dan Keamanan tingkat Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R60tbyNmXnI/AAAAAAAAABU/I_Bjg9XAsOQ/s320/Khalifatul+Masih+V.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 5px 5px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R60tbyNmXnI/AAAAAAAAABU/I_Bjg9XAsOQ/s320/Khalifatul+Masih+V.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 2008 Februari 08&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ahmadiyya.or.id"&gt;Friday Sermon &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam untuk Kedamaian dan Keamanan tingkat Global&lt;br /&gt;Izin Perang dalam Islam hanya sebatas untuk menghilangkan Kekacauan di Dunia&lt;br /&gt;KHUTBAH JUM’AT HADHRAT AMIRUL MUKMININ KHALIFATUL MASIH V aba. Tanggal 29-6-2007 dari Mesjid Baitul, United Kingdom&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan Syahadat, memohon perlindungan dan menilawatkan Al-Faatihah, Hudhur aba. bersabda:&lt;br /&gt;Di dalam khutbah yang lalu saya telah menyebutkan akan berbicara mengenai hal berkenaan dengan keadilan dan kaitannya dengan kedamaian dan kerukunan, mengenai perintah yang ada di dalam Kitab Suci Al-Qur’an, bahwa dengan menegakkan keadilan itu kita dapat menegakkan dasar asas dari kedamaian dan kerukunan di dunia; di mana dasar dari semuanya itu adalah ketakwaan. Didalam Kitab Suci Al-Qur’an ada begitu banyak penekanan untuk mendapatkan kualitas dari ketakwaan yaitu bahwa, sama sekali tidak diharapkan dari seorang mukmin orang yang beriman itu, sampai kapan pun juga bahwa dia itu akan ikut serta di dalam perbuatan yang menyebabkan hilangnya kedamaian di dunia dan timbulnya kekacauan. Mengenai hal ini Ajaran dari Al-Qur’an yang saya sebutkan tadi, dari sudut pandang ini bahwa tidak ada orang Muslim baik secara pribadi maupun dalam tingkatan Pemerintah, bahwa ia itu ada izin untuk bersikap tidak ramah terhadap orang-orang itu. Islam menekankan bahwa kita itu dalam menciptakan hubungan pertalian di antara orang itu harus berdasarkan hubungan yang baik, yang serasi dan harmonis dengan semua orang-orang; kecuali terhadap mereka yang secara langsung melakukan peperangan terhadap orang-orang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks tersebut pada hari ini saya ingin menyebutkan beberapa ajaran dari Islam dalam perkara ini, yaitu dalam keadaan apa dan bagaimana serta sejauh manakah izin untuk berperang itu diberikan? Jika jalan ini tidak diambil, jalan yang sudah di-izinkan di jaman pada awalnya Islam itu, maka kekuatan apakah yang sebagai hasil dari keadaan tersebut dan betapakah konsekwensi beratnya sebagai akibatnya dari itu? Atau apakah mungkin bahwa konsekwensi berat semacam itu ada di sana? Sehingga hal tersebut telah membuktikan bahwa ijin untuk membunuh dalam perang tersebut adalah demi untuk menegakkan kedamaian dan bukannya untuk menciptakan kekacauan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mereka yang biasa berpropaganda buruk terhadap Islam, maka terhadap mereka itu bisa dikatakan bahwa pihak lawan dari Islam ini dan para pendukungnya yaitu mereka yang berdiri mendukungnya itu, jika kita melihatnya pada agama mereka itu sendiri dan tindakannya mereka itu sendiri serta segala usaha yang dilakukannya untuk menghancurkan kedamaian dari dunia, maka jika kami melihatnya kesana, tidak ada kesempatan bagi mereka untuk dapat melarikan diri dari sana, yaitu, bahwa tujuan mereka itu tidak lain hanyalah ingin memanfaatkan kebencian dan perasaan buruk hati serta dendam yang ada di dalam hatinya. Maka ajaran yang ada di dalam Kitab Suci Al-Qur’an yang Dia telah berikan kepada kita, saya akan menyebutkannya beberapa butir tentang hal ini dan yang akan saya terangkan lebih jauh, bahwa izin untuk berperang tersebut adalah perang untuk mempertahankan diri, demikianlah maksud dan tujuannya itu. Dengan melalui cara ini, maka ajaran yang indah dari Islam itu akan menjadi terbukti dengan lebih jelas lagi. Inilah ajaran yang jika diperbandingkan dengan ajaran apa pun dari agama lainnya maka ajaran Islam itu akan lebih dan sangat menonjol lagi dalam kedudukannya dan tidak akan ada ajaran lainnya yang dapat menandinginya. Jadi, tidak ada orang Ahmadi sampai kapan pun manakala mereka itu harus memberikan jawaban kepada seseorang yang lawan dari Islam, maka tidak ada sesuatu kesulitan dalam hal tersebut. Karena setiap perintah dari Kitab Suci Al-Qur’an adalah penuh dengan kebijaksanaan, yang maksudnya dari ajaran ini adalah untuk menegakkan hak-hak terhadap Allah dan hak-hak kepada sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Imam Mahdi, Al-Masih yang dijanjikan, Masih Mau’ud a.s. , berkenaan dengan peperangan tersebut di mana mereka telah bertempur di zamannya Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah s.a.w. atau di zaman Khalifah beliau, maka mereka itu telah bertempur dalam perang dengan berdasarkan pada 3 alasan untuk itu, yaitu:&lt;br /&gt;• Alasan nomor satu adalah bahwa peperangan itu adalah untuk mempertahankan diri dengan maksud untuk mendapatkan keamanan; mempertahankan diri dengan maksud untuk melindungi diri sendiri.&lt;br /&gt;• Yang kedua adalah sebagai bentuk hukuman yang merupakan tindakan balasan yang sama terhadap kejahatan yang telah mereka lakukan; untuk menghukum orang-orang ini, yang telah menumpahkan darah orang-orang Muslim yang tidak berdosa, inilah yang diambil oleh Pemerintahan Islam yang ada di sana; mereka ada hak untuk melakukannya.&lt;br /&gt;• Yang ketiga adalah untuk menegakkan kemerdekaan, dengan tujuan untuk membina kekuatan terhadap mereka yang menjadi lawan dari Islam, yaitu agar supaya dapat melakukan hal tersebut dalam menghadapi orang-orang yang melakukan penindasan terhadap orang Muslim pada zaman itu karena mereka itu punya kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat bahwa di dalam kejadian-kejadian tersebut, yang dalam bentuk pertempuran dan atau perkelahian itu, bagaimanakah ajaran Islam itu. Jika kita memperhatikan pada ajaran-ajaran tentang perang ini, bahkan orang awam yang biasa pun, yang dengan kepandaian yang biasa saja, ia itu akan dapat mengerti bahwa di dalam keadaan-keadaan yang seperti itu maka orang-orang Muslim ini diberikan izin untuk pergi berperang; jika izin ini tidak diberikan maka kedamaian dari dunia itu dapat terganggu atau sama sekali dihancurkan. Ini adalah ajaran yang sedemikian bagus dan sempurnanya, sebagaimana yang saya katakan sebelumnya, bahwa tidak ada ajaran dari agama lainnya, apakah Kristiani atau agama yang lainnya, sama sekali tidak akan dapat menandinginya. Allah Taala berfirman di dalam Kitab Suci Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Hajj (22) ayat 40:&lt;br /&gt;Telah diizinkan bagi mereka yang diperangi, disebabkan karena mereka itu telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah berkuasa menolong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa orang-orang yang terhadap mereka diperangi, dikarenakan mereka itu ditindas dan dianiaya maka mereka itu di-izinkan untuk berperang dan Allah Yang Maha Kuasa memiliki Kekuatan dan Kekuasaan untuk menolong orang-orang tersebut. Di mana Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;Surah Al-Hajj (22) ayat 41:&lt;br /&gt;Orang-orang yang telah diusir dari rumah mereka tanpa alasan yang hak, hanyalah karena mereka itu berkata, “Tuhan kami adalah Allah.” Dan sekiranya tidak ada tangkisan Allah terhadap sebagian manusia oleh sebagian yang lain, maka akan hancurlah biara-biara serta gereja-gereja Kristiani dan rumah-rumah ibadah Yahudi serta mesjid-mesjid yang banyak disebut nama Allah di dalamnya. Dan pastilah Allah akan menolong siapa yang menolong Dia. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, Maha Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjemahannya adalah bahwa orang-orang yang diusir dari rumah-rumah peribadatan mereka dikarenakan mereka berkata Allah Yang Maha Kuasa adalah Tuhan kami, Rabb kami, maka untuk orang-orang ini Allah Taala membuatnya berbeda dengan membuat mereka itu bertempur satu terhadap yang lainnya. Jika tidak demikian halnya maka akan dihancurkannyalah oleh mereka kuil-kuil, gereja-gereja, mesjid-mesjid dan biara-biara di mana Nama Allah banyak diingat dan diserukan, demikianlah Allah Taala hanya menolong orang-orang yang seperti itu. Allah itu Maha Kuasa dan Dia-lah satu Wujud Tunggal Yang ber-Kuasa dan memiliki keunggulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat dikatakan bahwa izin itu diberikan kepada orang-orang tersebut, yang pertama: yuqaataluna bi annahum zhulimuu (QS 22:40) karena mereka itu diserang dan dizalimi serta dijadikan objek penindasan dengan tanpa alasan yang benar, maka oleh karena itu sekarang mereka ini diizinkan bahwa sekarang Pemerintah kalian sudah berdiri sehingga kalian juga dapat bertindak. Jika ada seseorang datang untuk membunuh-mu, maka kalian dapat melindungi diri-mu sendiri dan jika Pemerintahannya sudah berdiri, maka sebagai hukuman bagi mereka, kalian pun dapat melakukan tindakan tersebut dan hal kedua yang disebutkan di sana: ukhrijuu min diyaarihim bi ghairi haqqin (22:41) bahwa orang-orang ini yang terusir dari rumah-rumah mereka dengan tanpa sesuatu alasan dan apakah kesalahan mereka itu? Kesalahannya mereka itu hanyalah karena menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan-ku. Kemudian Allah Yang Maha Kuasa berfirman bahwa jika izin ini tidak diberikan, di mana izin ini diberikannya adalah kepada orang-orang Muslim setelahnya mereka menderita dengan menahan penindasan dan penganiayaan untuk waktu yang benar-benar sangat lama, sehingga di sana terjadi keresahan dan tidak adanya kedamaian di mana-mana di dunia. Azas inilah yang disebutkan di sana, yaitu ketika ada bangsa-bangsa yang untuk waktu yang amat dan sangat lamanya mereka itu menjadi obyek dari penindasan dan penganiayaan, di mana mereka itu menjadi korban dari orang-orang tersebut maka kemudian izin untuk berperang itu diberikan kepada mereka. Bilamana mereka sudah memiliki Pemerintahan dan memiliki hak-haknya maka mereka ini diizinkan untuk pergi berperang. Tetapi tujuan dari peperangan ini adalah untuk menghapuskan ke-tidak-adilan yang sudah dikenakan kepada mereka, dan bukannya agar dapat melakukan pembalasan dengan melakukan tindakan yang melewati batas, hal ini sudah disebutkan secara khusus. Kebijakan yang amat hebat ini, ini juga harus dipegang demi untuk melindungi agama-agama yang lainnya. Jika izin untuk berperang ini tidak diberikan maka para penyerang ini akan menghancurkan kedamaian dan akan mengganggu semua agama-agama dan para pengikutnya; inilah yang dapat menambah-nambah kebencian dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala di sini menyebutkan tentang kapan waktunya izin ini diberikan, hal ini ada di sana. Bilamana ada orang-orang yang melakukan tindakan yang tidak adil, lalu orang ini melemparkan kesalahannya kepada Islam, maka yang demikian itu adalah sama sekali salah dan merupakan pikiran yang jahat, karena izin ini hanyalah untuk mempertahankan diri terhadap perbuatan yang tidak adil, yang dilakukan orang terhadap mereka. Islam tidak menggunakan kekerasan dalam hal agama, dikatakan, tidak ada paksaan di dalam hal agama, dan juga tidak mengizinkan seseorang masuk ke dalam agama itu dengan paksaan atau kekerasan, atau memaksa mereka untuk harus tetap berada pada agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan agama itu adalah milik dari masing-masing orang. Oleh karena itu, setiap orang mempunyai hak untuk hidup menurut kepercayaan agamanya sendiri. Di dalam instruksi dan perintahnya kepada orang-orang Muslim, diminta untuk menaruh perhatian pada instruksi ini, bahwa kalian itu punya aturan, bahwa kalian itu harus menjaga diri dari tindakan perbuatan seperti menghancurkan kuil-kuil dan tempat-tempat beribadah agama lainnya dengan tanpa keadilan. Karena jika tidak begitu, maka akan terjadi sesuatu yang buruk dan yang jika terus terjadi, maka hal itu akan menciptakan suasana keresahan dalam masyarakat. Malangnya, sekarang ini di beberapa Negara yang beberapa daripadanya disebut sebagai Negara Islam, di mana Pakistan itu adalah salah satunya, di sana ada orang-orang yang mencari-cari keuntungan pribadinya belaka, yaitu para Mullahnya juga, yang dengan meng-atas-namakan agama, mereka menindas dan menganiaya orang-orang Kristiani. Ada disebutkan di dalam surat kabar baru-baru ini bahwa mereka itu memberikan ultimatum kepada orang-orang tersebut agar meninggalkan agama kalian, karena jika tidak begitu, maka engkau akan dibunuh atau kuil-kuilmu akan dihancurkan, gereja-gereja kalian akan dihancurkan, di mana pada beberapa tahun ini demikianlah yang telah terjadi. Inilah hal-hal yang telah membawa buruk terhadap nama Islam. Para lawan-lawan Islam, mereka ini memiliki kesempatan untuk mengangkat telunjuknya, dalam memperlihatkan keberatannya terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini, orang-orang Muslim di mana-mana, mereka itu sedang berhadapan dengan kasus Salman Rushdie, diikarenakan orang-orang ini telah mengabaikan perintah dari Allah, di mana janji dari Allah Taala itu adalah bahwa, agar supaya dalam melakukan pembelaan diri itu, kalian harus menjauhkan diri dari ke-tidak-adilan, hanya dengan demikianlah Allah Yang Maha Kuasa akan menolong kamu. Sekarang, kami melihatnya bahwa pertolongan dari Allah itu tidak ada, tidak ada pada orang-orang Muslim ini di Negara yang mana pun juga. Lebih-lebih dari itu, perbuatan mereka yang tidak adil itu dilakukan juga oleh mereka terhadap orang-orang Ahmadi, dengan penganiayaan yang dilakukannya di sana. Dalam beberapa kasus orang-orang itu menghancurkan mesjid dan pada beberapa kejadian, mereka itu telah berhasil untuk melakukannya. Inilah yang sebenarnya merupakan peng-abaian pada perintah dari Allah tersebut, dan karena perbuatannya itu maka tidak ada berkahnya bagi mereka. Hari-hari ini, saudara-saudara dapat melihat apa yang sedang terjadi di Pakistan itu, seperti yang sudah saya ceriterakan sebelumnya. Hampir di semua Negara-negara lainnya mendapatkan situasi yang sama. Ini adalah disebabkan karena Pemerintah mereka itu tidak sepenuhnya mengendalikan para Mullah, Kiyai yang jahil tersebut, di mana dengan adanya pertentangan atau konflik ini adalah sama dengan melawan kepada Tuhan, berperang melawan Allah Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mengenai orang-orang Ahmadi ini, perhatian mereka hanyalah dengan mengikuti ajaran yang diberikan oleh Hadhrat Imam Mahdi, Al-Masih yang dijanjikan, Masih Mau’ud a.s. . Sebagai hasilnya adalah bahwa mereka ini tidak akan memberikan pembalasannya dengan coin yang sama. Di negeri yang manapun mereka itu tinggal, mereka akan tunduk pada undang-undang Negara tersebut. Di mana mereka itu mendapatkan penganiayaan, dan inilah yang sedang terjadi pada umumnya, adalah seperti yang juga terjadi pada zamannya Hadhrat Masih Mau’ud a.s., maka menggunakan peralatan perang yang biasa, seperti senjata dan meriam, hal ini tidaklah diperbolehkan. Jadi, orang-orang Ahmadi itu tidak akan membalasnya dengan coin yang sama seperti penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut kepada para Ahmadi. Tetapi Allah Yang Maha Kuasa sudah pasti sesuai dengan janji-Nya, Dia itu akan datang untuk menolong kepada Hadhrat Imam Mahdi a.s. dan para pengikut beliau. Jadi Negara-negara Islam ini, di mana saja orang-orang Ahmadi itu diperlakukan dengan tidak adil, maka mereka yang orang-orang itu haruslah menyadarinya, bahwa sebagai akibat dari perbuatan yang mereka lakukan tersebut, sesuai dengan janji dari Allah Taala yang ada di dalam ayat ini, maka kemudian Allah Taala itu akan membela orang-orang Muslim ini dengan cara bahwa mereka itu akan dibiarkan berkelahi dan bertempur satu sama lainnya, yang dikarenakan hal tersebut, maka hal ini pun dapat di-aplikasikan pada mereka. Allah Taala itu tidak menyebutkan bahwa perintah tersebut adalah hanya bagi orang-orang Muslim saja, izin ini bukanlah hanya diberikan kepada orang-orang Islam saja, atau perintah ini hanyalah untuk menegakkan kedamaian di antara orang-orang Muslim saja; tetapi yang sebenarnya ialah, perintah ini berlaku bagi setiap orang dan bagi semua orang yang pengikut dari agama-agama lainnya juga, siapa tahu jika mereka ini mendapatkan penganiayaan dan penindasan yang dilakukan orang terhadap mereka, maka mereka itu akan ditolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang Ahmadi ini, orang yang telah menerima Imam Zaman yang telah datang sesuai dengan kabar ghaib nubuatan dari Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah s.a.w. . Mereka itu adalah orang yang sudah mengikuti perintah dari Y.M. Nabi Muhammad s.a.w., lebih dari siapa pun orang yang lainnya. Mereka mencamkan Kalimah la ilaha illallah Muhammadar rasulullah di dalam hatinya lebih dari siapa pun juga. Jika ada orang-orang yang berbuat tidak adil kepadanya, berbuat aniaya kepadanya, jika ada orang-orang yang menghancurkan mesjid mereka, dan sebagaimana yang ada di dalam hadits Y.M. Nabi Muhammad s.a.w., di mana beliau bersabda bahwa jika ada seorang Muslim yang menyerang kepada Muslim lainnya, maka Muslim yang melakukan penyerangan itu sudah tidak lagi menjadi seorang Muslim. Definisi dari seorang Muslim, saya sudah banyak kali mengatakannya bahwa mereka orang yang beriman mempercayai Kalimah Syahadat la ilalaha illallah Muhammadar rasulullah maka keimanannya sudah tertanam. Jadi, oleh karena itu, jama’atnya dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. itu tidak akan pernah berperang memerangi orang-orang ini atau menyerang orang lainnya dikarenakan kita itu berada di bawah Pemerintahan di mana kita itu tidak memiliki Pemerintahan sendiri. Lagi pula, peperangan ini pun sudah dilarang di zaman ini karena sudah diperlukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam segala keadaan itu siapa pun tidak akan menyerang pada pihak orang lainnya; jadi orang yang beriman kepada Kalimah Syahadat, orang yang mengkaitkan dirinya kepada Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah s.a.w., tidak ada pertanyaan lagi bahwa kita itu tidak akan pernah menyerang mereka, apa pun yang mereka akan perbuat, tetapi dari pihak kami sendiri, yang ada hanyalah selalu amanat kedamaian bagi setiap orang. Tetapi, kami percaya bahwa insya-Allah Ta’ala, Allah Yang Maha Kuasa akan membuka jalan-jalan bagi kami jika terjadi penindasan ini. Jika tidak hari ini, maka jalan-jalan ini akan dibukakan nanti insya-Allah sehingga para Ahmadi itu akan dapat hidup di dalam kedamaian dan kemerdekaan dan kami pun tidak akan merasa khawatir bahwa Pemerintah-Pemerintahan ini dan para biang kerok, yang mereka itu tidak menghentikan perbuatan jahatnya, maka Allah Taala sesuai dengan Wahyu-Nya dan janji-Nya, bagi orang-orang yang tindakannya itu sudah kelewat batas, maka kemudian Allah Taala akan menghukum mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang tidak mengikuti ajaran Islam, bagi mereka itu tidak punya batas atas pelanggarannya, sehingga mereka itu bisa berbuat apa saja. Jadi, oleh karena itu, kita harus berdoa bagi orang-orang tersebut, semoga Allah memberikan kepadanya kebijaksanaan. Pesan ini adalah amanat keprihatinan dari mereka yang menderita karena penindasan. Ini juga merupakan peringatan bagi mereka, di mana orang-orang tersebut yang mereka ini merasa takut terhadap orang-orang yang melakukan pelanggaran ini. Orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai Muslim, di dalam amanat ini Allah Taala telah memberikan janjinya akan melindungi setiap orang. Orang-orang ini, yang menyatakan dirinya sebagai Muslim, tetapi tidak mengikuti perintah tersebut maka mereka itu akan mendapatkan hukuman, azab dan kutukan dari Allah. Semua orang-orang ini, yang menyatakan dirinya Muslim, daripada membawa nama buruk kepada Islam, mereka itu seharusnya mencari dan mendapatkan berkah-berkah dari keadaan ini, di mana mereka itu harus dapat merubah keadaan mereka untuk menerima berkah-berkah dari Allah dengan jalan mengikuti perintah-Nya. Kalau tidak begitu, berkah-berkah dari Allah itu tidak akan pernah ada di dalam kepercayaan mereka. Semoga Allah Taala membuat mereka ini sadar untuk mengikuti perintah ini, mereka itu harus menjadi pelindung dari setiap orang yang kepadanya orang telah bertindak yang melewati batas, serta untuk menolong mereka ini. Karena perlindungan dari Muslim itu sebagaimana yang sudah saya katakan adalah juga melekat dengan yang ini dan tergantung kepada yang itu. Di dalam ayat berikutnya Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Hajj (22) ayat 42:&lt;br /&gt;Orang-orang yang, jika Kami teguhkan mereka di bumi, mereka mendirikan shalat dan membayar Zakat serta menyuruh berbuat kebaikan dan melarang dari keburukan. Dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.&lt;br /&gt;Bahwa ketika kami berikan kepada mereka kedudukan yang kokoh di dunia, di mana mereka itu dapat menegakkan nizam Shalat dan Membayar Zakat, dan juga agar menasihati orang-orang lainnya untuk melakukan amal perbuatan yang baik serta mengingatkan mereka agar jangan melakukan hal yang buruk, karena yang pada akhirnya, segala sesuatunya itu adalah milik Tuhan. Jadi inilah pekerjaan dari orang-orang yang memperoleh kekuasaan yang kemudiannya, dengan pertolongan Allah Yang Maha Kuasa mereka itu akan menjadi pemenangnya terhadap para penyerang; yang kemudian mereka itu akan dapat menegakkan Pemerintahannya mereka sendiri, di mana mereka itu akan dapat hidup sesuai dengan perintah dari Allah Taala. Maka mereka itu harus meng-analisa diri mereka sendiri dan merenungkannya atas semuanya ini, bahwa apa-apa saja yang telah dianugerahkan kepada mereka itu adalah berkah kasih sayang Allah Yang Maha Kuasa. Janganlah menjadikan diri kita ini seperti orang-orang lainnya yang punya tujuan untuk memahrumkan orang-orang dari kemerdekaannya. Tetapi sebagai satu Pemerintahan Muslim, dengan tanpa membuat diskriminasi atas dasar keagamaan, maka kita harus melaksanakan keadilan ini pada setiap orang. Bagi setiap orang di dalam urusan politik Negara, kita itu harus memastikan bahwa setiap orang harus ikut serta di dalam politik negaranya dengan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang anggota masyarakat, mereka itu harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju. Inilah pekerjaan dari Pemerintahan Muslim, dan Pemerintahan Muslim ini adalah satu azas pokok dalam menjalankan satu Pemerintahan secara Islam. Hal ini hanyalah dimungkinkan jika dalam keadaan bilamana butir hal ini menjadi sangat jelas bagi mereka, bahwa Allah Yang Maha Kuasa itu selalu dan senantiasa mengawasi saya. Tujuan saya bukanlah untuk mengambil hak-hak dari orang lain, karena ini tidak akan dapat melindungiku terhadap Allah Yang Maha Kuasa, karena Dia itu mengawasi setiap segala sesuatunya. Oleh karena itu, untuk seorang Muslim atau Pemerintahan Muslim mana saja, bilamana mereka itu mendapatkan kedamaian dan kekuasaan maka untuk selanjutnya mereka itu harus benar-benar menjadi seorang penyembah sejati, seorang peng-ibadah yang hakiki, karena jika tanpa ini, tanpa melaksanakan ibadah shalat, maka mereka itu tidaklah memiliki rasa takut kepada Tuhan di dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat yang hakiki adalah shalat yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran akan adanya azab dari Tuhan. Allah Taala telah berfirman bahwa ada banyak orang-orang yang beribadah shalat tetapi mereka itu melakukan penghancuran di mana mereka sendiri yang akan dibinasakannya, dan shalatnya mereka itu akan dilemparkan ke mukanya. Mereka itu seharusnya berpikir, apakah mereka itu melakukan ibadah shalat seperti shalatnya orang-orang yang ikut pada perintah dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keduanya di sana ada tentang pengorbanan keuangan. Mereka itu tidaklah dapat menjalankan hak-hak dari orang lain dan memperingatkan kepada orang-orang akan hal-hal yang baik serta menghentikan orang-orang dari hal-hal yang buruk; hal ini tidaklah dapat dikerjakan dengan tanpa bantuan dari Allah, dengan tanpa rasa takut kepada Allah. Jadi, secara singkatnya dari semuanya ini adalah bahwa Pemerintahan Muslim itu, bilamana mereka itu sudah memiliki kekuasaan, maka janganlah hendaknya menggunakan kekuasaan tersebut dalam jalan yang negative atau jalan yang salah. Tetapi dengan tanpa adanya diskriminasi atas warna kulit dan kepercayaan, dengan tanpa adanya diskriminasi agama, mereka itu harus menjalankan keadilan dengan sebaik-baiknya. Inilah jalan untuk menegakkan suasana yang harmonis, yang rukun dan penuh kedamaian bagi Negara-negara tersebut. Khususnya hak-hak dari setiap penduduk adalah harus diberikan kebebasan, kemerdekaan untuk memilih agama, mana yang ia sukai di mana mereka itu harus memperoleh jaminan dari Negara, jaminan kebebasan untuk menjalankan ibadatnya menurut caranya sendiri. Inilah sebenarnya yang dapat memberikan jaminan dan garansi untuk menegakkan kedamaian yang hakiki di dunia. Oleh karena itu, tugas dan pekerjaan dari Pemerintahan Muslim itu adalah bahwa mereka ini harus menyajikan gambaran yang benar dari Pemerintahan menurut ajaran Islam kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama’at Ahmadiyyah tidak punya Pemerintahan sendiri, tetapi kami dapat berdoa, semoga Allah Taala memberi taufik kepada orang-orang ini di mana mereka itu diberi kemampuan untuk menyajikan gambaran Islam yang benar kepada dunia. Jadi, demikianlah pertempuran yang sedang dikerjakan dalam melawan Islam dari segala penjuru di mana mereka yang menyerang Islam itu, sebenarnya dikarenakan mereka itu tidak mengerti akan ajaran Islam yang hakiki dan dikarenakan kesalahan yang diperbuat sendiri oleh beberapa orang Muslim tertentu. Yang kemudian dengan melalui hal ini, maka kita dapat membuang jauh kesalah-pengertian atau misconception ini dari banyak orang-orang. Allah Taala berfirman bahwa izin yang diberikan kepada orang Muslim itu hanyalah dikarenakan adanya kondisi seperti yang telah dijelaskan tadi. Walaupun dengan sudah adanya izin tersebut, tetapi di sana ada batas-batasnya, ada peraturan dan ketentuannya. Bukan hanya dengan bebas begitu saja dengan diberikannya izin kepada mereka untuk berperang itu. Sebagaimana sudah dikatakan sebelumnya, bahwa jika pihak musuh itu melakukan penyerangan yang melewati batas terhadapmu, maka janganlah kamu juga melakukan penyerangan yang sama terhadap mereka kepadamu; tetapi sedapat mungkin bahwa kalian itu dalam melakukan peperangan tersebut adalah sejauh sebagai mempertahankan diri, jika memang benar-benar mutlak diperlukan dengan tanpa ketidak-adilan dan melakukan serangan-serangan yang melewati batas yang dilakukan oleh suatu Pemerintahan Muslim itu. Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Baqarah ayat 191:&lt;br /&gt;Dan perangilah di jalan Allah, orang-orang yang memerangi kamu, namun jangan-lah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bahwa perangilah orang-orang ini yang memang benar-benar memerangi kamu, tetapi janganlah sampai kelewat batas, karena Allah Taala tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Kemudian Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Baqarah ayat 192:&lt;br /&gt;Dan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu dapatkan, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusirmu; dan fitnah itu lebih buruk daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di dekat Masjidilharam sebelum mereka memerangimu di sana. Tetapi, jika mereka memerangimu, maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dn dalam pertempuran itu, di dalam peperangan jika engkau membunuh mereka, bahwa di mana engkau menemukan mereka, serta usirlah mereka dari tempat di mana mereka telah mengusir kamu, fitnah ini lebih berat daripada membunuh. Janganlah kamu memerangi mereka di Bait-ul-haram, sebelumnya mereka memerangimu disana maka bunuhlah mereka itu; dan inilah balasan bagi orang-orang kafir itu. Kemudian Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Baqarah ayat 193:&lt;br /&gt;Tetapi jika mereka berhenti, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika mereka itu sudah menghentikan perang tersebut maka Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kemudian Dia berfirman selanjutnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Baqarah 194:&lt;br /&gt;Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah-penindasan lagi, dan agama itu hanyalah untuk Allah. Tetapi, jika mereka berhenti, maka tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang aniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kalian akan memerangi mereka itu sampai kekacauan hilang sama sekali dan agama hanyalah menjadi bagi Allah, dan jika mereka itu sudah menghentikannya maka tidak ada lagi yang harus dilakukan terhadap mereka, kecuali kepada orang-orang yang aniaya. Jadi, inilah keadilan yang adalah ajaran dari Islam itu, bahwa izin untuk berperang itu hanyalah diberikan di dalam hal yang demikian saja, bahwa perang ini hanyalah demi untuk Allah. Apa pun juga yang dinisbahkan kepada Allah tidak boleh ada yang tidak adil. Ini berarti bahwa perang untuk Allah ini hanyalah perang terhadap orang-orang yang menghentikan kalian dari menyembah kepada Allah, yang berlaku tidak adil kepadamu. Sebagaimana yang sudah dikatakan bahwa mereka itu sudah melewati batas di dalam pelanggarannya itu. Jadi peperangan ini tidak ada tujuan lainnya kecuali bahwa hal ini dilakukan demi untuk Allah. Jika peperangan ini hanyalah untuk mencari keuntungan pribadi atau untuk keserakahan dan untuk memperbesar kawenangan dari Pemerintahan kalian, maka perang yang semacam ini sama sekali dilarang menurut ajaran dari Islam. Allah Taala telah berfirman bahwa perang ini hanya diizinkan pada saat ketika orang-orang itu menyerang kamu. Terlebih lagi perang ini juga tidak diperbolehkan jika ada satu bangsa yang memerangi kamu kemudian kamu memerangi semua dan setiap orang dari bangsa tersebut. Karena, jika kalian melakukan yang demikian, maka yang demikian itu sudah berlebih-lebihan atau kelewat batas, di mana Allah Taala tidak menyukai yang demikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan kalian hanyalah terhadap orang-orang yang benar-benar berperang terhadap kamu, yaitu orang-orang yang ada di dalam Lasykar Perangnya. Allah Taala berfirman bahwa kalian harus berusaha membatasi peperangan ini sekecil mungkin dan janganlah kemudian kalian mencari alasan untuk terus saja mendesak untuk maju. Ia harus menghentikan pertempurannya pada tempat-tempat di dekat rumah ibadah, kecuali jika memang ia berperang di sana. Jauh dari menghancurkan tempat-tempat ibadah, Y.M. Rasulullah s.a.w. biasa bersikap keras kepada para sahabat beliau bilamana mereka itu akan berangkat perang. Mereka selalu memperhatikan perintah dari Nabi s.a.w. bahwa kalian itu harus menjaga semua tempat ibadah dan tidak boleh mengganggunya. Jadi di sekitar mesjid itu tidak ada pertanyaan lagi untuk melakukan peperangan di sana, ini adalah Rumah Allah, yang rumah damai, Inilah cara untuk membawa semua orang agar berada pada satu Tangan dan satu Bangsa. Kesucian mesjid itu harus selalu dijaga, kecuali jika musuh itu datang dan memaksa kalian untuk bertempur di dekat mesjid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan diberikannya izin untuk berperang ini adalah untuk menghilangkan kekacauan dari dunia. Oleh karena itu Dia berfirman, bahwa segera setelahnya kekacauan itu dapat dihapuskan dan pihak musuh sudah menghentikan dari serangan atau dari perangnya, maka dalam keadaan itu tidak boleh lagi ada suatu tindakan pun yang berlebih-lebihan. Jika hanya untuk kepentingan masalah politik, maka tidak ada suatu alasan apa pun untuk melakukan peperangan ini. Jadi demikianlah ajaran Islam itu; jika tujuan dari Islam itu hanyalah untuk menyebarkan agama ini dengan kekuatan, maka perintah ini tidak akan ada di dalam Kitab Sucinya: Fa inin tahau fa laa ‘udwaana (2:194) Maka, jika mereka berhenti (dari peperangannya), maka tidak ada permusuhan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mereka itu tidak boleh lagi mencari-cari alasan untuk meneruskan peperangan ini. Setiap orang memiliki hak untuk hidup menurut agama dan kepercayaannya sendiri. Perang itu hanyalah pada saat ketika mereka itu nyata-nyata sedang melakukan pertempuran melawan kalian. Bukanlah untuk tujuan agar agama mereka itu diubah atau agar mereka itu mengubah atau mengganti agamanya. Di sini Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Anfaal (8) ayat 39:&lt;br /&gt;Katakanlah kepada orang-orang yang ingkar, “Jika mereka berhenti dari apa-apa yang telah lampau, mereka akan diampuni; dan, jika mereka kembali pada perbuatannya yang salah, maka sesungguhnya telah berlaku sunnah Allah terhadap orang-orang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang yang ingkar itu katakanlah bahwa jika mereka menghentikan dari apa yang mereka lakukan maka mereka akan diampuni. Tetapi jika mereka mengulanginya kembali maka lihatlah pada contoh dari orang-orang yang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Anfaal (8) ayat 40:&lt;br /&gt;Dan, perangilah mereka itu, sehingga tidak ada lagi fitnah-penindasan dan supaya agama menjadi seutuhnya bagi Allah. Tetapi, jika mereka berhenti, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kalian peranglah dengan orang-orang ini yang telah membuat kekacauan; tetapi jika mereka itu menghentikannya maka Allah Taala akan memelihara dan menjaga orang-orang yang memelihara kedamaian ini. Jika mereka itu berpaling lagi maka Allah-lah yang akan menjadi penolong bagimu dan betapa indahnya pertolongan dari Allah Taala ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi maklumat ini dibuat melalui Y.M. Nabi Muhammad s.a.w. bahwa perang ini bukanlah untuk suatu penyerangan atau tujuan lainnya, sehingga ada orang yang ditargetkan dari serangan kalian tersebut. Maklumat ini sudah pernah dikatakan kepada orang-orang kafir setelahnya Perang Badar, yang terjadi segera setelahnya hijrah. Serangan ini yang dilakukan oleh orang-orang kafir Mekkah banyak orang yang masih ingat di dalam pikirannya. Orang-orang Muslim ini menjadi obyek dari penindasan dan penganiayaan, bahkan Y.M. Rasulullah s.a.w. sendiri mendapat penyiksaan dari mereka dan masih ingat di dalam pikiran mereka. Kemudian orang-orang kafir ini menderita kekalahan ketika mereka melakukan serangan tersebut dan orang-orang Muslim bertambah semangat dan keberaniannya serta mereka lebih yakin lagi akan adanya pertolongan dari Allah Yang Maha Kuasa. Namun Allah Taala meminta kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk mengumumkan bahwa Allah Taala itu jauh dari untuk memberikan serangan balasan. Setiap orang Muslim diharapkan bahwa ia itu akan menjadi Duta Perdamaian. Itulah sebabnya pengumuman ini dikeluarkan bahwa kami memaafkan semua apa yang kamu lakukan di masa lalu. Kami memaafkan atas beban kerugian karena perang ini, jika kalian mau membuat membuat pakta perjanjian dengan kami bahwa kalian itu tidak akan menyerang kami lagi. Jika kalian mau membuat janji seperti itu, maka kami pun akan mengikutinya dan kami mau menerima perjanjian tersebut. Tetapi bilamana kamu itu akan melakukan penyerangan kembali maka kami akan mempertahankan diri kami dan akan mengambil tindakan balasan untuk itu. Jadi, demi untuk Allah dan demi untuk perdamaian dari dunialah jika kami itu melakukan peperangan dan jika untuk itu maka kami akan melakukannya. Ini juga menjawab kritikan tuduhan yang ada di sana: wa yakuunad diinu kulluhu lillaahi (6:40) dan jadilah agama itu semuanya bagi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengutip ayat ini dan mengatakan diin, agama itu seluruhnya adalah bagi Allah. Pihak lawan menyerang dan mengkritiknya bahwa orang-orang Muslim itu ada di bawah perintah bahwa mereka ini harus terus maju dalam pertempuran untuk menyebarkan agama dengan pedang sampai agama ini menjadi unggul di dunia. Inilah ketidak mengertian mereka itu, yang dengan berkata demikian begitu saja dengan tanpa sesuatu dasar pun. Jika mereka memperhatikan konteksnya, jika mereka menggabungkannya dengan ayat-ayat lainnya yang sudah saya sebutkan, maka artinya akan sama sekali berbeda. Sejauh dalam hal agama yang sama sekali merupakan hal pribadi di mana setiap orang itu bebas untuk mengikuti agama mana yang ia sukainya. Jadi kemudahannya di dalam amanat Islam itu adalah bahwa tanggung-jawabnya itu tidak diperbolehkannya bagi mereka untuk melakukan pemaksaan atas kepercayaan masing-masing orang ini. Arti dari ayat ini hanyalah bahwa apa pun yang kamu lakukan maka kamu hanya mengerjakannya demi untuk Allah; bukan dengan memaksakan sesuatu kepada orang lainnya. Jika ada orang yang tidak mempercayainya maka hal itu terserahlah pada dia saja, Allah Taala hanya akan melihat pada apa yang orang lakukan dan Allah Taala akan melakukan apa yang Dia inginkan dengan orang-orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah s.a.w. juga kadang-kadang mereka itu menyampaikan keberatannya bahwa beliau itu biasa mengangkat senjata demi untuk keperluan beliau sendiri; ketika Y.M. Rasulullah s.a.w. menulis surat tabligh kepada Raja, beliau biasa mengutus seseorang aslim taslim kemudian beliau akan mengatakan bahwa Tuan percaya dan beriman kepada Islam dan dengan ini maka Tuan akan dilindungi. Ada orang-orang yang punya pikiran bahwa anjuran seperti ini adalah merupakan semacam ancaman, dengan mengatakan agar Tuan mempercayai pada Islam, atau kalau tidak mempercayainya maka kami akan memaksakannya dengan menggunakan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama-tamanya adalah bahwa Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah s.a.w. biasa menulis surat tabligh yang di dalamnya berisi amanat perdamaian, inilah yang biasa beliau sampaikan. Oleh karena itu, jika Tuan mengikuti akan pesan ini yang adalah pesan perdamaian maka Tuan akan berada di bawah naungan ini. Kritikan-kritikan tersebut yang mereka lihat dari sisi yang sebelahnya, maka apakah mereka itu tidak menyadarinya butir ini bahwa Y.M. Nabi Muhammad s.a.w. itu menulis surat ini yang ditujukan kepada Raja yang sangat kuat di zaman itu. Berdasarkan kritikan dari mereka, mereka menganggapnya surat tersebut adalah berupa ancaman. Pada satu ketika beliau menulis banyak surat-surat kepada semua Raja-raja yang berkuasa dan kuat di saat itu, dengan mengatakan bahwa jika kamu tidak menerimanya maka kamu bersiap-siaplah untuk perang. Tidak ada orang yang waras pikirannya, yang tidak mungkin melakukan hal ini bahwa ia itu akan berhadapan atau berusaha berkonfrontasi dengan semua orang-orang para Adi Kuasa di saat itu, pada satu saat yang bersamaan. Paling tidak orang itu harus punya akal untuk dapat memikirkannya dengan cara yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah s.a.w. adalah seorang Nabi Allah dan beliau percaya sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Kuasa; beliau telah menyampaikan pesan amanat ini, tetapi beliau memberikan pesan ini dengan tujuan menginginkan agar Tuan mendapatkan kesejahteraan dan kebaikan di mana beliau itu mempercayai sepenuhnya bahwa hanya di dalam agama Islam inilah akan diperoleh kedamaian bagi setiap orang. Inilah agama yang menyebarkan kedamaian, oleh karena itu orang-orang yang ada di dunia harus menerima agama ini. Dan untuk tujuan inilah beliau itu menyampaikan pesan amanat ini kepada orang-orang di dunia. Beliau mengirimkan surat kepada semua Raja-raja yang ada di zaman itu. Tidak ada seorang pun yang memiliki kepercayaan seperti ini yang lebih dari pada Y.M. Rasulullah s.a.w., orang yang diberi Syariat terakhir oleh Allah Yang Maha Kuasa. Inilah pesan tersebut yang sebenarnya adalah sebuah jaminan untuk menegakkan kedamaian dunia. Oleh karena itu beliau s.a.w. mengirimkan pesan amanat ini kepada Raja-raja di zamannya dengan banyak kata-kata di mana pesan ini hanyalah karena kebaikan beliau, di mana amanat ini juga beliau sampaikan kepada setiap orang yang melakukan penyerangan kepada Islam. Pesan ini telah diberikan kepada orang-orang sebelumnya ada peperangan, yang membuktikan bahwa Islam adalah agama perdamaian dan kerukunan yang harmonis. Jadi jika kalian sekarang melakukan peperangan terhadap kami, maka sekali lagi, sekali lagi kami sampaikan pesan perdamaian ini, bahwa jika kalian ingin tetap memegang agama kalian, maka kalian boleh tetap memegang agama ini dan melaksanakan ibadat sesuai dengan cara kalian. Tetapi kalian itu harus menghentikan konspirasi kalian terhadap Islam dan tidak melakukan penindasan kepada orang-orang Islam; tetapi sekarang ini jika kalian itu memaksa melakukan peperangan terhadap kami maka sebagai solusinya ialah bahwa jika kalian itu kalah dalam perang, maka kalian harus menyerah dan jika sudah menyerah maka kalian harus menerima pesan perdamaian ini, yaitu untuk tidak masuk dalam perang lagi, maka jika demikian adalah baik dan semua hak-hak kalian akan diberikan kepada kalian. Jadi oleh karena itu tuduhan tersebut adalah sama sekali salah, bahwa na-udzubillah yang dimikian itu tidak adil bagi orang-orang ini, karena apa pun jalan yang diambil hanyalah untuk tujuan menegakkan kedamaian dengan kemerdekaan sepenuhnya yang diberikan kepada semua orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menyaksikan bahwa di dalam pertempuran itu betapa beliau ini biasa banyak memperhatikan orang-orang yang berada di bawahnya sehingga beliau mengatakan bahwa ada pelajaran di dalam peperangan itu. Beliau selalu melakukan penyerangan pada siang hari; tidak ada pembunuhan terhadap anak-anak dan tidak ada pembunuhan terhadap orang-orang perempuan. Pendeta-pendeta Kristiani dan pemimpin-pemimpin keagamaan lainnya tidak boleh dibunuh; tidak semua orang harus dibunuh, orang yang benar-benar tidak ikut di dalam peperangan walaupun seorang pemuda, ia itu tidak boleh dibunuh. Tidak ada tindakan terror untuk menakut-nakuti orang-orang; tentara Muslimin jika mereka tinggal di satu tempat jangan sampai mengganggu kenyamanan orang-orang di sana. Maka orang-orang yang tidak mengikuti ketentuan ini, berarti peperangan dia bukanlah untuk demi Tuhan, tetapi merupakan sebuah peperangan untuk keserakahan dirinya. Setiap peperangan untuk membela rakyat harus selalu adil, tetapi penyerangan adalah satu hal yang buruk. Maka untuk menghentikan penyerangan ini, sebenarnya pelajaran ini yang ada dan diberikan di dalam Islam adalah bahwa apa pun yang engkau lakukan itu adalah demi untuk Allah. Inilah ketinggian dari kebaikan terhadap manusia bahwa kalian itu jangan sampai melukai muka dari orang, beliau menjaga para tahanan agar mereka nyaman. Ada orang yang barangkali ditawan di dalam rumah, dimana orang-orang biasa hidup dengan buah korma, tetapi makanan dan roti yang layak telah disediakan bagi orang-orang tersebut. Jika seorang anak kecil mempunyai roti, maka ia pun akan memberikan yang sama kepadaku, saya sering merasa malu karena ini, tetapi beliau tidak dapat menolaknya karena ini adalah ajaran dari Islam. Jadi, mereka itu memaksanya untuk memberikan roti tersebut kepadaku, demikianlah sikap dari anak-anak juga. Jadi demikianlah ajaran mengenai kedamaian dan kerukunan hidup yang harmonis serta kebaikan dan kecintaan dengan menegakkan hak dan keadilan yang telah diberikan oleh Y.M. Rasulullah s.a.w. kepada orang-orang beliau. Setiap anak kecil sudah tahu betul bahwa Islam itu tidak lain hanyalah kedamaian dan kerukunan. Sebegitu jauh di dalam hubungan dengan bangsa lainnya, beliau memperlihatkan kebaikan hatinya kepada para Duta, Ambassador dan Perwakilan dari Bangsa-bangsa lain. Jadi perintahnya dari beliau itu adalah agar supaya berlaku baik kepada para Wakil tersebut, walaupun mereka itu berbuat kesalahan maka agar banyak-banyak dimaafkan saja, sehingga beliau mengatakan dalam upaya menegakkan kedamaian itu, bahwa jika ada seorang Muslim yang melakukan kesalahan terhadap seorang tawanan perang, maka tawanan itu harus dibebaskan dengan tanpa pembayaran apa-apa. Jadi demikianlah sudah dibuat jelas bahwa peperangan dalam Islam itu bukanlah demi untuk peperangan atau untuk kepentingan seseorang, tetapi adalah untuk menegakkan kebebasan dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran tentang perlakuan baik terhadap para tawanan dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Nuur (24) ayat 34:&lt;br /&gt;……… Dan orang-orang yang menghendaki surat pembebasan budak, dari apa yang dimiliki oleh tangan kananmu, maka tuliskanlah bagi mereka, jika kamu mengetahui sesuatu kebaikan yang ada dalam diri mereka; dan berikanlah kepada mereka dari harta Allah yang telah Dia berikan kepadamu. …..&lt;br /&gt;Di sana, jika tidak ada seseorang yang akan melakukan pembayaran atas namanya sebagai uang tebusan, jadi berarti bahwa arti ayat yang tadi dikutip itu adalah, jika di antara para tawanan perang itu, ada orang yang ingin mengatur pembebasannya, jika kalian dapat menemukan orang yang cocok untuk itu, yakni jika ada yang mampu mengerjakan sesuatu pekerjaan tertentu menurut komitmen ini, dan kemudian ia dapat memperoleh satu pembayaran yang kemudian dipakai untuk membayar kembali uang tebusannya, maka silahkanlah dibuat perjanjiannya; dan dengan uang yang Allah Taala berikan kepadamu itu, belanjakanlah juga seberapa untuk orang-orang ini. Jadi di zaman itu, pengeluaran ini biasa dipenuhi dari kontribusi orang-orang tersebut. Jadi Juragan yang memiliki budak belian ini, ia harus menjaganya bahwa ada sejumlah uang perolehannya yang akan digunakan untuk pembebasannya itu. Jadi, apa pun yang kalian dapat berikan kepadanya, berikanlah kepadanya sebagai pertolongan sehingga ia dapat memperoleh kebebasannya dan kemudian dapat bekerja sebagai seorang yang merdeka. Sehingga kemudian ia itu dapat menjadi seorang rakyat yang merdeka dari Negara, karena ia masih layak untuk itu di mana keterampilannya dapat dimanfaatkan bagi Negara. Jadi, demikianlah ajaran yang indah dari Islam itu, yang berkaitan dengan semua dan dengan setiap golongan di dalam masyarakat, inilah yang benar-benar memberikan kemerdekaan bagi tiap-tiap orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Taala menolong kepada setiap orang Ahmadi, agar ajaran yang indah dengan berbagai macam aspeknya sebagaimana yang sudah saya katakan itu, semoga diberikan taufik dan kemampuan untuk menyampaikan dan memperkenalkan ajaran Islam yang indah ini ke seluruh dunia. Aamiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudhur aba mengatakan saya akan menyampaikan sebuah berita duka, bahwa seorang Ahmadi yang mukhlis, Abdul Salaam Madson Sahib dari Denmark telah meninggal dunia pada tanggal 25 Juni 2007, inna lillahi wa inna ilayhi raji’uun. Ayahnya adalah seorang pendeta Kristiani. Ia juga pernah belajar Teologi di Universitas, di mana ia mempelajari tentang Kristianity, karena ia ingin menjadi seorang pendeta. Tetapi setelahnya beliau mempelajari Kitab Suci Al-Qur’an maka terjadilah perubahan besar di dalam dirinya dan ketika ia sedang mempersiapkan ujian akhir di Universitasnya pada tahun 1955, beliau meninggalkan Kristiani dan masuk Islam. Setelahnya itu, pada tahun 1956 seorang Mubalig kami di Denmark, Mr. Kamal Yususf Sahib yang saat itu berada di Swedia, maka melalui beliau, setelah menyelidikinya dengan penuh seksama, beliau bai’at pada tahun 1958 dizamannya Khilafat Tsania dan bergabung dengan Ahmadiyya Muslim Jama’at. Pada tahun 1958 beliau ber-Wassiyat, jadi di Negara Scandinavia itu beliau menjadi seorang Musi yang pertama. Pada tahun 1961 beliau mendaftarkan dirinya sebagai wakaf zindeqi, dan pada tahun 1962 beliau diangkat sebagai Muballig biasa dan demikianlah sampai akhir hayatnya itu. Beliau cakap berbahasa Inggris, Arab dan Jerman. Beliau menterjemahkan Kitab Suci Al-Qur’an ke dalam Bahasa Denmark yang diterbitkan pertama kalinya pada tahun 1967. Selain dari menterjemahkan Al-Qur’aan beliau telah menerbitkan banyak literature Jama’at, termasuk beberapa buku Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Jadi, beliau itu telah memberikan pengkhidmatan yang besar; untuk beberapa lamanya beliau menderita sakit kanker dan banyak mengirimkan pesan meminta doa. Beliau berhubungan erat dengan semua Khilafat. Istrinya bai’at masuk Jama’at Ahmadiyyah pada tahun 1967; beliau meninggalkan istri dan seorang anak laki-laki. Setelahnya shalat Jum’at saya akan mengimami Shalat Jenazah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keduanya Ustadz Jabee Salee dari Senegal yang baru saja meninggal, inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun. Beliau adalah salah seorang perintis di Senegal. Beliau seorang Dai Ilallah yang bagus dan sangat aktif. Beliau adalah seorang yang terpelajar dan masyhur, guru Bahasa Arab; orang-orang dari desa-desa lainnya biasa datang kepada beliau untuk belajar ilmu dari beliau. Sejak tahun 1985 beliau berkhidmat sebagai seorang Muallim di mana beliau terus menjalankan tugasnya sampai di akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Taala meninggikan kedudukan spiritualnya di Syurga dan memberikan pengampunan kepada beliau-beliau. Setelah Shalat Jum’at kita akan melaksanakan Shalat Jenazah Ghaib bagi arwah almarhum berdua. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-5160544066602119501?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5160544066602119501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/5160544066602119501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/ajaran-islam-untuk-kedamaian-dan.html' title='Ajaran Islam untuk Kedamaian dan Keamanan tingkat Global'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_33zoQaR640s/R60tbyNmXnI/AAAAAAAAABU/I_Bjg9XAsOQ/s72-c/Khalifatul+Masih+V.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-2186584772213032078</id><published>2008-02-08T21:04:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:51:32.852-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Al-Qur'an Sumber segala kebenaran</title><content type='html'>Al-Qur'an Sumber segala kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Nur suci Al-Qur’an muncul hari yang terang&lt;br /&gt;Angin musim semi semilir mengusap kuntum hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari pun tidak memiliki Nur dan kecemerlangan ini&lt;br /&gt;Pesona dan keindahannya pun tak ada pada rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf dilemparkan sendiri ke sebuah lubang&lt;br /&gt;Sedangkan Yusuf9 yang ini telah menarik manusia ke luar lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sumber segala ilmu, ia telah mengungkap ratusan kebenaran&lt;br /&gt;Keindahannya menggugah wawasan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kalian betapa luhur fitrat pengetahuan miliknya?&lt;br /&gt;Penaka madu surgawi menetes dari wahyu Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ketika mentari kebenaran ini muncul di dunia,&lt;br /&gt;Semua celepuk yang memuja kegelapan, bersembunyi semua.&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa merasa pasti di dunia ini,&lt;br /&gt;Kecuali ia yang berlindung dalam wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang diberkati dengan pengetahuannya&lt;br /&gt;Menjadi khazanah pengetahuan,&lt;br /&gt;Ia yang tidak menyadarinya&lt;br /&gt;Serupa mereka yang tak tahu sesuatu apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan rahmat Ilahi menghampiri dirinya&lt;br /&gt;Wahai sialnya mereka yang meninggalkannya dan mencari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan kepada dosa adalah gejala syaitan bernoda&lt;br /&gt;Yang kuanggap manusia hanya mereka yang meninggal kannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai tambang keindahan, aku tahu sumbermu&lt;br /&gt;Engkau adalah Nur dari Allah yang mencipta semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak hasrat dengan siapa pun, hanya engkau kasihku&lt;br /&gt;Kami telah menerima nurmu dari Dia yang mendengar doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 304-305, London, 1984).&lt;a href="http://narasumberislam.blogspot.com"&gt;Read More&lt;/a&gt; &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-2186584772213032078?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/2186584772213032078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/2186584772213032078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/al-quran-sumber-segala-kebenaran_08.html' title='Al-Qur&apos;an Sumber segala kebenaran'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-3293592849590573346</id><published>2008-02-08T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:52:25.912-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Al-Qur’an tidak ada tandingannya</title><content type='html'>Al-Qur’an tidak ada tandingannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun yang merupa melalui kekuasaan Allah s.w.t. yang sempurna, apakah itu merupakan bagian dari ciptaan seluruhnya atau pun sebuah Kitab Suci yang secara harfiah diwahyukan oleh-Nya, semuanya membawa sifat bahwa tidak ada wujud lainnya yang mempunyai kemampuan menghasilkan padanannya. Hal ini dibuktikan dengan dua cara, pertama adalah melalui metoda deduksi. Tuhan itu Maha Esa dan tanpa sekutu dalam Wujud, sifat dan kinerja-Nya, karena jika dimungkinkan adanya serikat dengan Dia dalam ciptaan, firman atau pun tindakan, maka akan dimungkinkan munculnya padanan dalam sifat-sifat serta adanya Tuhan lain. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua yang dianggap memiliki sifat-sifat Ilahi akan menjadi Tuhan dan yang hanya memiliki sebagian dari sifat-sifat Ilahi tersebut akan menjadi sekutu-Nya berkaitan dengan sifat berkaitan, dimana semua ini lalu menjadi suatu hal yang tidak masuk akal. Dengan demikian jelaslah bahwa Tuhan itu Maha Esa tanpa sekutu dalam segala sifat-sifat, firman dan tindakan-Nya dan Wujud-Nya itu bebas dari segala inkonsistensi yang akan mengharuskan adanya seseorang untuk menjadi sekutu-Nya.&lt;br /&gt;Kedua, telah dibuktikan melalui pengamatan atas segala hal yang diciptakan oleh Allah s.w.t. bahwa tidak ada satu pun dari antaranya yang bisa diciptakan oleh manusia, tidak juga makhluk terkecil seperti lalat, nyamuk atau pun laba-laba. Dengan memperhatikan bentuk dan penciptaan makhluk-makhluk tersebut, kita akan menemukan keajaiban yang merupakan bukti konklusif dari eksistensi sang Maha Pencipta alam semesta.Disamping semua argumentasi tersebut, kiranya jelas bagi mereka yang mau berpikir bahwa kalau dimungkinkan ada sosok lain selain Tuhan yang juga memiliki kekuasaan menciptakan seperti apa yang telah diciptakan oleh Allah s.w.t. sendiri, maka tidak akan ada lagi dari keseluruhan ciptaan itu yang bisa diajukan sebagai bukti eksistensi sang Maha Pencipta yang sebenarnya. Manusia jadinya akan meragukan sifat-Nya sebagai sang Pencipta jika benda-benda yang telah diciptakan oleh Allah yang Maha Kuasa ternyata bisa juga diciptakan oleh orang lain.&lt;br /&gt;Adalah suatu kenyataan bahwa apa pun yang merupakan hasil ciptaan Tuhan pastilah merupakan suatu hal yang tidak ada padanannya sama sekali dan ini menjadi bukti bahwa hal itu berasal dari Allah s.w.t. Pandangan ini menjadi sanggahan atas pendapat yang mengatakan bahwa Tuhan tidak perlu bersifat tanpa bandingan atau bahwa keadaan tanpa bandingan tersebut tidak menjadi bukti kalau hal itu berasal dari Tuhan.&lt;br /&gt;Keadaan tanpa banding merupakan kekhususan daripada kinerja dan firman Allah s.w.t. Setiap orang yang berpikir mengetahui bahwa sarana utama bagi akal untuk menegakkan Ketuhanan Ilahi adalah keyakinan kalau semua yang berasal dari Tuhan itu tidak ada tandingannya sehingga merupakan bukti konklusif akan Ke-Esaan sang Maha Pencipta. Tanpa adanya sarana demikian maka jalan bagi nalar untuk mencapai Tuhan akan tertutup jadinya. (Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 149-152, London, 1984).&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan Kitab yang memproklamirkan sendiri keunggulan dirinya yang tanpa tanding beserta keagungan, kebijaksanaan, kebenaran, keindahan susunan dan Nur ruhani yang dibawanya. Tidak benar jika dikatakan bahwa umat Islam hanya mengada-ada mengenai kebesaran Kitab Suci Al-Qur’an. Kitab itu sendiri telah mengemukakan kemuliaan dan keagungan dirinya serta mencanangkan dengan lantang ketiadaan-tara dan keluhurannya sebagai tantangan kepada seluruh alam: “Apakah ada yang bisa menandingi?”. &lt;br /&gt;Kebenaran dan mutiara hikmah yang dikandungnya bukan hanya dua atau tiga buah saja yang akan meninggalkan sisa keraguan dalam pikiran seorang awam, melainkan sebagai samudra yang menggelora dan nyata di semua arahan laiknya bintang-bintang di langit. Tidak ada kebenaran lain di luar Kitab itu. Tidak ada kebijakan yang belum terangkum di dalamnya. Selalu ada Nur yang dapat diperoleh melalui cara mengikutinya. Semua ini ada buktinya dan bukan semata hanya omong kosong saja. Semua itu menjadi kebenaran yang telah dibuktikan secara nyata yang cemerlang terus selama 1300 tahun terakhir. Kami telah merinci mutiara-mutiara hikmah Kitab tersebut dalam buku ini dan menjelaskan seluk beluk Al-Qur’an secara panjang lebar agar bisa menjadi samudra yang memuaskan bagi para pencari kebenaran. (Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 662-665, London, 1984). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-3293592849590573346?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3293592849590573346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3293592849590573346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/al-quran-tidak-ada-tandingannya.html' title='Al-Qur’an tidak ada tandingannya'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-6775520323193233315</id><published>2008-02-08T07:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:53:16.507-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Islam adalah agama yang merepresentasikan puncak kesempurnaan evolusi agama</title><content type='html'>Islam adalah suatu nama yang diberikan oleh Allah kepada agama ini (Quran 5:4). Kata Islam berasal dari akar kata bahasa Arab "SALIMA": damai, kesucian, kepatuhan, penyerahan diri dan ketaatan. Jadi, Islam dapat berarti jalan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan jalan bagi orang yang menegakkan perdamaian dengan Dia dan ciptaan-Nya. Para pemeluk agama ini disebut Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukanlah agama baru. Pada hakikatnya Islam memiliki pesan serta petunjuk yang sama seperti yang telah diwahyukan Allah kepada semua nabi yang ada sebelum Nabi Muhammad saw. Allah berfirman dalam Al-Quran : &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah, Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim dan Ismail dan Ishak dan Yakub dan keturunan-nya dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan sekalian nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan salah seorang diantara mereka, dan kepada-Nya kami menyerahkan diri". (Quran 3:85)&lt;a href="http://ahmadiyya.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=31&amp;Itemid=1"&gt;lebih lengkap&lt;/a&gt; &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-6775520323193233315?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6775520323193233315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6775520323193233315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/islam-adalah-agama-yang.html' title='Islam adalah agama yang merepresentasikan puncak kesempurnaan evolusi agama'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-3362147352788194890</id><published>2008-02-08T07:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:54:09.667-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Al-Qur'an Sumber segala kebenaran</title><content type='html'>Al-Qur'an Sumber segala kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Nur suci Al-Qur’an muncul hari yang terang&lt;br /&gt;Angin musim semi semilir mengusap kuntum hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari pun tidak memiliki Nur dan kecemerlangan ini&lt;br /&gt;Pesona dan keindahannya pun tak ada pada rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf dilemparkan sendiri ke sebuah lubang&lt;br /&gt;Sedangkan Yusuf9 yang ini telah menarik manusia ke luar lubang.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sumber segala ilmu, ia telah mengungkap ratusan kebenaran&lt;br /&gt;Keindahannya menggugah wawasan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kalian betapa luhur fitrat pengetahuan miliknya?&lt;br /&gt;Penaka madu surgawi menetes dari wahyu Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mentari kebenaran ini muncul di dunia,&lt;br /&gt;Semua celepuk yang memuja kegelapan, bersembunyi semua.&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa merasa pasti di dunia ini,&lt;br /&gt;Kecuali ia yang berlindung dalam wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang diberkati dengan pengetahuannya&lt;br /&gt;Menjadi khazanah pengetahuan,&lt;br /&gt;Ia yang tidak menyadarinya&lt;br /&gt;Serupa mereka yang tak tahu sesuatu apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan rahmat Ilahi menghampiri dirinya&lt;br /&gt;Wahai sialnya mereka yang meninggalkannya dan mencari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan kepada dosa adalah gejala syaitan bernoda&lt;br /&gt;Yang kuanggap manusia hanya mereka yang meninggal kannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai tambang keindahan, aku tahu sumbermu&lt;br /&gt;Engkau adalah Nur dari Allah yang mencipta semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak hasrat dengan siapa pun, hanya engkau kasihku&lt;br /&gt;Kami telah menerima nurmu dari Dia yang mendengar doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 304-305, London, 1984). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-3362147352788194890?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3362147352788194890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3362147352788194890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/al-quran-sumber-segala-kebenaran.html' title='Al-Qur&apos;an Sumber segala kebenaran'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-9174521710972938007</id><published>2008-02-08T07:31:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:54:49.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristologi'/><title type='text'>BENARKAH NATAL 25 DESEMBER?</title><content type='html'>BENARKAH NATAL 25 DESEMBER?&lt;br /&gt;Muhammad Ya’qub Suriadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa as, atau kalau dalam pemahamaan kaum Kristen lebih sering di sebut Yesus, menurut pemahaman saya, yang saya ketahui dari sumber-sumber sejarah termasuk dari Al-Quran maupun dari Injil yang merupakan bagian dari Alkitab menggambarkan bahwa Beliau merupakan salah satu atau barangkali satu-satunya Nabi yang dalam perjalanan hidupnya banyak menuai kontroversi. Ya,.. khususnya 3 agama besar atau kalau beberapa agamawan menyebutnya agama samawi Ibrahimik yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Perdebatan itu tergambar dari sejak Yesus berada didalam kandungan Siti Maryam (Bunda Maryam), saat kelahiran Yesus, masa kenabian Beliau hingga seputar persoalan kewafatan Beliau. Ketika Yesus memproklamirkan diri menjadi nabi Allah, hampir seluruh kaum Yahudi menolaknya, sehingga mereka mengingkarinya dengan menyatakan bahwa Yesus nabi palsu. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemahaman kaum Yahudi yang bersumber dari kitab Perjanjian Lama menyebutkan “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati”(Ulangan 18:20).&lt;br /&gt;Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika kemudian kaum Yahudi dengan berbagai cara berusaha untuk menangkap dan membunuh Yesus, dimana yang salah satu usaha tersebut adalah dengan menyalibkan Yesus. Apalagi ketika kemudian Yesus diyakini wafat oleh kaum Kristen, pada saat Yesus disalib. Maka bertambah yakinlah kaum Yahudi bahwa Yesus benar-benar nabi palsu karena Perjanjian Lama menyebutkan “…sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."(Ulangan 21:23). Menghadapi persoalan tersebut umat Kristen malah sebaliknya menyakini bahwa dengan kewafatan Yesus diatas salib membuktikan bahwa pengorbana yang dilakukan Yesus merupakan pengorbana yang suci yang tidak dapat atau sulit dilakukan oleh siapapun. Hal tersebut membuktikan bahwa Yesus benar-benar “anak Allah” dan “allah”. Setidaknya Paulus telah menulis dalam kitab Perjanjian Baru “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!(Galatia 3:13). &lt;br /&gt;Mengomentari persoalan tersebut, umat Islam pada umumnya, berasumsi yang berbeda, bahwa Yesus atau Nabi Isa as tidak disalib apalagi sampai wafat pada waktu penyaliban, mereka meyakini nabi Isa as naik kelangit, meskipun pemahaman ini yang menurut saya belum seluruhnya benar. Saya seorang Ahmadi (pengikut Islam Ahmadiyah) memiliki sedikit penafsiran yang berbeda tentang hal tersebut. Dari beberapa sumber pokok agama, saya meyakini kalau nabi Isa as atau Yesus tidak wafat saat penyaliban dan Beliau juga tidak naik keatas langit. yang IsnyaaAllah akan saya sampaikan pada tulisan-tulisan saya berikutnya. &lt;br /&gt;Dan adapun satu renungan yang ingin saya bagikan kepada pembaca pada tulisan saya kali ini adalah seputar masalah BENARKAH YESUS LAHIR PADA TANGGAL 25 DESEMBER? .Pada saat ujung-ujung jari saya menari diatas setiap huruf demi huruf mengikuti irama yang ada dalam alam berpikir saya, saya sadar bahwa pemahaman ini akan sedikit kontradiktif , bertabrakan atau sedikitnya menyinggung pemahaman orang pada umumnya khususnya saudara (i) dari Kristen. Namun saya yakin kok, kalau saudara saudara pembaca semua maklum nuansa diskusi, toh saya juga tidak “ngawur” dalam tulisan ini yang lebih mengedepankan ego pribadi sehingga hasilnya bermuatan subyektif. Ya tentunya saya akan berusaha selalu menampilkan dalil-dalil yang jelas baik dari AlQuran serta AlKitab. (kitab umat Kristen sendiri).Adapun fase masa kelahiran nabi Isa as atau Yesus secara singkat adalah:&lt;br /&gt;I. Nabi Isa as atau Yesus lahir dari seorang dara yang bernama Siti Maryam atau Bunda Maria dari keluarga Imran. Adapun nama Imran merujuk kepada 2 pribadi &lt;br /&gt;a. Amran atau Imran, yang merupakan ayah dari nabi Musa dan Harun leluhur Siti Maryam (Keluaran 6:18-20).atau juga &lt;br /&gt;b. Imran, ayah dari Siti Maryam atau kakek dari Nabi Isa as/Yesus (AlQuran Surah Ali-Imran Ayat 35-37).&lt;br /&gt;II. Siti Maryam atau Bunda Maria merupakan seorang yang sangat shaleha dan yang termasuk orang-orang yang menjaga kesucian. Hal ini didukung dari latar belakang keluarga Beliau yang selalu taat dalam beribadah kepada Allah, bahkan keluarga Siti Maryam termasuk dalam kelompok essenes (salah satu golongan dalam kaum Yahudi yang pengikutnya lebih menyibukan diri dalam beribadah kepada Allah ketimbang kelompok lainnya seperti Farisi dan Saduki yang kerap mencampurkan kepentingan agama dan politik) . Bahkan kesucian Siti Maryam pada saat itu membuat para orang tua mendambakan memiliki putra maupun putri seperti halnya Siti Maryam, termasuk Nabi Zakaria as yang selalu berdoa meskipun usia beliau sudah cukup tua sehingga tidak memungkinkan lagi untuk memiliki keturunan. Yang kemudian doa tersebut terkabul dengan diberikannya nabi Zakaria as seorang putra yang shaleh juga, yaitu nabi Yahya as atau Yohanes Pembabtis.&lt;br /&gt;III. Ketika Siti Maryam dewasa, maka Allah memilih Maryam untuk menjadi ibu dari seorang Nabi yaitu nabi Isa as. Seperti tergambar dari ayat AlQuran (QS Ali Imran:45) &lt;br /&gt;Atau juga diriwayatkan didalam Alkitab “…Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus”(Lukas 1:26-31).&lt;br /&gt;IV. Ketika Siti Maryam Mengandung, masyarakat yang mengetahui hal tersebut banyak yang memandang miring terhadap status kehamilan Siti Maryam. Wajar saja karena Siti Maryam tengah mengandung sedangkan beliau belum memiliki suami. Layaknya penomena masa-masa belakangan ini, berita kehamilan beliau menjadi begitu menggemparkan sehingga melahirkan stigma negatif tentang Beliau. Hal tersebut juga yang melatarbelakangi mengapa kaum Yahudi sulit untuk menerima dan mengakui Nabi Isa as sebagai Nabi.&lt;br /&gt;V. Maka Nabi Zakaria as selaku ketua dari kelompok Imam pada saat itu mencoba memberikan jalan keluar guna meluruskan stigma masyarakat yaitu dengan menikahkan Siti Maryam dengan Yusuf. Peristiwa perkawinan tersebut sebenarnya menggambarkan bahwa Siti Maryam telah mengandung Yesus terlebih dahulu sebelum menikah dengan Yusuf (Matius 1:18), sehingga memunculkan satu pertanyaan lagi bagi saya, dimana dalam Kitab Matius 1:1 yang menyebutkan bahwa Yesus adalah keturunan Daud as. “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham (Matius 1:1)” sedangkan didalam Matius 1:2-16 dijelaskan tentang silsilah anak keturunan Daud yang berujung kepada Yusuf, dan Yusuf kita ketahui menikahi Maryam ketika Maryam telah mengandung. Jelas sekali bahwa Yesus bukan anak Yusuf seperti yang disebutkan Matius 1:1.&lt;br /&gt;VI. Sejarah juga mencatat bahwa ketika Siti Maryam tengah mengandung, Yusuf dan Siti Maryam mengadakan perjalanan jauh dari Nazaret menuju Betlehem dimana pada saat itu kaisar Agustus mengeluarkan perintah agar mengadakan cacah jiwa (sensus)(Lukas 2:1-6). AlQuran mencatat didalam Surah Maryam ayat 22 :&lt;br /&gt;“Maka Maryam mengandungnya lalu ia menyisihkan diri dengan kandunganya itu ketempat yang jauh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. Pada saat di Betlehem, karena begitu banyaknya masyarakat yang hadir mengakibatkan Yusuf dan Siti Maryam tidak mendapatkan tempat untuk bermalam sehingga mereka memilih tempat lain (Lukas 2:6-7). Padahal pada saat itu Siti Maryam memasuki masa bersalin&lt;br /&gt;VIII. Ada beberapa hal penting yang perlu di perhatikan pada masa menjelang kelahiran Nabi Isa as atau Yesus&lt;br /&gt; AlQuran mencatat bahwa menjelang masa bersalin tersebut, dikarenakan letih serta menahan rasa sakit Siti Maryam beristirahat dibawah pohon kurma yang buahnya tengah masak (matang). AlQuran surah Maryam ayat 25 : “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alkitab juga melukiskan gambaran suasana pada saat Yesus dilahirkan sebagai berikut :&lt;br /&gt; Lukas 2:8 :”Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam”. &lt;br /&gt; Matius 2:1-2:” Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem&lt;br /&gt; 2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."&lt;br /&gt;IX. Berdasarkan point VIII diatas sedikit memberikan gambaran bagi kita bahwa Yesus tidak terlahir pada saat musim dingin dan juga bukan bulan Desember. Karena :&lt;br /&gt; AlQuran menyebutkan pada saat menjelang kelahiran Yesus, pada saat itu Siti Maryam beritirahat dibawah sebatang pohon kurma yang tengah matang (masak), tentunya kita memahami bahwa sangatlah jarang atau bahkan diluar kebiasaan apa bila kurma-kurma yang ada di pohon telah atau matang di musim dingin. Bagi saya, secara sederhana dengan menimbang dari suasana iklim pada saat itu, tentunya saya akan lebih meyakini kalau “musim” kurma matang (atau kalau di kita sebut saja contohnya musim rambutan) itu lebih pantas atau mudah diterima akal kalau terjadi di musim panas.&lt;br /&gt; Alkitab juga mencatat bahwa pada saat Yesus dilahirkan, suasana disekitarnya digambarkan dengan adanya para penggembala yang menggembalakan ternaknya diluar kandang pada malam hari. Dari cerita yang di lukiskan oleh Alkitab, maka akan terbentuk sebuah gambaran dalam benak kita bahwa pada saat itu pastilah suhu udara sedang hangat atau minimal tidak terlalu dingin atau artinya tidak terjadi pada musim dingin. Karena hanya penggembala-penggembala yang nekat saja yang mau menggembalakan ternaknya pada malam hari di saat musim dingin apalagi bersalju.&lt;br /&gt; Kitab Matius 2:1-2: meriwayatkan bahwa pada saat Yesus lahir orang-orang Majus melihat pertanda yaitu Munculnya bintang Timur. Dari cerita ini juga saya tidak yakin bila Yesus terlahir pada saat musim dingin apalagi saat salju turun karena pada masa-masa tersebut pada malam hari tentunya cuaca sedikit buruk sehingga tidak memungkinkan untuk melihat bintang timur dengan jelas.&lt;br /&gt;X. Lantas kira-kira kapan ya Yesus lahir?Dari fakta sejarah yang bersumber dari uraian AlQuran dan Alkitab, saya lebih cendrung untuk menyebutkan bahwa Yesus lahir pada saat musin panas antara bulan Agustus hingga September, Mengapa?&lt;br /&gt; Kondisi geografis tanah kelahiran Yesus mengalami beberapa musim diantaranya Musim dingin, musim semi, panas dan gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gambaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;Tanggal =Posisis Matahari =Bumi Bagian Utara =Bumi Bagian Selatan&lt;br /&gt;21 Maret =Tegak diatas katulistiwa =Mulai musim semi =Mulai musim gugur&lt;br /&gt;21Mart-21Juni =Bergeser ke Utara =Masa Musim semi =Masa musim gugur&lt;br /&gt;21 Juni =Tegak23 ½opembalikan LU =Mulai musim panas =Mulai musim dingin&lt;br /&gt;21 Juni-23Sept=Bergeser ke tengah =Masa musim Panas =Masa Musim dingin&lt;br /&gt;23 Sept =Tegak diatas katulistiwa =Mulai musim gugur =Mulai musim semi&lt;br /&gt;22 Desember =Tegak23½opembalikan LS =Mulai musim dingin =Mulai Musim panas&lt;br /&gt;22 Des-21Mart =Bergeser ke selatan =Masa Musim dingin =Masa musim panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanah kelahiran Yesus dapat digambarkan lebih sederhananya sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Musim Dingin terjadi antara bulan : Desember-Januari dan Pebruari&lt;br /&gt;- Musim semi terjadi antara bulan : Maret, April dan Mei&lt;br /&gt;- Musim Panas terjadi antara bulan : Juni, Juli dan Agustus&lt;br /&gt;- Musim Gugur terjadi antara bulan : September, Oktober dan Nopember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apabila kita mau menggabungkan antara cerita yang diterangkan didalam AlQuran dengan suasana geografis yang ada di sana tentunya kita akan memperoleh sedikit kepastian kapan ya kira-kira Yesus dilahirkan. AlQuran menggambarkan bahwa pada saat Yesus lahir, pohon-pohon kurma yang ada disana pada saat itu tengah berbuah dan buahnya telah matang (AlQuran surah Maryam ayat 23-25)&lt;br /&gt; Selanjutnya.. dari keadaan geografis disana kita akan dapat memastikan bahwa kalau begitu antara bulan Maret hingga Mei dedaunan yang tadinya gugur mulai bersemi kembali, termasuk pohon kurma.&lt;br /&gt; Kemudian antara bulan Mei hingga Juni bunga-bunga yang akan menjadi buah kurma diperkirakan mulai kuncup dan mekar.&lt;br /&gt; Sehingga antara Agustus atau September buah kurma diperkirakan telah matang.&lt;br /&gt; Pada bulan-bulan tersebutlah Yesus dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XI. Lantas mengapa sih sekarang kok perayaan natal dilaksanakan tanggal 25 Desember? Didalam sejarah yang bersumber dari berbagai literatur memberikan penjelasan bahwa masa sebelum Yesus dilahirkan (SM) masyarakat dunia masih banyak yang belum mengenal tentang Ketauhidan. Paganisme mendominasi dunia, sehingga tidak sedikit yang menganggap bahwa Matahari sebagai tuhan, hal tersebut sangatlah wajar karena secara lahiriah matahari adalah satu-satunya benda yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, selain wujudnya yang besar matahari juga dipercaya memberikan ruh kehidupan manusia. Contoh beberapa bangsa yang me-tuhan-kan matahari, Bangsa Persia bertuhankan Mithra (dewa Matahari),Yunani mempertuhankan Helios (dewa matahari), Romawi bertuhan saturalia (dewa Matahari), bangsa Babilonia bertuhan Tamus (dewa Matahari), Mesir bertuhan Osiris (dewa Matahari). Bahkan di kalangan masyarakat Jawa pada masa lampau tidak sedikit juga yang memuja batorosuryo. Singkatnya matahari disebagian besar belahan dunia pada lalu banyak diyakini sebagai wujud penguasa alam raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XII. Dalam budaya masyarakat primitif, ada berbagai macam ritual dimana adanya tindakan-tindakan (usaha) manusia dengan mempergunakan kekuatan-kekuatan alam yang didasari atas alam pikiran dengan penuh kepercayaan yang primitif dengan tujuan guna dapat mempengaruhi sehingga alam menerbitkan suasana yang dikehendaki, misalkan dibeberapa tempat di tanah Jawa (Timur dan Tengah). Ketika terjadi gerhana bulan mereka meyakini bahwa bulan tengah dimakan oleh raksasa, sehingga masyarakat yang mempercayai hal tersebut senantiasa memukul apa saja supaya raksasa tersebut melepaskan bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XIII. Begitu pula disejumlah tempat dibebera belahan dunia yang wilayahnya mengalami 4 musim termasuk musim dingin, ketika cahaya matahari sangat redup. Maka masyarakat menggunakan cahaya-cahaya lampu yang di pasang di berbagai tempat termasuk pepohonan guna memanggil Dewa matahari supaya memancarkan cahayanya kembali. Hal ini juga terjadi dibebrapa tempat yang mengalami musim dingin pada bulan Desember. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XIV. Pada saat penganut dewa Matahari merayakan pesta Sol Invictus (matahari yang tak terkalahkan ). Yang diadakan karena kembali hidupnya dewa matahari. Pada saat Kaisar Aurelionus pada akhir abad ke III mengangkat dewa matahari menjadi dewa istana dan negara gereja mencoba menguasai pesta tersebut dengan menggantikan dengan pesta natal (hari kelahiran Yesus). Hal ini dilakukan sebagai langkah mudah untuk mengajak pengikut-pengikut penyembah matahari kepada ajaran dan doktrin gereja. Pada masa itu juga gereja memproklamirkan pesta sol invictus sebagai hari menyambut kelahiran terang baru atau surya kebenaran seperti yang telah dinubuatkan dalam perjanjian lama kitab Maleakhi 4:2 tentang kedatangan Yesus “Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XV. Itulah sedikit gambaran tentang natal…. jadi menurut saya natal sejatinya tidak tanggal 25 Desember, tanggal 25 Desember adalah “instrument” pinjaman dari kebudayaan lain.Thanks.ok…. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-9174521710972938007?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/9174521710972938007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/9174521710972938007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/benarkah-natal-25-desember_08.html' title='BENARKAH NATAL 25 DESEMBER?'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-6004257522516354216</id><published>2008-02-08T07:24:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:55:28.739-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Islam Tidak Mengajarkan Anarkisme</title><content type='html'>Islam Tidak Mengajarkan Anarkisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”&lt;br /&gt;(an-Nahl [16]:125)&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt ini memberikan petunjuk dengan sangat jelas kepada kita bagaimana metode dakwah yang harus dipergunakan. Konsep dasar dari dakwah itu adalah “menyeru manusia kepada Tuhan” bukan kepada hal yang lain. Hal ini dipertegas dengan kata “ilaa sabiili Rabbika”. Jadi kita diminta untuk mengajak umat manusia menuju jalan Tuhan. Tapi hal ini juga sering disalah persepsikan sehingga ruang lingkup dakwah menjadi sempit, ketika dakwah hanya dimaknai dengan menyeru manusia kepada Islam. Sebenarnya tanpa dikatakan demikian juga konsep ketuhanan dan ketauhidan Ilahi yang sempuna hanya dimiliki oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal lain yang menarik untuk dikaji ketika sampai kepada bagaimana metode yang Allah Swt berikan untuk berdakwah ini ditekankan kepada masalah “bil-hikmah wa al-mauizhati al-hasanah”(dengan kebijaksanaan dan nasehat yang baik) disana jelas tergambar apa yang menjadi visi dari dakwah itu sendiri yaitu penaklukan hati manusia dan menggunakan cara-cara yang santun, lembut dan damai. Karena metode yang dikedepankan adalah “bil-hikmah wa al-mauizhati” yang kedua hal ini adalah berorientasi menyentuh wilayah hati menusia. Setelah itu disebutkan lagi step terakhir dari proses dakwah adalah “wa jaadilhum bi al-latii hiyaa ahsan” yaitu dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Dan kalau seandainya pada akhirnya terjadi proses perdebatan itupun harus menggunakan cara-cara yang terbaik. Walaupun sebenarnya yang harus kita bangun adalah bukan perdebatan tapi membangun proses dialog yang santun dan terbuka.&lt;br /&gt;Sedih rasanya hati ini menyaksikan sebagian saudara-saudara umat muslim kita yang bertindak anarkis, melakukan persekusi terhadap Ahmadiyah. Mereka menyatakan diri sedang berdakwah dan berjihad atas nama Islam tetapi bertentangan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. Bukankah Allah Swt telah menegaskan bahwa rumah ibadah siapapun dari agama dan golongan apapun tidak boleh dirusak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (al-Baqarah [2]:114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ditegaskan dalam ayat ini, orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya sebagai orang yang paling aniaya (azhlamu).&lt;br /&gt;Sudah berapa banyak masjid-masjid milik Jamaah Ahmadiyah yang dirusak oleh massa yang mengatasnamakan Islam dan hal ini sangat memprihatinkan. Alih-alih mengajak umat untuk bisa memakmurkan masjid, malahan masjid yang sudah ada pun menjadi sasaran perusakan.&lt;br /&gt;Jadi selesaikanlah perbedaan dengan cara-cara yang damai bukan dengan jalan kekerasan. Dan masalah keyakinan bukan manusia yang menjadi hakimnya melainkan Allah Swt lah sebagai wujud al-Hakim yang dapat memberikan penghakiman dengan seadil-adilnya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-6004257522516354216?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6004257522516354216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/6004257522516354216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/islam-tidak-mengajarkan-anarkisme_08.html' title='Islam Tidak Mengajarkan Anarkisme'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-3521952549417355114</id><published>2008-02-04T08:34:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:57:56.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>27 Desember Benaziir Bhutto Menghembuskan Nafas Terakhirnya</title><content type='html'>27 Desember Benaziir Bhutto Menghembuskan Nafas Terakhirnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Desember Benaziir Bhutto Menghembuskan Nafas Terakhirnya&lt;br /&gt;(Hz. Imam Mahdi a.s -pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah- pernah mendapat ilham dalam bahasa Urdu "Staais ko eik waqiah, Allahu Khoirun wa Abqaa" artinya: Pada tanggal 27 akan terjadi satu peristiwa, Allah Zat Yang Terbaik dan Zat Yang Kekal. Apakah ini ada hubungannya dengan kematian Benaziir Bhutto dan Klan Bhutto?Wallahu a'lamu..Yang Jelas siapa yang menghinakan Utusan Allah Taala maka dia juga dihinakan oleh-Nya, dan siapa yang menolong Utusan-Nya maka Dia pun akan menolongnya)&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Historiografi Bhutto 1 : Dan Dia Mendatangi Kematiannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK TAKUT DIBOM!Mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto (54) mengaku tidak gentar menghadapi ancaman serangan terhadap dirinya, seperti ledakan bom di Karachi yang menewaskan 138 orang. Dia menegaskan siap untuk menghadapi segala risiko, termasuk nyawanya terenggut, untuk memperbaiki demokrasi di Pakistan."Kami percaya kalau hanya demokrasi yang bisa menyelamatkan Pakistan dari disintegrasi dan penguasaan kelompok-kelompok militan," ujar Benazir kepada wartawan di rumahnya, di Karachi, Jumat (19/10) malam.Menurut Benazir, serangan bom teroris yang dilancarkan saat dia berpawai di Karachi bukan hanya ditujukan kepada dia. Serangan bom itu juga ditujukan untuk upaya-upaya penegakan demokrasi di Pakistan.Ledakan bom yang terjadi pada Kamis (18/10) malam itu terjadi hanya lima meter dari mobil yang digunakan untuk mengarak Benazir. Wanita yang sudah dua kali menjadi perdana menteri itu selamat, karena saat itu sedang beristirahat di dalam mobil lapis baja.Serangan terjadi saat ratusan ribu pendukung Benazir berkumpul di jalan-jalan Pakistan untuk menyambut kedatangannya. Benazir kembali ke Karachi setelah delapan tahun berada di pengasingan.Benazir menegaskan dia tidak gentar menghadapi serangan yang nyaris merenggut nyawanya itu. Beberapa kelompok militan, seperti Taliban dan Al Qaeda memang telah mengeluarkan ancaman untuk melakukan serangan bom bunuh diri menyambut kedatangan Benazir."Saya siap untuk menanggung segala risiko. Tapi, saya tidak ingin menyerahkan negara kita yang besar ini kepada kelompok-kelompok militan," ujar Benazir.Dia lantas berjanji akan tetap tinggal di Pakistan untuk ikut serta dalam pemilihan presiden pada Januari 2008. Benazir dan Presiden Pervez Musharraf saat ini dalam perundingan berbagi kekuasaan.Selain Taliban dan Al Qaeda, Benazir juga menuding pendukung mantan pemimpin militer Pakistan Mohammed Zia ul-Haq berada di balik serangan bom itu. Pada 1977, Zia menggulingkan kekuasaan Zulfiqar Ali Benazir, ayah Benazir Bhutto. Dua tahun kemudian, Zia menjatuhkan hukuman gantung kepada Ali Benazir.Kecaman DuniaSementara itu, sejumlah pemimpin dunia mengecam serangan bom yang menjadikan Benazir sebagai sasaran. Amerika Serikat (AS) bahkan menawarkan bantuan untuk menyelidiki ledakan itu."AS mengecam serangan teroris di Pakistan yang telah merenggut nyawa warga tak berdosa. Para ekstremis tidak lagi boleh berada di Pakistan untuk mengganggu proses demokrasi di sana," ujar juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, Gordon Johndroe.Washington selama ini mendukung upaya-upaya militer Pakistan untuk memerangi teroris dan kelompok militan lain. AS juga mendukung rencana kesepakatan bagi ke- kuasaan antara Musharraf dan Benazir.Perdana Menteri Inggris Gordon Brown berjanji akan mendukung Islamabad untuk mengungkap pelaku peledakan itu. Inggris juga menyediakan sambungan telepon khusus bagi warga Pakistan yang ada di Inggris untuk bisa menghubungi keluarga mereka yang khawatir atas situasi di sana.Australia merasa yakin kalau pelaku di balik serangan bom itu adalah kelompok teroris Al Qaeda.Tiongkok, salah satu sekutu dekat Pakistan, mengimbau Islamabad untuk mengutamakan stabilitas sosial yang terguncang akibat ledakan bom itu. Sekutu Pakistan lainnya, Turki, mendesak komunitas internasional untuk bekerja sama lebih erat dalam perang melawan terorisme.Kecaman juga datang dari India yang kerap menuding Pakistan mendukung kelompok teroris di Kashmir. "Hantu-hantu teroris itu telah memperkuat hubungan negara- negara yang sepakat untuk melawannya," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri India Navtej Sarna.dari website Suara Pembaruan, Last modified: 20/10/07AKHIRNYA TEWAS!!Tokoh oposisi di Pakistan Benazir Bhutto tewas dalam serangan bom bunuh diri usai menggelar kampanye, Kamis (27/12). Kementerian Dalam Negeri Pakistan memastikan tewasnya Bhutto dalam insiden tersebut, namun penyebab pastinya masih simpang siur.Juru bicara kementerian dalam negeri Pakistan Javed Cheema mengatakan, kemungkinan Bhutto terkena pecahan bahan peledak yang disembunyikan pelaku di dalam jaketnya. Sementara penasehat keamanan partai tempat Bhutto bernaung mengatakan, bahwa seorang laki-laki bersenjata menembak Bhutto di bagian dada dan leher ketika Bhutto akan masuk ke mobilnya. Setelah menembak Bhutto, pelakunya melakukan bom bunuh diri.Suami Bhutto, pada para wartawan sebelumnya mengatakan bahwa isterinya dalam "kondisi serius" dan sedang menjalani pembedahan.Aparat kepolisian mengatakan, korban tewas akibat bom bunuh diri yang terjadi di Rawalpindi itu berjumlah 20 orang. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah empat orang tewas ditembak dan tiga orang luka-luka dalam kampanye pemilu mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif.dari ERAMUSLIM &lt;br /&gt;Label: Kewafatan Benaziir Bhutto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-3521952549417355114?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3521952549417355114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/3521952549417355114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/27-desember-benaziir-bhutto.html' title='27 Desember Benaziir Bhutto Menghembuskan Nafas Terakhirnya'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-4157136215038367053</id><published>2008-02-04T08:26:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:58:55.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>KEPERCAYAAN KEESAAN TUHAN</title><content type='html'>KEPERCAYAAN KEESAAN TUHAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sepertinya suatu konsep yang agak dasar dan sederhana. Seharus tidak sulit untuk sesiapapun untuk memahami keesaan Tuhan, dan persoalan itu selesai disini. Tetapi faktanya tidak semudah itu memandangnya. Manakala seseorang menguji konsep Ke-Esaan-Nya lebih dalam, maka segala agama yang ada di dunia berputar di titik yang sangat penting ini. Kepercayaan berkenaan Ke-Esaannya ini mempengaruhi segi kehidupan manusia dalam segala aspek nya. Kepercayaan tentang ini juga menyiratkan peniadaan segala sesuatu selain Tuhan. Maka kepercayaan tentang ke-esaan Tuhan adalah tidak serta merta berhenti disitu, namun kepercayaan akan hal ini merupakan sumber bagi terpancarnya kebenaran abadi. Hal ini juga juga mengirimkan suatu pesan terbebasnya manusia dari segala macam penindasan dan membebaskan manusia dari segala hal kecuali ketaatan yang sejatinya bersumber dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini menerangkan lebih lanjut dari sudut pandang lain, baik dalam Quran suci dan hadist Rasulullah saw. Sebagai contoh, di deklarasikan ' La houl wala quat illa Billah' ( Tidak ada kuasa kecuali dengan izin Allah) membuka jendela baru bagi suatu pemahaman Ke-esaan-Nya secara lebih luas dan lebih dalam. Ke-esaan-Nya meniadakan semua ketakutan selain kepada-Nya. Yang kedua yang tak kalah pentingnya adalah ke-esaan ini membawa kita untuk fokus pada aspek ke-esaan itu sendiri. yaitu yang kuasa untuk mencapai kebajikan sejati semata-mata tergantung pada Tuhan itu sendiri, dan bahwa IA adalah Pemilik semua sumber energi dan segala kekuatan. Oleh karenanya bagian yang pertama dari hal ini berhubungan dengan hal negatif dari kekuasaan dan bagian kedua berhubungan dengan hal positif dari kekuasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diaplikasikan dalam tindakan manusia, maka motivasi, niat dan lainnya itu dapat dilihat kedua kekuatan ini saling mengarahkan. Keinginan manusia dan selanjutnya tindakannya selalu dipandu dan dikendalikan oleh ketakutan dan atau harapan, dan tidak ada pengecualian terhadap hal ini . Mereka yang berbuat baik memiliki ketakutan dan harapan, begitu pula mereka yang menurut berbuat jahat dimotivasi oleh yang sama pula. Ketakutan yang dirasakan orang kafir digolongkan pada ketakutan yang tidak berdasarkan ketuhanan, mereka ini membentuk kehidupan mereka sejalan corak duniawi. Terkadang bentuk ketakukan itu timbul dari ketakutan akan ketidak-senangan raja atau penguasa mereka. Terkadang ketakukan itu timbul dari ketakukan pada masyarakat secara keseluruhan, takut akan kekerasan dan kemalangan yang mungkin ditimpakan pada mereka. Kadang kala ketakutan itu timbul dalam bentuk ketakutan akan jatuh miskin dan kemalangan yang menimpa mereka dan seterusnya. Jadi singkatnya dunia ini dipenuhi kelicikan dan sebagian besar tindakan manusia dapat diterangkan berdasarkan adanya ketakutan didalam diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan pada ke-Esa-an-Nya akan mengusir rasa takut secara total dan membawa alam pikiran seseorang pentingnya takut hanya kepada Tuhan, yang berarti seseorang itu harus tidak takut akan kejengkelan dari orang tak beriman, tetapi selalu berupaya menghindarkan rasa ketidak senangan Tuhan, dan berperilaku hanya IA semata yang pantas ditakuti. Dari sisi positipnya semua motivasi manusia dan tindakannya adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Kenyataannya manusia selalu berupaya menyenangkan dirinya sendiri walau untuk itu dia harus mengorbankan orang yang paling dekat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk yang berlebihan manusia terkadang menyembah egonya sendiri. Untuk mencapai tujuannya ini, manusia terpaksa harus menyenangkan orang yang ia-nya begitu bergantung pada orang itu sebagai sumber kesenangan pribadinya. Dalam hal yang demikian ia berupaya keras menyenangkan para penguasa, raja dan semisalnya. Manusia seperti itu bahkan rela menjadi budak mereka. Penyerahan sempurna manusia yang demikian itu semata-mata agar ia meraih kesenangan pribadinya. Namun manusia tak bertuhan ini tidak memiliki satu tuhan saja. Setiap manusia lain yang menurutnya ia berkepentingan dengan mereka, akan juga diperlakukan sebagai tuhannya. Jika kita menganalisa keadaan ini maka tampaklah segala bentuk kekejian sosial, kejahatan politik, dan kejatuhan moral sedemikian rupa melanda masyarakat secara luas dan akhirnya berujung pada kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang ini, manakala kamu sekilas menelaah deklarasi ' tidak ada Tuhan selain Allah, yang Esa dan tunggal', maka semua ketakutan dan harapan yang bersumber selain dari Tuhan akan dihempaskan jauh-jauh, seolah-olah dilemparkan dari kekuatan tongkat sihir. Dengan kata lain, seseorang yang menghambakan diri pada tuhan sejati akan dibebaskan dari perbudakan sesama manusia. Tuhan-tuhan palsu itu semata-mata produk dari imajinasi mereka semata dan tuhan seperti itu tidak memiliki kuasa menganugrahi dan menghukum mereka. Sebagian manusia bahkan menyembah tuhan yang sama fananya dengan diri mereka sendiri. Mereka menyebah ego mereka, kepentingan mereka dan untuk itu mereka menciptakan beragam kekacauan dan permusuhan bahkan menciptakan situasi kekacauan yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Islam berkenaan ke-Esaan-Nya menanamkan kesadaran ke-esa-an alami yang ada dalam diri manusia. Ke-esaan itu mampu menembus batas-bastas suku, etnis dan warna kulit. Hal ini melahirkan konsep universalitas dalam Islam yang begitu uniknya. Dalam pandangan Tuhan sejati ini segenap manusia kapan saja mereka lahir sama derajatnya. Ini merupakan doktrin dasar didalam Islam dan seutuhnya tidak membuka ruan apapun bagi tuhan-tuhan lain. Tuhan dalam doktrin Islam ini tidak mengenal adanya tuhan bapak, tuhan ibu, dan tuhan anak. Bagi Tuhan seperti ini beranak pinak tidak terkonsepkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek penting lain dari konsep ke-Esa-an Tuhan dalam Islam adalah sebagaimana dinukilkan dalam quran karim bahwa terdapat harmonisasi absolut dalam ciptaan-Nya. Konsep harmoni ini sangat didukung oleh Einstein. Beliau telah menelaah kesetaraan simetri dalam alam ini, yang menurutnya memerlukan satu Pencipta. Beliau seorang ilmuan dan telaah harmonisnya alam ini sebatas materi semesta yang ada. Namun quran karim berkata tentang harmonisasi dalam penciptaan dan segala kemungkinan aplikasi ciptaannya itu. Quran suci meng-klaim bahwa dalam alam ini sebagaimana diceritakan oleh-Nya sendiri dan juga tertulis dalam kitab-kitab-Nya dinyatakan tidak ada disharmonisasi dalam ciptaan-Nya. Segala sesuatunya bersesuaian dengan ciptaan-Nya dan segala firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh ia mendeklerasikan bahwa adanya konsistensi sempurna antara firman Tuhan dengan tindakan-Nya dan tidak ada kontradiksi antara alam dan firman suci-Nya yang dilafalkan lewat Nabi-nabi-Nya. Hal ini dinyatakan dalam lima ayat pertama surah Al-Mulk dan berbagai ayat lainnya dalam quran dari berbagai sudut pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dalam skala individu. Kepercayaan akan ke-Esa-an Tuhan memainkan peranan penting dalam pendidan dan kemajuan umat manusia. Untuk itu diperlukan satu konsistensi antara pandangan manusia dan perbuatannya. Adanya konsistensi ini menyebabkan keutuhan yang tak terpisahkan diantara keduannya. Hal ini dengan mudah diketahui tatkala kita menelaah berbagai kebiasaan dikalangan orang beragama. Siapa dari mereka yang mengajarkan kebencian pada satu bagian dalam masyarakat atas nama Tuhan. Prinsip ke-Esa-an Tuhan terkadang terperaktekkan bias dalam situasi tertentu dan bagaimana mungkin hal demikian bersumber dari-Nya yang menciptakan segala sesuatunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alislam.org/books/study-of-islam/unity.html"&gt;klik juga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah oleh Arpen Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.alislam.org/books/study-of-islam/unity.html&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-4157136215038367053?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/4157136215038367053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/4157136215038367053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/kepercayaan-keesaan-tuhan.html' title='KEPERCAYAAN KEESAAN TUHAN'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-1604250206319796662</id><published>2008-02-04T08:23:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T00:59:46.095-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Unity Of GOD</title><content type='html'>Unity Of GOD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the name of Allah, the Gracious, the Merciful.&lt;br /&gt;Blessed is He Who has sent down al-Furqan to His servant, that he may be a Warner to all the worlds—&lt;br /&gt;He is to Whom belongs the Kingdom of the heavens and the earth. And He has taken unto Himself no son, and has no partner in the Kingdom, and He has created everything, and has determined its proper measure.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet they have taken beside Him gods, who create nothing but are themselves created, and who have no power to harm or benefit themselves, nor have they any power over death or life or Resurrection. (25:1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alislam.org"&gt;Read More&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-1604250206319796662?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1604250206319796662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/1604250206319796662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/unity-of-god.html' title='Unity Of GOD'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-224270518357773997.post-7686634403993746249</id><published>2008-02-04T08:21:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T01:01:38.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Woman in Islam</title><content type='html'>Woman in Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam confers on women all the political and social rights, which man enjoys. She is entitled to all the privileges bestowed upon man. Beside worldly matters, women are also equal to men in the spiritual sense. Allah says in the Quran:&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Surely, men who submit themselves to GOD and women who submit themselves to HIM, and believing men and believing women, and obedient men and obedient women, and truthful men and truthful women, and men steadfast in their faith and steadfast women, and men who are humble and women who are humble, and men who give alms and women who give alms, and men who fast and women who fast, and men who guard their chastity and women who guard their chastity and men who remember ALLAH much and women who remember HIM - ALLAH has prepared for all of them forgiveness and a great reward (33:36)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alislam.org"&gt;Download &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/224270518357773997-7686634403993746249?l=surga-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7686634403993746249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/224270518357773997/posts/default/7686634403993746249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://surga-mu.blogspot.com/2008/02/woman-in-islam.html' title='Woman in Islam'/><author><name>S_of_Mahdi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
